MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:20
Pengecer Ilegal Masih Beroperasi

BBM Subsidi Harus Sesuai Peruntukan

BEBAS DIJUAL: BBM yang dijual pengecer masih sulit dibendung, karena masih mudah didapatkan di SPBU atau APMS. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual pengecer masih bebas. Hingga saat ini belum ada tindakan dilakukan dari pihak manapun baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, maupun aparat.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa mengatakan, penjual BBM eceran harus diawasi dengan ketat, terutama BBM bersubsidi jenis premium yang seharusnya dinikmati langsung masyarakat. Namun saat ini ada dijual bebas oleh pengecer.

“Saya titip dengan aparat, untuk mengawasi jika ada BBM bersubsidi disalah gunakan, karena BPH Migas tidak dapat mengawasi seluruh wilayah di Indonesia,” kata Fanshurullah Asa.

Jika BBM disalah gunakan, warga bisa melaporkan ke pihak aparat maupun langsung ke BPH Migas. Tugas dari BPH Migas sendiri adalah, mewujudkan keadilan harga, keadilan ketersedian BBM dan keadilan distribusi.

Lanjut dia, untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai penyalur. Dapat didistribusikan ke sub penyalur yang resmi, bukan menyalurkan ke pertamini. Karena pertamini saat ini adalah ilegal yang belum memiliki izin.

Menurutnya, untuk itu perlu dilakukan sosialisi dengan baik kepada sub penyalur yang tidak resmi. Jika masih tetap berjualan dengan cara tidak resmi, perlu dilakukan penindakan. Ke depan yang ingin berjualan BBM dengan cara resmi dapat mengajukan izin ke pemerintah.

Untuk membuat sub penyalur, kata Fanshurullah, tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, minimal dapat menyiapkan dana sebesar Rp 50 juta. Berbeda dengan SPBU harus menyiapkan anggaran hingga miliaran rupiah, baru dapat mendirikan satu SPBU. “Jika ada sub penyalur ini dapat membantu masyarakat juga, dengan begitu pemerintah dapat mengatur keberadaan sub penyalur,” tambahnya.

Sementara itu, Retail Fuel Marketing Region VI Manager PT Pertamina, Rama Suhut, untuk di Nunukan telah ada sembilan penyalur BBM. Namun masih ada daerah yang sulit dijangkau untuk penyaluran seperti di Kecamatan Krayan.

“Untuk pengawasan BBM ini harus butuh kerja sama dari masyarakat sendiri,” kata Rama Suhut.

Ia menjelaskan, harga BBM Pertamina telah mengeluarkan dua jenis harga, yakni harga subsidi dan harga non subsidi. Untuk BBM yang dijual dengan harga subsidi harus benar-benar dinikmati masyarkat. Bukan untuk kepentingan lain.

“BBM subsidi seharusnya hanya dijual kepada masyarakat saja. Melalui penyalur resmi,” ujarnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .