MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 11:27
Makin Bebas, Pengecer BBM Harus Ditindak
HARUS DICEGAH: Pengecer BBM yang semakin bebas menjual BBM, seharusnya dilakukan penindakan oleh pemerintah setempat atau aparat hukum. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini semakin bebas, bahkan pemerintah setempat belum pernah melakukan penindakan. Untuk itu, hal ini perlu segera ditindak untuk mewujudkan BBM satu harga di perbatasan.

Seperti diungkapkan salah seorang pemilik Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) Cahaya Soppeng, Hj. Yuliana. Diungkapkannya, untuk penyaluran BBM saat ini telah diawasi. Untuk APMS sendiri hanya menjual BBM kepada sub penyalur yang telah memiliki izin dari Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan. “BBM saat ini disalurkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Hj. Yuliana kepada media ini kemarin.

Ia menjelaskan, untuk penyaluran BBM kepada sub penyalur yang memiliki izin dilakukan saat selesai pelayanan umum. Untuk di Sebatik dilakukan pada malam hari. Karena untuk siang hari hanya mengisi BBM untuk kendaraan roda dua dan empat.

Jika ada pelayanan pada malam hari dan dilakukan pengisian BBM ke drum, katanya, penyaluran BBM tersebut bukan untuk pengecer, melainkan untuk sub penyalur resmi. “Untuk APMS di Sebatik tiap hari masyarakat antre dan alhamdulillah semua terlayani dengan baik,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk penyaluran BBM dengan baik seharusnya yang harus dibenahi adalah pengecer BBM. Karena saat ini telah ada sub penyalur resmi. Sehingga masyarakat tidak sulit lagi untuk mendapatkan BBM. Jika habis di APMS, masyarakat dapat membeli di sub penyalur dengan harga yang tidak jauh berbeda.

Selain itu, untuk menerapkan BBM satu harga di perbatasan maka pengecer harus ditertibkan terlebih dahulu. Karena jika masih ada yang menjual di pengecer, maka BBM tidak dapat dikatakan satu harga, melainkan banyak harga. “Saya menginginkan penjualan BBM dilakukan sesuai aturan, jadi tidak ada lagi BBM dijual bebas,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) 1 Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Muktar SH mengatakan, upaya yang telah dilakukan Pemkab Nunukan untuk mengatasi penjualan BBM eceran telah ada. Namun, penjulan BBM di pengecer tetap masih terjadi hingga saat ini. “Pemkab Nunukan telah menyurati APMS yang ada, jangan ada yang menjual BBM ke pengecer,” kata Muktar.

Namun hal tersebut tidak dapat terlaksana dengan baik. Karena masih banyak cara yang dilakukan oleh para pengecer untuk mendapatkan BBM di APMS. Adanya antre panjang di APMS, dipastikan bukan masyarakat umum melainkan pengecer. “Selanjutnya akan diupayakan lagi, agar di APMS ini tidak bebas menjual BBM. Jadi perlu dilihat siapa yang sering mengambil BBM di APMS dan perlu dilakukan pendataan,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:53

WNI Diserahkan ke Imigrasi Tawau

NUNUKAN – Empat orang WNI yang ditangkap aparat Malaysia saat operasi gabungan yang dilakukan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:18

Korban Minta Polisi Tidak Berlarut-larut

NUNUKAN – Orang tua murid di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Nunukan meminta polisi…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:15

Seorang Anak Nyaris Diculik dan Dibawa ke Malaysia

NUNUKAN – Kasus dugaan penculikan anak terjadi di Nunukan. Insiden itu menimpa M. Wahab, anak…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:53

Tidak Langka, tapi Harga Terkerek

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan memastikan hingga…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:50

Media Jadi Objek Penelitian Kemhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menyambangi Kabupaten Nunukan. Tim Badan Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .