MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:13
Pertahankan Masyarakat Adat dengan Kearifan Budaya Lokalnya

Jaga Hutan Sebagai Kawasan Konservasi

KOORDINASI: Pertemuan yang digagas oleh BTNKM Kabupaten Malinau dengan menghadirkan mitra kerja untuk membahas hutan tentang pengelolaan TNKM ke depan. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Adanya pertemuan dan dialog terbuka bersama mitra Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) Kabupaten Malinau, diharapkan dapat memahami posisi, tugas pokok dan fungsi dari lembaga masing-masing. Artinya, apa yang bisa dikontribusikan dan bersikap dalam pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) ini.

“Dari situ barang kali, dengan sendirinya akan berperan serta dari berbagai pihak ini mengisi ruang-ruang dalam mewujudkan Kabupaten Konservasi,” tegas Kepala  BTNM Kabupaten Malinau, Ir. Johnny Lagawurin kepada media ini.

Oleh karena itu, sambung Johnny Lagawurin, salah satunya adalah mengupayakan untuk mengurusi masyarakat adat dengan budayanya di sana dengan kearifan lokalnya. Serta pranata sosial yang sudah tumbuh dalam proses dinamika yang panjang menjadi suatu budaya. “Karena dengan kearifan lokal masyarakat itu menjadi peradaban bagi masyarakat  membangun budayanya kemudian peradaban menjaga hutan. Ini sebenarnya sangat luar biasa,” ujar Johnny Lagawurin.

Sebab, masih menurut Johnny Lagawurin, banyak satwa di dalam hutan konservasi yang memang harus tetap terjaga dan langkahnya adalah melalui prosedur dalam konservasi. Karena itu, semua harus dijaga agar dapat meningkatkan populasinya dengan cara menjaga habitatnya. “Itu konsepnya. Dengan demikian, akan menjadi   terpelihara dan akan kita pertahankan. Garis besar rancangannya mungkin seperti itu,” ungkap Johnny Lagawurin.

Misalnya, sebut Johnny, dari jenis burung ada burung rangkong yang juga merupakan jenis yang dilindungi. Kemudian ada macan dahan, beruang madu dan lutung atau owa kalimantan yang menjadi hewan khas di hutan TNKM itu. Selama ini, keberadaan hewan-hewan tersebut cukup aman di dalam kawasan hutan TNKM tersebut karena tidak terganggu. “Indikasi, kalau hewan jenis beruang madu atau macan dahan itu keluar dari kawasan hutan ke pemukiman penduduk berarti di dalam hutan itu sudah banyak yang tidak beres,” sebutnya. (ida/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .