MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 12:04
Orang Tua Urunan Bayar Gaji Guru Honorer
TERDAMPAK BOSDA: Gaji sejumlah tenaga honorer di SDN 1 Nunukan dibayarkan melalui sumbangan sukarela para orang tua siswa. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Gaji guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Nunukan tak dapat ditalangi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang tak kunjung cair. Komite sekolah berencana menggalang keikhlasan para orang tua murid mengumpulkan dana guna membayar jasa guru honorer.

Beberapa saat lalu sempat diberlakukan iuran dengan nominal Rp 40 ribu untuk satu orang tua murid. Itu juga dilakukan atas keikhlasan orang tua murid. Jika ada yang tak sanggup membayar tidak dipermasalahkan.

Namun, tak disangka ada seorang orang tua murid di SDN 1 Negeri Nunukan yang inisiatif memberikan dana sebesar Rp 32 juta untuk membayar gaji guru honorer di akhir 2017 lalu. “Ya, alhamdulillah dengan dana tersebut, jagi guru honorer untuk tiga triwulan ke depan tahun ini insyaallah aman. Sementara untuk triwulan terakhir di tahun 2017 sudah terbayarkan,” ungkap Ketua Komite SDN 1 Nunukan, Kadri yang enggan menyebutkan nama orang tua murid itu, Selasa (13/3).

Pengumpulan dana iuran sebesar Rp 40 ribu yang awalnya sudah terlanjur terlaksana pun akhirnya dikembalikan ke orang tua siswa masing-masing yang sempat membayar iuran.

Karena permasalahan yang sama berlanjut, maka para orang tua siswa kembali menyiapkan pembayaran iuran yang bertujuan membayar gaji guru honorer. “Jadi semua orang tua siswa sepakat jika nanti kembali seperti itu, mereka bersedia kembali melakukan pembayaran iuran bagi yang mampu dan mau, namun dengan syarat guru honorer yang mengajar bisa lebih giat lagi menjadi pahlawan tanpa jasa murid SDN 1 Nunukan,” beber Kadri.

Terpisah, kepala SDN 1 Nunukan Rahman yang dikonfirmasi hal tersebut pun membenarkannya. Pihaknya hanya memfasilitasi pihak komite mencari solusi atas permasalahan yang ada. Dalam hal ini pihaknya juga tidak bisa memaksakan keadaan pemerintah yang sedang kekurangan anggaran yang berdampak pada dana Bosda.

Adanya keberadaan komite memang diakuinya membantu pihak sekolah.  Ada 21 orang tenaga honorer termasuk guru pengajar yang hanya mengharapkan gaji dari dana Bosda. “Kalau dana BOS sebenarnya ada, tapi kan dari dana BOS pegawai honorer hanya mendapatkan Rp 300 ribu saja. Jika ada dana Bosda bertambah Rp 526 Ribu, tapi dana Bosda tidak cair, jadi hanya bisa digaji menggunakan dana BOS saja,” tutur Rahman.

Di luar daripada itu, pihak sekolah tidak pernah memungut biaya apapun kepada orang tua siswa. Jika ada permasalahan seperti tidak adanya dana yang harus dibayarkan kepada guru honorer, pihak komite yang nantinya akan mencari solusi.  “Jadi kalau untuk permasalahan itu, itu wewenangnya komite, tidak ada sangkut pautnya dengan sekolah. Sekali lagi kami hanya memfasilitasi,” terang Rahman. (raw/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .