MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:01
Kenaikan Gaji PNS Belum Jelas
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) masih mengambang. Pasalnya, meski kabar tersebut telah beredar luas, namun belum ada petunjuk lebih dari pemerintah pusat.

Kepada Radar Tarakan, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengungkapkan, bahwa peraturan pemerintah tentang kenaikan gaji PNS saat ini memang belum dilaksanakan. “Cuma kapan penerapannya, itu yang belum ada kejelasannya. Secara spesifik saya belum diberitahu, tapi wacana itu sudah lama dan teman-teman pegawai juga sudah tahu informasi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, ide menaikkan gaji PNS merupakan sebuah kewajaran. Sebab sebelumnya, penerimaan upah dari PNS tidak mencukupi. Sementara tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) juga akan diatur secara nasional.

Melalui hal tersebut ia mengharapkan jika kenaikan gaji PNS, maka bantuan dari pusat akan lebih longgar. Sebab hal itu akan menjadi perhatian pemerintah. “Saya berharap, ketika waktunya datang dan kondisi keuangan stabil, ini tidak akan menjadi masalah yang prinsip. Ketika terjadi kenaikan, ini juga tidak akan terlalu signifikan,” bebernya.

Saat disinggung tentang tenaga honorer yang ada saat ini, Arief menyatakan bahwa selama Kota Tarakan masih mampu, maka tenaga honorer dipertahankan. “Selagi masih mampu, kenapa tidak berusaha untuk mempertahankan tenaga honorer? Ini juga untuk mengurangi jumlah pengangguran di sini (Tarakan),” pungkasnya.

Salah satu PNS Pemkot Tarakan, SR (47) menginginkan agar pemerintah merealisasikan rencana kenaikan gaji itu. Mengingat belum ada kenaikan selama beberapa tahun terakhir. “Jadi kami mengharapkan agar terjadinya kenaikan gaji, walaupun hanya berapa persen,” katanya.

Rencana kenaikan gaji PNS menyeruak setelah Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB) mensosialisasikan kajian mereka terkait rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang gaji, tunjangan, dan fasilitas pegawai negeri sipil (PNS). Dalam RPP itu, terdapat penyesuaian. Salah satunya gaji PNS golongan rendah naik.

RPP mengatur sistem gaji tunggal (single salary). Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (Hukip) Kemenpan-RB Herman Suryatman mengakui pihaknya pernah mensimulasi gaji PNS.

Dia berharap publik menunggu sampai nanti RPP tersebut ditetapkan. Herman juga mengatakan pembahasan RPP tersebut tetap dilanjutkan. Sebab menjadi turunan teknis dari terbitnya Undang-Undang tentang Aparatus Sipil Negara (ASN).

Sistem gaji tunggal menyangkut gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan daerah. Nah untuk tunjangan kinerja, dipatok lima persen dari gaji yang diterima.

Pembahasan tentang sistem gaji baru PNS itu ada di bawah komando Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Nanti tunggu ditetapkan. Baru bisa dielaborasi lebih jauh,” ucap Herman Kamis (8/3) lalu.

Ketentuan tersebut diatur dalam Perpres 37/2015. Nah, dalam materi sosialisasi skema gaji tunggal Kementerian PAN-RB, disebutkan bahwa total penghasilan seorang pemegang JPT (jabatan pimpinan tinggi) turun puluhan juta rupiah.

Bila kelompok berpenghasilan tinggi akan merasakan penurunan gaji, RPP itu akan mengatrol PNS yang selama ini gajinya rendah. Jika sebelumnya gaji PNS golongan terendah ada di kisaran Rp 4 juta, dalam RPP itu mencapai Rp 6 jutaan.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) yang bertanggung jawab atas penyusunan anggaran belanja pegawai alias PNS, tetap bersikukuh bahwa belum ada pembahasan terkait RPP tentang gaji,  tunjangan dan fasilitas PNS yang terbaru. Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada pembahasan terkait RPP baru tersebut. “Belum ada mengenai hal itu (RPP single salary). Saat ini pemerintah lagi menyiapkankan RPP THR serta gaji dan pensiun ke-13 sesuai amanat APBN 2018,” tegasnya,  Jumat (9/3).

Terkait rencana kenaikan gaji maupun perubahan sistem penggajian, Askolani menuturkan, hal tersebut masih dibahas di lingkungan internal pemerintah. “Sedangkan untuk ke depan masih panjang prosesnya karena masih akan dilihat pemerintah secara keseluruhan dan masih akan dibicarakan internal pemerintah dalam beberapa bulan ke depan,” sebutnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .