MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:48
Rela Menempuh Perjalanan Jauh demi Cita-Cita

Beasiswa Pendidikan Anak BMI ke Indonesia

MENERIMA BEASISWA: Kepala KJRI kota Kinabalu, Krisma Djeilani menyerahkan secara simbolis kepada anak BMI Sabah dan Sarawak untuk menerima Beasiswa Repatriasi 2018 Kemendikbud. ISTIMEWA

PROKAL.CO, Angin segar bagi Anak Buruh Migran Indonesia (BMI) yang mengenyam pendidikan di Community Learning Centre (CLC) dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sabah dan Sarawak, Malaysia. Mereka mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di tanah air.

Asrullah, Nunukan

Jauh dari negara asal, tak membuat para BMI beserta anak-anak mereka untuk melupakan kampung halaman di Indonesia. Keingan mengenyam pendidikan di tanah air juga selalu mereka tunggu-tunggu. Sebab, bagi mereka berada di negara orang tetap tak senyaman berada di negara sendiri.

Seperti yang dilakukan salah seorang pelajar CLC Anisa Nurul yang rela menempuh perjalanan 9 jam dari perkebunan sawit di Malaysia, untuk bisa menjadi salah satu dari 100 anak yang diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui beasiswa Repatrasi 2018. Anisa bertekad melanjutkan pendidikan untuk bisa meraih cita-citanya sejak kecil menjadi seorang guru.

Untuk diketahui, program ini merupakan program langsung yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang masih peduli terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negara.

Alasa terbesarnya Anisa mewujdukan cita-citnya,  menjadi seorang guru lantaran melihat lingkungan tempat tinggalnya yang berada di area pekebunan sawit, anak seusianya tidak bisa leluasa mendapatkan pendidikan. “Saya ingin membanggakan keluarga. Walaupun orang tua saya bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit,” ucap Anisa.

Sementara itu, Kepala Konsulat Jendera Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu (KK) Krishna Djelani menyampaikan, beasiswa dari Kemendibud merupakan perhatian serius terkait pendidikan anak BMI yang ada di Sabah dan Sarawak. Selain memberikan beasiswa, ratusan tenaga pengajar juga dikerahkan.

“Jumlah guru ada 300 orang. Karena mengenyam pendidikan merupakan hak bagi setiap anak Indonesia,” tegas mantan Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau ini.

Diketahui, selain beasiswa Repatrasi 2018 untuk 100 orang anak yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di tanah air. Beasiswa Sabah Bridge melalui inisiasi tenaga pengajar CLC Sabah, sejak 2015 menyalurkan sebanyak 66 pelajar ke tanah air. Dan tahun ini sebanyak 81 orang. Harapanyan dengan peningkatan pendidikan dapat membantu anak-anak BMI yang bekerja di perkebunan keluar dari lingkaran kemiskinan. (***/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .