MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 12:08
Wanita Cantik Bawa Sabu 1,08 Kg

Tertahan Saat Koper Motif Macan

CANTIK KOK NGURIR: Andi Riski Amelia saat diperiksa di ruang pengamanan Bandara Internasional Juwata Tarakan, Selasa (13/3) siang. JOHANNYRADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Wajah Andi Riski Amelia (26) seketika pucat ketika tertahan di pintu security check point (SCP) 2 Bandara Internasional Juwata Tarakan sekira pukul 11.00 Wita, kemarin (13/3). Beberapa saat lagi, pesawat dengan nomor penerbangan JT-739 yang akan ditumpanginya berangkat menuju Makassar. Petugas Avsec yang duduk memperhatikan monitor X-ray cabin di depan ruang tunggulantas melakukan pemeriksaan ulang.

Wanita yang beralamat di Jalan Toddopuli X, RT 002, RW 006, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu tampak berusaha mengurai kegelisahannya. Petugas bernama Sanny Mamiliani kemudian meminta Andi Riski Amelia membuka koper bajunya.

Sebuah barang yang berada di tengah kopernya menampakkan citra X-ray agak gelap. Andi kemudian bergelagat kebingungan dan tidak mau membuka barang yang ada di dalam koper bermotif macan tutul.

Karena Andi kekeh tak ingin kopernya dibuka, petugas berinisiatif melakukan pembongkaran. Hasilnya benda diduga narkoba jenis sabu-sabu ditemukan dalam dua kemasan. Sekira pukul 11.40 Wita, Andi dibawa menuju ruang Avsec, tepat di lantai bawah Bandara Internasional Juwata Tarakan untuk dimintai keterangan.

Diketahui sabu-sabu yang dibawa wanita kelahiran Makassar, 11 Juli 1991 itu seberat 1,08 kg.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan, saat koper memasuki X-ray, petugas Avsec mulai curiga.“Setelah diperiksa ditemukan satu botol bedak bayi dan satu tempat tisu basah, yang isinya diduga merupakan narkoba jenis sabu-sabu,” tuturnya.

Andi menampik jika barang tersebut adalah miliknya. “Dia (Andi Riski Amelia) mengelak barang itu bukan miliknya. Hanya mengaku jika merupakan titipan dari orang yang baru dikenalnya sehari,” tuturnya.

Sebelum diamankan, Andi baru tiba di Tarakan sehari sebelumnya atau pada Senin (12/3). Dibeberkan jika alasannya ke Kota Tarakan untuk kepentingan bisnis online. “Saat tiba di Tarakan dia tidak bisa menginap di hotel karena KTP-nya rusak, sehingga dia mendapatkan bantuan dari seseorang wanita. Si wanita memberi tumpangan,” tuturnya.

Setelah sehari di Tarakan, Andi berencana balik ke Makassar. “Nah ketika masuk SCP 2 baru kami amankan karena membawa barang itu. Yang belum diketahui seorang wanita yang memberikannya tumpangan menginap atau orang lain,” ujarnya.

Namun Elfi tidak lantas percaya dengan perkataan Andi. “Sepertinya dia ini profesional, karena tidak terlihat gugup, dan tak terbebani saat diinterogasi. Semua hasil penyelidikan diserahkan kepada petugas BNNP Kaltara dan Polres Tarakan. Dari mana dia mendapatkan sabu-sabu ini,” bebernya.

Sementara itu Komandan Lanud Tarakan,  Kolonel Pnb Mochammad Arifin mengapresiasi pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah besar ini. “Untuk memberantas narkoba ini semua elemen harus terlibat. Mulai dari TNI, Polri, BNN, Avsec dan instansi terkait di dalamnya. Terlebih predikat Kaltara di peringkat ke 3 terkait kasus narkoba,” ujarnya.

Setidaknya ada 10 personel Lanud yang melakukan pengamanan di Bandara Internasional Juwata Tarakan.

Sementara itu Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Ery Nursatari mengungkapkan akan melakukan pengembangan bersama kepolisian terkait dari mana Aandi mendapatkan barang tersebut. “Kami belum mengetahui dia jaringan mana, yang jelas akan kami kembangkan dan berusaha mengungkap siapa pemilik barang haram ini,” ucapnya.

Terkait jalur udara yang sering dijadikan pintu para pelaku narkoba, menurutnya sudah bukan hal baru. Apalagi banyak di antara yang melakoni tugas sebagai kurir narkoba tergiur karena upah yang besar. “Ini wilayah ini sudah dijaga dengan ketat, masih saja ada yang nekat berusaha meloloskan,” kata Ery. (jnr/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*