MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 12:08
Wanita Cantik Bawa Sabu 1,08 Kg

Tertahan Saat Koper Motif Macan

CANTIK KOK NGURIR: Andi Riski Amelia saat diperiksa di ruang pengamanan Bandara Internasional Juwata Tarakan, Selasa (13/3) siang. JOHANNYRADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Wajah Andi Riski Amelia (26) seketika pucat ketika tertahan di pintu security check point (SCP) 2 Bandara Internasional Juwata Tarakan sekira pukul 11.00 Wita, kemarin (13/3). Beberapa saat lagi, pesawat dengan nomor penerbangan JT-739 yang akan ditumpanginya berangkat menuju Makassar. Petugas Avsec yang duduk memperhatikan monitor X-ray cabin di depan ruang tunggulantas melakukan pemeriksaan ulang.

Wanita yang beralamat di Jalan Toddopuli X, RT 002, RW 006, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu tampak berusaha mengurai kegelisahannya. Petugas bernama Sanny Mamiliani kemudian meminta Andi Riski Amelia membuka koper bajunya.

Sebuah barang yang berada di tengah kopernya menampakkan citra X-ray agak gelap. Andi kemudian bergelagat kebingungan dan tidak mau membuka barang yang ada di dalam koper bermotif macan tutul.

Karena Andi kekeh tak ingin kopernya dibuka, petugas berinisiatif melakukan pembongkaran. Hasilnya benda diduga narkoba jenis sabu-sabu ditemukan dalam dua kemasan. Sekira pukul 11.40 Wita, Andi dibawa menuju ruang Avsec, tepat di lantai bawah Bandara Internasional Juwata Tarakan untuk dimintai keterangan.

Diketahui sabu-sabu yang dibawa wanita kelahiran Makassar, 11 Juli 1991 itu seberat 1,08 kg.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan, saat koper memasuki X-ray, petugas Avsec mulai curiga.“Setelah diperiksa ditemukan satu botol bedak bayi dan satu tempat tisu basah, yang isinya diduga merupakan narkoba jenis sabu-sabu,” tuturnya.

Andi menampik jika barang tersebut adalah miliknya. “Dia (Andi Riski Amelia) mengelak barang itu bukan miliknya. Hanya mengaku jika merupakan titipan dari orang yang baru dikenalnya sehari,” tuturnya.

Sebelum diamankan, Andi baru tiba di Tarakan sehari sebelumnya atau pada Senin (12/3). Dibeberkan jika alasannya ke Kota Tarakan untuk kepentingan bisnis online. “Saat tiba di Tarakan dia tidak bisa menginap di hotel karena KTP-nya rusak, sehingga dia mendapatkan bantuan dari seseorang wanita. Si wanita memberi tumpangan,” tuturnya.

Setelah sehari di Tarakan, Andi berencana balik ke Makassar. “Nah ketika masuk SCP 2 baru kami amankan karena membawa barang itu. Yang belum diketahui seorang wanita yang memberikannya tumpangan menginap atau orang lain,” ujarnya.

Namun Elfi tidak lantas percaya dengan perkataan Andi. “Sepertinya dia ini profesional, karena tidak terlihat gugup, dan tak terbebani saat diinterogasi. Semua hasil penyelidikan diserahkan kepada petugas BNNP Kaltara dan Polres Tarakan. Dari mana dia mendapatkan sabu-sabu ini,” bebernya.

Sementara itu Komandan Lanud Tarakan,  Kolonel Pnb Mochammad Arifin mengapresiasi pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah besar ini. “Untuk memberantas narkoba ini semua elemen harus terlibat. Mulai dari TNI, Polri, BNN, Avsec dan instansi terkait di dalamnya. Terlebih predikat Kaltara di peringkat ke 3 terkait kasus narkoba,” ujarnya.

Setidaknya ada 10 personel Lanud yang melakukan pengamanan di Bandara Internasional Juwata Tarakan.

Sementara itu Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Ery Nursatari mengungkapkan akan melakukan pengembangan bersama kepolisian terkait dari mana Aandi mendapatkan barang tersebut. “Kami belum mengetahui dia jaringan mana, yang jelas akan kami kembangkan dan berusaha mengungkap siapa pemilik barang haram ini,” ucapnya.

Terkait jalur udara yang sering dijadikan pintu para pelaku narkoba, menurutnya sudah bukan hal baru. Apalagi banyak di antara yang melakoni tugas sebagai kurir narkoba tergiur karena upah yang besar. “Ini wilayah ini sudah dijaga dengan ketat, masih saja ada yang nekat berusaha meloloskan,” kata Ery. (jnr/lim)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .