MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:20
Pengecer Ilegal Masih Beroperasi

BBM Subsidi Harus Sesuai Peruntukan

BEBAS DIJUAL: BBM yang dijual pengecer masih sulit dibendung, karena masih mudah didapatkan di SPBU atau APMS. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual pengecer masih bebas. Hingga saat ini belum ada tindakan dilakukan dari pihak manapun baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, maupun aparat.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa mengatakan, penjual BBM eceran harus diawasi dengan ketat, terutama BBM bersubsidi jenis premium yang seharusnya dinikmati langsung masyarakat. Namun saat ini ada dijual bebas oleh pengecer.

“Saya titip dengan aparat, untuk mengawasi jika ada BBM bersubsidi disalah gunakan, karena BPH Migas tidak dapat mengawasi seluruh wilayah di Indonesia,” kata Fanshurullah Asa.

Jika BBM disalah gunakan, warga bisa melaporkan ke pihak aparat maupun langsung ke BPH Migas. Tugas dari BPH Migas sendiri adalah, mewujudkan keadilan harga, keadilan ketersedian BBM dan keadilan distribusi.

Lanjut dia, untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai penyalur. Dapat didistribusikan ke sub penyalur yang resmi, bukan menyalurkan ke pertamini. Karena pertamini saat ini adalah ilegal yang belum memiliki izin.

Menurutnya, untuk itu perlu dilakukan sosialisi dengan baik kepada sub penyalur yang tidak resmi. Jika masih tetap berjualan dengan cara tidak resmi, perlu dilakukan penindakan. Ke depan yang ingin berjualan BBM dengan cara resmi dapat mengajukan izin ke pemerintah.

Untuk membuat sub penyalur, kata Fanshurullah, tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, minimal dapat menyiapkan dana sebesar Rp 50 juta. Berbeda dengan SPBU harus menyiapkan anggaran hingga miliaran rupiah, baru dapat mendirikan satu SPBU. “Jika ada sub penyalur ini dapat membantu masyarakat juga, dengan begitu pemerintah dapat mengatur keberadaan sub penyalur,” tambahnya.

Sementara itu, Retail Fuel Marketing Region VI Manager PT Pertamina, Rama Suhut, untuk di Nunukan telah ada sembilan penyalur BBM. Namun masih ada daerah yang sulit dijangkau untuk penyaluran seperti di Kecamatan Krayan.

“Untuk pengawasan BBM ini harus butuh kerja sama dari masyarakat sendiri,” kata Rama Suhut.

Ia menjelaskan, harga BBM Pertamina telah mengeluarkan dua jenis harga, yakni harga subsidi dan harga non subsidi. Untuk BBM yang dijual dengan harga subsidi harus benar-benar dinikmati masyarkat. Bukan untuk kepentingan lain.

“BBM subsidi seharusnya hanya dijual kepada masyarakat saja. Melalui penyalur resmi,” ujarnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:38

ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan

NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik…

Rabu, 16 Mei 2018 11:24

Stok Blangko Cukup, Server Gangguan

NUNUKAN — Pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP kembali terganggu. Server…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .