MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 12:08
Wanita Cantik Bawa Sabu 1,08 Kg

Tertahan Saat Koper Motif Macan

CANTIK KOK NGURIR: Andi Riski Amelia saat diperiksa di ruang pengamanan Bandara Internasional Juwata Tarakan, Selasa (13/3) siang. JOHANNYRADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Wajah Andi Riski Amelia (26) seketika pucat ketika tertahan di pintu security check point (SCP) 2 Bandara Internasional Juwata Tarakan sekira pukul 11.00 Wita, kemarin (13/3). Beberapa saat lagi, pesawat dengan nomor penerbangan JT-739 yang akan ditumpanginya berangkat menuju Makassar. Petugas Avsec yang duduk memperhatikan monitor X-ray cabin di depan ruang tunggulantas melakukan pemeriksaan ulang.

Wanita yang beralamat di Jalan Toddopuli X, RT 002, RW 006, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu tampak berusaha mengurai kegelisahannya. Petugas bernama Sanny Mamiliani kemudian meminta Andi Riski Amelia membuka koper bajunya.

Sebuah barang yang berada di tengah kopernya menampakkan citra X-ray agak gelap. Andi kemudian bergelagat kebingungan dan tidak mau membuka barang yang ada di dalam koper bermotif macan tutul.

Karena Andi kekeh tak ingin kopernya dibuka, petugas berinisiatif melakukan pembongkaran. Hasilnya benda diduga narkoba jenis sabu-sabu ditemukan dalam dua kemasan. Sekira pukul 11.40 Wita, Andi dibawa menuju ruang Avsec, tepat di lantai bawah Bandara Internasional Juwata Tarakan untuk dimintai keterangan.

Diketahui sabu-sabu yang dibawa wanita kelahiran Makassar, 11 Juli 1991 itu seberat 1,08 kg.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan, saat koper memasuki X-ray, petugas Avsec mulai curiga.“Setelah diperiksa ditemukan satu botol bedak bayi dan satu tempat tisu basah, yang isinya diduga merupakan narkoba jenis sabu-sabu,” tuturnya.

Andi menampik jika barang tersebut adalah miliknya. “Dia (Andi Riski Amelia) mengelak barang itu bukan miliknya. Hanya mengaku jika merupakan titipan dari orang yang baru dikenalnya sehari,” tuturnya.

Sebelum diamankan, Andi baru tiba di Tarakan sehari sebelumnya atau pada Senin (12/3). Dibeberkan jika alasannya ke Kota Tarakan untuk kepentingan bisnis online. “Saat tiba di Tarakan dia tidak bisa menginap di hotel karena KTP-nya rusak, sehingga dia mendapatkan bantuan dari seseorang wanita. Si wanita memberi tumpangan,” tuturnya.

Setelah sehari di Tarakan, Andi berencana balik ke Makassar. “Nah ketika masuk SCP 2 baru kami amankan karena membawa barang itu. Yang belum diketahui seorang wanita yang memberikannya tumpangan menginap atau orang lain,” ujarnya.

Namun Elfi tidak lantas percaya dengan perkataan Andi. “Sepertinya dia ini profesional, karena tidak terlihat gugup, dan tak terbebani saat diinterogasi. Semua hasil penyelidikan diserahkan kepada petugas BNNP Kaltara dan Polres Tarakan. Dari mana dia mendapatkan sabu-sabu ini,” bebernya.

Sementara itu Komandan Lanud Tarakan,  Kolonel Pnb Mochammad Arifin mengapresiasi pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah besar ini. “Untuk memberantas narkoba ini semua elemen harus terlibat. Mulai dari TNI, Polri, BNN, Avsec dan instansi terkait di dalamnya. Terlebih predikat Kaltara di peringkat ke 3 terkait kasus narkoba,” ujarnya.

Setidaknya ada 10 personel Lanud yang melakukan pengamanan di Bandara Internasional Juwata Tarakan.

Sementara itu Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Ery Nursatari mengungkapkan akan melakukan pengembangan bersama kepolisian terkait dari mana Aandi mendapatkan barang tersebut. “Kami belum mengetahui dia jaringan mana, yang jelas akan kami kembangkan dan berusaha mengungkap siapa pemilik barang haram ini,” ucapnya.

Terkait jalur udara yang sering dijadikan pintu para pelaku narkoba, menurutnya sudah bukan hal baru. Apalagi banyak di antara yang melakoni tugas sebagai kurir narkoba tergiur karena upah yang besar. “Ini wilayah ini sudah dijaga dengan ketat, masih saja ada yang nekat berusaha meloloskan,” kata Ery. (jnr/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .