MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 10:58
Mutasi Tak Gunakan Regulasi Anjab-ABK

Hanya Berdasarkan Kebutuhan OPD Saja

URGENSI: Mutasi ASN kemarin, tidak berdasarkan analisa jabatan dan analisa beban kerja hanya berdasarkan kebutuhan masing-masing perangkat daerah. RIKO ADITYA/RADAR NUNUNKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kekosongan sejumlah jabatan administrasi struktural di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaksa Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) melakukan mutasi aparatur sipil negara (ASN) Maret ini.

Sayangnya, dalam proses mutasi dan penempatan ASN pada jabatan adminstrasi justru tak berdasarkan analisas jabatan (Anjab) dan analisa beban kerja (ABK) ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Hal ini terlihat dari proses pergantian posisi ASN di sebuah jabatan. Bahkan, diantaranya hanya bertukar posisi saja.

Seperti diketahui, Anjab dan ABK ini menjadi patokan penting bagi Pemkab Nunukan untuk mengusulkan jumlah kebutuhan ASN. Sehingga, formasi penerimaan calon ASN dapat menyesuaikan kebutuhan. Hal ini juga berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) tertanggal 25 April 2017 yang ditujukan kepada instansi pusat dan daerah tentang pengajuan ASN.

Perencanaan kebutuhan pegawai suatu instansi mutlak diperlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai yang tepat baik jumlah dan waktu, maupun kualitas. Melalui studi analisis beban kerja yang dilakukan akan dapat memberikan gambaran pegawai yang dibutuhkan baik kuantitatif maupun kualitatif yang dirinci menurut jabatan dan unit kerja.

Kepala Bagian Organisasi (Kabag) Organisasi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Kaharuddin Tokkong SS membenarkan hal tersebut. Sebab, proses anjab dan ABK yang seharusnya tuntas dan dijadikan sebagai dasar penempatan ASN sampai saat ini belum tuntas. Karena, 2017 lalu terhenti akibat minimnya anggaran pelaksanaan yang diberikan. “Baru 13 OPD yang dilakukan. Karena anggarannya baru diberikan pada APBD perubahan 2017 lalu,” kata Kaharuddin kepada media ini.

Jika harus berdasarkan anjab dan ABK dalam penempatan ASN tentunya sudah tidak dapat dilakukan pada mutasi ini. Sebab, pelaksanaannya memang belum tuntas. Makanya, sampai saat ini belum dilaporkan ke Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan.

“Saya kira, memang seharusnya menyesuaikan anjab dan ABK sebelum melakukan mutasi. Jadi untuk tahun-tahun berikutnya saya yakin sudah bisa dilakukan. Tapi, sebelum mutasi ini berlangsung, Baperjakat dan kepala daerah sudah mempertimbangkan siapa saja ASN yang dipilih menduduki jabatan. Karena memang banyak jabatan saat ini yang kosong,” jelasnya.

Untuk 2018 ini, telah dianggarkan kembali proses anjab dan ABK di sejumlah OPD. Termasuk OPD yang kurang dan menyelesaikan seluruh rangkaian anjab dan ABK yang sempat tertunda. “Target di Juni 2018 sudah tuntas anjab dan ABK ini. Karena, dengan dasar ini akan digunakan sebagai pengusulan ASN dan hal-hal yang berkaitan dengan pengisian jabatan,” bebernya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Nunukan Sabri mengatakan, mutasi yang dilakukan ini bersifat penting. Sehingga tidak dapat menunggu anjab dan ABK lagi. Apa lagi, penempatan ASN, khususnya jabatan administrasi juga menyesuaikan kemampuan ASN dan kebutuhan di setiap OPD. “Untuk mutasi ini memang sudah menyesuaikan ASN yang dianggap mampu mengemban amanah yang diberikan,” tutur Sabri.

Kalau secara detail untuk anjab dan ABK itu memang tidak dilakukan sebagai dasar mutasi. Hanya saja secara umum. Apa lagi di beberapa OPD itu memang sejumlah jabatan kosong dan perlu diisi. “Sesuai kebutuhan organisasi, maka sejumlah ASN yang dibutuhkan dialihkan,” ujarnya. (oy/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:38

ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan

NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik…

Rabu, 16 Mei 2018 11:24

Stok Blangko Cukup, Server Gangguan

NUNUKAN — Pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP kembali terganggu. Server…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .