MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 12:06
Disperindag Panggil Tiga Agen

Soal Gas Melon, Dijual di Atas HET

BARANG SUBSIDI: Aktivitas bongkar muat tabung elpiji 3 kg di Pelabuhan Malundung. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tarakan, rencananya akan memanggil tiga agen pemasok gas elpiji 3 kilogram (kg) hari ini,  Rabu (14/3) sekira pukul 09.00 Wita. Hal itu sehubungan dengan masih ditemukannya tabung gas 3 kg yang akhir-akhir dijual mahal di tingkat pangkalan. Juga menyangkut dugaan adanya tabung gas tak sesuai isi.

“Besok ( hari ini) rencananya kami akan memanggil tiga agen untuk membicarakan soal ini. Jadi tunggu besok saja,” ungkap Tajuddin Tuwo, Kepala Disperindag Tarakan saat ditemui di kantornya.

Salah satu pembahasan yang hangat ialah terkait adanya pangkalan yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Ditegaskan Tajuddin, pihaknya tak segan-segan akan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin operasional kepada pemilik pangkalan yang terbukti menjual di atas HET sebesar Rp 16 ribu per tabung. “Akhir Desember 2017. Satu (pangkalan) yang berlokasi di Jalan Mulawarman sudah kami cabut izin operasionalnya karena tertangkap tangan menjual seharga Rp 30 ribu,” kata Tajuddin.

Namun, saat ditanya siapa oknum tersebut. Tajuddin tak menjelaskan secara rinci. “Yang jelas, agen tersebut sudah kami cabut izinnya. Dan tidak boleh lagi menjual tabung gas,” bebernya.

Menurut Tajuddin, tidak ada alasan bagi pangkalan menjual gas 3 kg Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung. Jika masyarakat menemukan kasus tersebut, segera melaporkan ke Disperindag. “Saat ini kan ada 180 pangkalan yang tersebar di seluruh Tarakan. Dan kami meminta untuk tidak menjual gas elpiji di atas harga yang telah ditentukan,” katanya.

“Kalau kami tahu lagi. Kami langsung cabut. Jadi, jika ada masyarakat yang menemukan langsung laporkan saja. Saya langsung perintahkan petugas untuk turun ke lapangan,” ucapnya.

Selain itu, yang tak kalah maraknya lagi soal masih banyaknya ditemukan tabung gas yang isinya tidak sesuai. “Kembalikan ke pangkalan jika menemukan seperti itu. Atau bisa juga bawa ke Disperindag untuk kami tindak lanjuti,” imbuhnya. Dari penelusuran media ini, penjualan di atas HET sudah bukan hal baru lagi. Itu terjadi di sebagian pangkalan. Harga paling termurah Rp 20 ribu, selisih Rp 3.500 dari HET yang hanya Rp 16.500.

Uniknya lagi, beberapa pemilik pangkalan menciptakan kesan jika elpiji melon tak dijual secara terbuka. “Jarang didapati, tabung yang masih berisi, terpajang di depan pangkalan. Kecuali baru diterima dari Pertamina. Atau dia pengecer. Kalau pangkalan ini, rata-rata punya gudang. Kadang masih ada stok, ngomongnya sudah habis. Gak ada yang mengawasi. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membelinya. Jadi susah dibedakan, yang mana berhak dan yang mana tidak. Rp 20 ribu itu harga se-Tarakan kayaknya,” kata sumber yang namanya enggan dikorankan. (eru/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*