MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 10:58
Mutasi Tak Gunakan Regulasi Anjab-ABK

Hanya Berdasarkan Kebutuhan OPD Saja

URGENSI: Mutasi ASN kemarin, tidak berdasarkan analisa jabatan dan analisa beban kerja hanya berdasarkan kebutuhan masing-masing perangkat daerah. RIKO ADITYA/RADAR NUNUNKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kekosongan sejumlah jabatan administrasi struktural di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaksa Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) melakukan mutasi aparatur sipil negara (ASN) Maret ini.

Sayangnya, dalam proses mutasi dan penempatan ASN pada jabatan adminstrasi justru tak berdasarkan analisas jabatan (Anjab) dan analisa beban kerja (ABK) ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Hal ini terlihat dari proses pergantian posisi ASN di sebuah jabatan. Bahkan, diantaranya hanya bertukar posisi saja.

Seperti diketahui, Anjab dan ABK ini menjadi patokan penting bagi Pemkab Nunukan untuk mengusulkan jumlah kebutuhan ASN. Sehingga, formasi penerimaan calon ASN dapat menyesuaikan kebutuhan. Hal ini juga berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) tertanggal 25 April 2017 yang ditujukan kepada instansi pusat dan daerah tentang pengajuan ASN.

Perencanaan kebutuhan pegawai suatu instansi mutlak diperlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai yang tepat baik jumlah dan waktu, maupun kualitas. Melalui studi analisis beban kerja yang dilakukan akan dapat memberikan gambaran pegawai yang dibutuhkan baik kuantitatif maupun kualitatif yang dirinci menurut jabatan dan unit kerja.

Kepala Bagian Organisasi (Kabag) Organisasi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Kaharuddin Tokkong SS membenarkan hal tersebut. Sebab, proses anjab dan ABK yang seharusnya tuntas dan dijadikan sebagai dasar penempatan ASN sampai saat ini belum tuntas. Karena, 2017 lalu terhenti akibat minimnya anggaran pelaksanaan yang diberikan. “Baru 13 OPD yang dilakukan. Karena anggarannya baru diberikan pada APBD perubahan 2017 lalu,” kata Kaharuddin kepada media ini.

Jika harus berdasarkan anjab dan ABK dalam penempatan ASN tentunya sudah tidak dapat dilakukan pada mutasi ini. Sebab, pelaksanaannya memang belum tuntas. Makanya, sampai saat ini belum dilaporkan ke Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan.

“Saya kira, memang seharusnya menyesuaikan anjab dan ABK sebelum melakukan mutasi. Jadi untuk tahun-tahun berikutnya saya yakin sudah bisa dilakukan. Tapi, sebelum mutasi ini berlangsung, Baperjakat dan kepala daerah sudah mempertimbangkan siapa saja ASN yang dipilih menduduki jabatan. Karena memang banyak jabatan saat ini yang kosong,” jelasnya.

Untuk 2018 ini, telah dianggarkan kembali proses anjab dan ABK di sejumlah OPD. Termasuk OPD yang kurang dan menyelesaikan seluruh rangkaian anjab dan ABK yang sempat tertunda. “Target di Juni 2018 sudah tuntas anjab dan ABK ini. Karena, dengan dasar ini akan digunakan sebagai pengusulan ASN dan hal-hal yang berkaitan dengan pengisian jabatan,” bebernya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Nunukan Sabri mengatakan, mutasi yang dilakukan ini bersifat penting. Sehingga tidak dapat menunggu anjab dan ABK lagi. Apa lagi, penempatan ASN, khususnya jabatan administrasi juga menyesuaikan kemampuan ASN dan kebutuhan di setiap OPD. “Untuk mutasi ini memang sudah menyesuaikan ASN yang dianggap mampu mengemban amanah yang diberikan,” tutur Sabri.

Kalau secara detail untuk anjab dan ABK itu memang tidak dilakukan sebagai dasar mutasi. Hanya saja secara umum. Apa lagi di beberapa OPD itu memang sejumlah jabatan kosong dan perlu diisi. “Sesuai kebutuhan organisasi, maka sejumlah ASN yang dibutuhkan dialihkan,” ujarnya. (oy/nri)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .