MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 11:47
Jual Beli 'Rumah PNS' Melanggar
RAMAI DIPERJUALBELIKAN: Kondisi Perumahan Korpri di Kelurahan Juata Permai. YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus jual beli rumah pegawai negeri sipil (PNS) di Perumahan Korpri sudah bukan hal baru. Bahkan, siapa saja sudah bisa memilikinya.

Salah satu warga yang berdomisili di kawasan itu, AN mengaku telah membeli salah satu rumah PNS tersebut sejak 6 tahun lalu. Rumah yang dibelinya sangat murah. “Dulu aku beli rumah ini masih murah bah. Masih Rp 60 jutaan waktu itu,” tutur AN dengan logat khas Kaltara.

Tak hanya itu, karyawan perusahaan swasta ini mengaku tidak keberatan jika harus bolak balik kota menuju Juata Permai setiap hari. Baginya, yang terpenting bisa memiliki rumah dengan harga murah.  Informasi yang diperoleh AN, sebenarnya masih ada beberapa rumah di perumahan PNS yang kemungkinan mau dijual pemiliknya. Namun, yang menjadi pertimbangan harganya lebih mahal.

Tak jauh dari lokasi tersebut, warga lainnya ML mengaku nyaris membeli salah satu rumah PNS. Akan tetapi, karena pemilik rumah tersebut mengurungkan niat menjualnya, ML hanya mengontrak hingga sekarang. “Kemarin rencana mau beli, tapi sekarang kalau mau beli uangnya sudah kepakai. Orangnya pun sudah tidak mau jual. Kalau mau jual banyak orang mau jual di sini karena orangnya sudah pindah-pindah dinas,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Lapangan dari Perumas V Tarakan Syamsul mengungkapkan, sebagai salah satu pelaksana kegiatan pembangunan perumahan PNS, pihaknya tidak tahu menahu persoalan perjanjian hak guna perumahan. Kewenangan pihaknya hanya membangun perumahan dan melengkapi fasilitasnya. Data yang ada dipihaknya pun hanya data pemilik pertama dari rumah-rumah itu. “Kalau permasalahan itu (jual beli) kami tidak tahu. Karena itu pertanggungjawabannya dari PNS langsung ke Pemerintah Kota (Pemkot). Kami di sini tetap memegang data yang dasar, data pemilik pertama,” katanya, Senin (13/3).

DIJUAL ONLINE

Perumahan di Kelurahan Juata Permai juga ramai diperjualbelikan secara online. Mulai dari yang sudah direnovasi, bersertifikat hak milik (SHM), hingga dengan luas tanah 10 x 18 meter.

Salah satu sumber yang enggan menyebutkan namanya mengakui kalau ia menjual rumahnya. Ia berani menjamin bahwa rumah yang akan dijualnya itu aman untuk dimiliki masyarakat umum. “Aman pak, aman banget pak. 200 persen aman,” tutur sumber tersebut.

Pengakuannya yang lain, jika beberapa calon pembeli masih bernegosiasi. “Menawar berapa? Kalau cocok bisa aja,” imbuhnya. 

Menurutnya, sudah banyak calon pembeli yang menanyakan penawaran rumah tersebut. Namun, belum ada yang deal. Beberapa terkendala soal pinjaman di bank. Di salah satu grup jual beli properti khusus Tarakan juga ditemukan hal serupa. Beberapa akun mengunggah perumahan itu.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan bahwa ini merupakan persoalan yang cukup serius untuk ditindaklanjuti. Ia pun melarang keras rumah PNS diperjualbelikan ke masyarakat umum karena memang diperuntukkan bagi kesejahteraan PNS.

Arief menyayangkan jika hal itu sampai dilakukan PNS. Rumah yang mestinya ditawarkan untuk kesejahteraan pegawai, justru dijadikan investasi. Hal ini sudah di luar dari esensi dibangunnya perumahan. “Kalau bicara tentang aturan tidak boleh, dan tujuan untuk dibangun tidak membolehkan diperjualbelikan seperti itu. Artinya dia sudah tidak sesuai dengan sasarannya. Kita mau mensejahterakan pegawai, bagaimana pegawai di akhir jabatannya lalu dia punya perumahan dan tempat tinggal. Sehingga kalau dia menjualnya melanggar aturan. Tidak boleh,” kata Arief tegas, Jumat (9/3) lalu.

Dirinya juga menegaskan bakal memberi sanki bagi oknum PNS yang kedapatan menjual rumahnya untuk masyarakat umum. “Yang jelas kalau PNS menjual ke umum, tidak boleh. Pasti ada sanksinya, semua ada aturannya,” pungkasnya. (*/shy/eru/lim)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:19

Arkanata Akram Menjadi Saksi Sportivitas Pecinta Sepakbola

Menyaksikan Final Piala Dunia Rusia 2018 asyiknya dengan nonton bareng (nobar). Seperti kemeriahan nobar…

Senin, 16 Juli 2018 16:17

BNNP Berharap Gedung Rehabilitasi Dihibahkan

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara berharap gedung rehabilitasi pengguna…

Senin, 16 Juli 2018 16:16

Pura-Pura Miskin Tidak Diterima

Jalur keluarga miskin (gakin) dengan kuota minimal 50 persen, dengan maskimal tidak terbatas dimanfaatkan…

Senin, 16 Juli 2018 16:15

Manipulasi SKTM, Tindak Tim Verifikasi

PENGGUNAAN surat keterangan tidak mampu (SKTM) oleh masyarakat yang tergolong mampu, membuat sistem…

Senin, 16 Juli 2018 16:13

Selamatkan Diri, Lempar Anak Lewat Jendela

TARAKAN - Apa pun pasti akan dilakukan seorang ibu saat mendapati buah hatinya dalam bahaya. Begitu…

Senin, 16 Juli 2018 09:14

Negosiasi Berjam-jam, Pelantikan FPI Batal

TARAKAN – Ratusan personel dari TNI dan Polri, Sabtu (14/7) melakukan pengamanan di terminal Bandara…

Senin, 16 Juli 2018 09:13

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf KEDATANGAN Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) di Kota Tarakan,…

Senin, 16 Juli 2018 09:12

Wisata Asyik ke Embung Geomembran

SELAIN menawarkan banyak wisata budaya, masih ada satu wisata yang enggak kalah menarik dan wajib banget…

Senin, 16 Juli 2018 09:10

Jalan Gunung Selatan Jadi Lokasi TPS

TARAKAN– Jalan Gunung Selatan yang sebenarnya merupakan “paru-paru” bagi Bumi Paguntaka…

Senin, 16 Juli 2018 08:57

INGAT..!! Beras Sachet untuk Masyarakat Kecil

PENDISTRIBUSIAN beras sachet dari Perum Bulog telah tersebar di sebagian wilayah Jawa, sebagai uji coba.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .