MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:48
Rela Menempuh Perjalanan Jauh demi Cita-Cita

Beasiswa Pendidikan Anak BMI ke Indonesia

MENERIMA BEASISWA: Kepala KJRI kota Kinabalu, Krisma Djeilani menyerahkan secara simbolis kepada anak BMI Sabah dan Sarawak untuk menerima Beasiswa Repatriasi 2018 Kemendikbud. ISTIMEWA

PROKAL.CO, Angin segar bagi Anak Buruh Migran Indonesia (BMI) yang mengenyam pendidikan di Community Learning Centre (CLC) dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sabah dan Sarawak, Malaysia. Mereka mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di tanah air.

Asrullah, Nunukan

Jauh dari negara asal, tak membuat para BMI beserta anak-anak mereka untuk melupakan kampung halaman di Indonesia. Keingan mengenyam pendidikan di tanah air juga selalu mereka tunggu-tunggu. Sebab, bagi mereka berada di negara orang tetap tak senyaman berada di negara sendiri.

Seperti yang dilakukan salah seorang pelajar CLC Anisa Nurul yang rela menempuh perjalanan 9 jam dari perkebunan sawit di Malaysia, untuk bisa menjadi salah satu dari 100 anak yang diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui beasiswa Repatrasi 2018. Anisa bertekad melanjutkan pendidikan untuk bisa meraih cita-citanya sejak kecil menjadi seorang guru.

Untuk diketahui, program ini merupakan program langsung yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang masih peduli terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negara.

Alasa terbesarnya Anisa mewujdukan cita-citnya,  menjadi seorang guru lantaran melihat lingkungan tempat tinggalnya yang berada di area pekebunan sawit, anak seusianya tidak bisa leluasa mendapatkan pendidikan. “Saya ingin membanggakan keluarga. Walaupun orang tua saya bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit,” ucap Anisa.

Sementara itu, Kepala Konsulat Jendera Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu (KK) Krishna Djelani menyampaikan, beasiswa dari Kemendibud merupakan perhatian serius terkait pendidikan anak BMI yang ada di Sabah dan Sarawak. Selain memberikan beasiswa, ratusan tenaga pengajar juga dikerahkan.

“Jumlah guru ada 300 orang. Karena mengenyam pendidikan merupakan hak bagi setiap anak Indonesia,” tegas mantan Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau ini.

Diketahui, selain beasiswa Repatrasi 2018 untuk 100 orang anak yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di tanah air. Beasiswa Sabah Bridge melalui inisiasi tenaga pengajar CLC Sabah, sejak 2015 menyalurkan sebanyak 66 pelajar ke tanah air. Dan tahun ini sebanyak 81 orang. Harapanyan dengan peningkatan pendidikan dapat membantu anak-anak BMI yang bekerja di perkebunan keluar dari lingkaran kemiskinan. (***/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:28

Ribuan Warga Antar Aldy ke Makam Pahlawan

NUNUKAN – Ribuan warga menjemput dan mengantar jenazah Bharatu Anumerta…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:19

Sekolah di Perbatasan Butuh Perhatian

NUNUKAN – Salah satu sekolah di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:17

Pesta Demokrasi Berlangsung ‘Ricuh’

NUNUKAN – Sejumlah kericuhan terjadi dalam pesta demokrasi hingga penanganan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Satgas Siap Bersihkan Pengecer Ilegal

NUNUKAN – Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg)…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Penyelundupan Produk Malaysia Masih Terjadi

NUNUKAN – Pasca penangkapan tiga perahu yang diamankan Polda Kalimantan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*