MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 11:52
Tantangan Tersulit Membagi Waktu Antara Pekerjaan dan Keluarga

Mengenal Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Selor, Imelda Herawati Dewi Prihatin

HUMBLE: Ketua PN Tanjung Selor Imelda Herawati Dewi Prihatin saat beraktivitas di ruang kerjanya, Selasa (13/3). FITRIANI/ RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Menjadi wanita karier tidak semudah yang dibayangkan, apalagi harus berpisah dengan keluarga demi tugas yang sudah diamanatkan. Seperti yang dirasakan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, Imelda Herawati Dewi Prihatin yang harus terpisah pulau dengan keluarga kecilnya. Berikut cerita selengkapnya.

FITRIANI, Tanjung Selor

MEMILIKI karier yang cemerlang merupakan impian bagi semua orang, tak terkecuali Imelda Herawati Dewi Prihatin. Terinspirasi dari profesi sang ayah, membuat Imelda sapaan akrabnya juga tertarik ingin terjun sebagai praktisi hukum.

Mengawali cerita, Imelda banyak menghabiskan waktunya di berbagai daerah. Sebab keluarganya harus mengikuti sang ayah yang juga merupakan seorang hakim, berpindah-pindah tugas. Tak heran dari berbagai jenjang sekolah, Imelda pun selalu berpindah-pindah.

Saat duduk di bangku, Imelda menghabiskan masa belajarnya di SDN Pangudi Luhur Solo Provinsi Provinsi Jawa Tengah (Jateng), berlanjut ke SMPN 1 Tanah Grogot Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Setalah lulus dia langsung melanjutkan ke SMA diberbagai daerah.

Duduk di kelas satu SMA, Imelda masih belajar di Tanah Grogot Porvinsi Kaltim, lalu kelas dua pindah ke SMA Regina Pacis di Provinsi Jateng dan kelas tiga di SMA 1 Slamet Riyadi Bojonegoro Porvinsi Jawa Timur.

“Masa SMA saya dilalui ditiga provinsi,” ujar sulung dari tiga bersaudara ini sembari tersenyum.

Tidak sampai di situ saja, perempuan yang dulunya memiliki cita-cita masa kecil sebagai psikolog ini, melanjutkan pendidikannya di Universitas  Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) Bojonegoro dengan mengambil Fakultas Hukum.

Setelah mendapatkan gelar Strata 1 (S-1), pada tahun 2002 Imelda, langsung mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) calon hakim untuk Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri Jawa Tengah, dan tepat di tahun 2003 diangkat menjadi hakim pertama PN Tanah Grogot Kaltim.

Setelah itu, Imelda dimutasi pertama kali ke PN Bontang dan masih menjadi hakim biasa pada tahun 2007. Tepat di tahun 2011 Imelda kembali dimutasi lagi ke PN Tenggarong. Tak sampai di situ, perjalanan kariernya kembali harus menjelajahi tanah Kalimantan dengan bertugas di PN Batulicin tahun 2015. Setelah mengemban tugas sekitar 2 tahun sebagai wakil ketua PN di Kalsel, Imelda dimutasi menjadi Ketua PN di Tanjung Selor tahun 2017 lalu.

“Setelah jadi hakim baru saya lanjut S2 di Universitas Kadiri Bontang dan lulus tahun 2011,” tuturnya.

Selama menjalani karier, hampir tidak ada kesulitan yang didapatkan. Sebab sebelum menjadi hakim dia sudah tahu bagaimana risiko pekerjaannya, dimulai harus pindah tugas ke berbagai kota maupun tanggapan dari masyarakat dari yang baik hingga yang buruk.

Berbagai pengalaman sudah dirasakan seperti jika ada pihak-pihak yang tidak puas dengan keputusan pengadilan. Ada yang menyampaikan rasa tidak puasnya melalui jalur hukum, juga ada yang mengekspresikan dengan cara lainnya. “Saya sudah pernah rasakan semua suka dukanya,” tutur Imelda.

Wanita kelahiran Solo, 9 Agustus 1975 mengatakan, sebenarnya semua perkara sama beratnya, tidak ada perkara yang kecil mungkin hanya dampak dari perkara misalnya dampak pada masyarakat yang lebih luas, perbedaannya hanya itu.  Seperti kasus pembunuhan, tindak pidana korupsi (Tipikor) karena dulunya masih kewenangan PN sebelum terbentuk pengadilan Tipikor.

“Saya di Tanah Grogot dan Bontang dulu pernah. Tipikor dulu bermacam-macam ada swasta, legislatif maupun kepala daerah. Penanganannya sama, hanya kadang orang yang punya latar belakang politik atau organisasi memiliki massa tapi itu sudah biasa,” ungkapnya.

Sebagai perempuan, Imelda dinilai berani. Pengalaman dijaga oleh pihak kepolisian juga pernah dirasakan, terutama jika menangani perkara yang menarik perhatian masyarakat. Memang untuk perkara seperti itu biasanya dari awal sudah meminta bantuan untuk pengamanan sidang. Jadi sudah ada skema jika keadaan darurat.

Sebenarnya tantangan hakim perempuan untuk teknis persidangan kantor sudah pasti mampu, yang berat kata Imelda, hanya bagaimana membagi waktu dengan keluarga karena sangat jarang bisa berkumpul disatu tempat tugas.

Perempuan yang menikah tahun 2015 ini sudah merasakannya, karena sang suami H. Muhammad Al Baedani, SH juga bekerja di PN Tenggarong menjabat sebagai Kasubag Umum. Tantangannya jauh dari keluarga dan sulit membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

“Contohnya kalau suami sakit tidak bisa langsung datang merawat, saat ulang tahun kita tidak bisa kumpul. Untuk hakim perempuan berat di keluarga karena jika untuk kemampuan yuridisnya saya yakin mampu,” ujar perempuan golongan Hakim Madya ini.

Meski jauh tapi pasangan, dia tetap berupaya dalam satu bulan bisa bertemu, terkadang sang suami mengunjunginya ke Ibu Kota Provinsi Kaltara. Sebaliknya dia juga terkadang mengunjungi sang suami. “Saling mengunjungi saja untuk bisa menghabiskan quality time bersama,” sebutnya.

Terlebih jika ada tanggal merah maka bertemu suami juga akan lebih lama. Tak jarang Imelda juga memanfaatkan  cuti tahunan biasanya diambil pada saat awal Ramadan, selama seminggu sehingga bisa berkumpul dengan keluarganya di awal bulan suci yang datangnya sekali setahun itu.

“Minggu kedua Ramadan kembali lagi, karena cuti lebaran bisa lebih panjang sehingga bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Pintar-pintar menyiasati saja kalau menurut saya,” jelas perempuan ramah itu.

Bagi Imelda, perjalanan kariernya memang masih panjang. Dia harus bisa memanfaatkannya. Hal itu bisa dijalankan berkat dukungan sang suami, yang sudah sangat paham dengan pekerjaan sang istri. Sebab Imelda menikah saat sudah menjadi hakim.

 “Sebelum menikah suami sudah tahu konsekuensi, jadi kembali lagi ke komitmen awal. Karena kenalnya juga dulu di tempat kerja,” tuturnya.

Sekitar 4 bulan setelah menikah, Imelda sudah langsung berpisah jarak dengan suami karena dipindah tugaskan di Batulicin. Tetapi komunikasi tetap lancar terlebih saat ini sudah banyak aplikasi yang mendukung untuk melakukan panggilan suara maupun panggilan video. “Alhamdulillah saling melengkapi saja,” ungkapnya.

Selama dia, menjabat sebagai Ketua PN Tanjung Selor juga sudah banyak melakukan perubahan, yang paling utama yakni sudah mempunyai pelayanan terpadu satu pintu, konsepnya semua pelayanan sudah terbuka, tidak ada lagi pelayanan di dalam ruangan atau secara pribadi.

Sehingga semua sifatnya terbuka dan transparan. Hal ini untuk meminimalisir adanya pungutan liar (pungli) dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Itu yang ditekankan.

“Pelayanan terhadap masyarakat yang menunggu sidang sudah kami perbaiki ruang tunggunya dinyamankan dan sudah ada ukuran pelayanan tidak boleh terlalu lama. Ada kotak saran, kotak puas dan tidak puas jadi pelayanan kepada masyarakat semua terpenuhi,” tutur Imelda mengakhiri. (***/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:50

Kursi Kepala Bappeda Tak Diminati

TANJUNG SELOR - Pendaftaran dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:49

Pekan Depan KUA-PPAS Dibahas

TANJUNG SELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:48

Nilai Ekspor SDA Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Biro Perekonomian akan memproyeksikan jumlah produksi…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:47

DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan

TANJUNG SELOR – Belum dibeberkannya hasil uji sampel dugaan beras plastik dari inspeksi mendadak…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:46

KPU Belum Terima Laporan Masyarakat

TANJUNG SELOR – Hampir 10 hari pasca ditetapkannya bakal calon legislatif (bacaleg) sebagai daftar…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:24

Bravo...!!! Polda Berhasil Ungkap Jaringan Perampok Tambak

TANJUNG SELOR - Jajaran Kepolisian Polda Kaltara berhasil mengungkap pelaku perampokan di wilayah Kaltara,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:48

KNKT Rekomendasikan Mesin Tempel Diganti

TANJUNG SELOR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kapal yang mengangkut…

Senin, 20 Agustus 2018 20:43

Bandara Jadi Terhambat, Pemilik Lahan Bantah Tak Miliki Sertifikat

TANJUNG SELOR – Permasalahan pembebasan lahan masyarakat yang bersinggungan dengan proyek perpanjangan…

Senin, 20 Agustus 2018 17:18

Tambang Emas Ilegal Sekatak Masih Beroperasi

TANJUNG SELOR - Masalah pertambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak yang hingga kini masih beroperasi…

Senin, 20 Agustus 2018 17:17

Libatkan Akademisi Kembangankan Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR - Sebagai upaya membuat dan menciptakan petani yang memiliki wawasan dan intelektual yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .