MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 12:00
Powerbank Berdaya Besar Dilarang dalam Pesawat

Calon Penumpang Akan Ditanya Saat Check-in

Diatur : Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan peraturan mengenai ketentuan power bank yang boleh dibawa ke dalam pesawat. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Kementerian Perhubungan saat ini sudah mengeluarkan Surat Edaran nomor 15 tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel (powerbank) dan baterai lithium cadangan dalam pesawat udara.

Larangan ini memang bukan tanpa suatu alasan, pasalnya memang sangat membahayakan bagi pesawat. Kemenhub mengklaim akan ada potensi risiko bahaya meledak atau kebakaran pada powerbank atau baterai lithium cadangan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Elfi Amir mengatakan edaran itu merujuk aturan dari International Air Transport Association (IATA) yang melarang membawa powerbank ke kabin dengan daya di atas 160 watt-hours. Tetapi penumpang dapat membawa yang  100 watt-hours.

“Kalau di antara 100 sampai 160 watt hours itu, perlu adanya persetujuan dari airline dan ada surat pernyataan. Itu peraturan khusus untuk di kabin,” katanya.

Di bagasi dilarang sama sekali. Tidak diperbolehkan membawa sama sekali. Jadi kalau untuk di bagasi memang dilarang sama sekali dan harus dikeluarkan. “Kalau 100 watt-hours itu kalau dihitung ke formula rumus itu sekitar 27.000 milliampere (mAh) ke bawah. Kalau di atas 160 watt-hours sama sekali dilarang,” ujarnya.

Powerbank yang dibawa di pesawat juga tidak diperbolehkan terhubung dengan perangkat elektronik lain. Juga harus ditempatkan pada kabin dan dilarang pada bagasi. Peraturan ini memang dibuat untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemeriksaan menurutnya mudah. Sebab, di bagian powerbank tercatat kapasitas dayanya, maka akan gampang diperiksa. “Makanya yang membawa powerbank akan dilihat berapa mAh dayanya terlebih dahulu,” ujarnya.

Dan jika kedapatan untuk membawa dengan daya di atas yang telah dibatasi, maka diamankan. “Sosialisasi sangat dibutuhkan, agar penumpang tidak lagi kebingungan,” terangnya.

Dalam edaran kselamatan ini, maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan. (*/naa/hap/JPC/jpg/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .