MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 11:01
Kenaikan Gaji PNS Belum Jelas
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) masih mengambang. Pasalnya, meski kabar tersebut telah beredar luas, namun belum ada petunjuk lebih dari pemerintah pusat.

Kepada Radar Tarakan, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengungkapkan, bahwa peraturan pemerintah tentang kenaikan gaji PNS saat ini memang belum dilaksanakan. “Cuma kapan penerapannya, itu yang belum ada kejelasannya. Secara spesifik saya belum diberitahu, tapi wacana itu sudah lama dan teman-teman pegawai juga sudah tahu informasi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, ide menaikkan gaji PNS merupakan sebuah kewajaran. Sebab sebelumnya, penerimaan upah dari PNS tidak mencukupi. Sementara tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) juga akan diatur secara nasional.

Melalui hal tersebut ia mengharapkan jika kenaikan gaji PNS, maka bantuan dari pusat akan lebih longgar. Sebab hal itu akan menjadi perhatian pemerintah. “Saya berharap, ketika waktunya datang dan kondisi keuangan stabil, ini tidak akan menjadi masalah yang prinsip. Ketika terjadi kenaikan, ini juga tidak akan terlalu signifikan,” bebernya.

Saat disinggung tentang tenaga honorer yang ada saat ini, Arief menyatakan bahwa selama Kota Tarakan masih mampu, maka tenaga honorer dipertahankan. “Selagi masih mampu, kenapa tidak berusaha untuk mempertahankan tenaga honorer? Ini juga untuk mengurangi jumlah pengangguran di sini (Tarakan),” pungkasnya.

Salah satu PNS Pemkot Tarakan, SR (47) menginginkan agar pemerintah merealisasikan rencana kenaikan gaji itu. Mengingat belum ada kenaikan selama beberapa tahun terakhir. “Jadi kami mengharapkan agar terjadinya kenaikan gaji, walaupun hanya berapa persen,” katanya.

Rencana kenaikan gaji PNS menyeruak setelah Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB) mensosialisasikan kajian mereka terkait rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang gaji, tunjangan, dan fasilitas pegawai negeri sipil (PNS). Dalam RPP itu, terdapat penyesuaian. Salah satunya gaji PNS golongan rendah naik.

RPP mengatur sistem gaji tunggal (single salary). Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (Hukip) Kemenpan-RB Herman Suryatman mengakui pihaknya pernah mensimulasi gaji PNS.

Dia berharap publik menunggu sampai nanti RPP tersebut ditetapkan. Herman juga mengatakan pembahasan RPP tersebut tetap dilanjutkan. Sebab menjadi turunan teknis dari terbitnya Undang-Undang tentang Aparatus Sipil Negara (ASN).

Sistem gaji tunggal menyangkut gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan daerah. Nah untuk tunjangan kinerja, dipatok lima persen dari gaji yang diterima.

Pembahasan tentang sistem gaji baru PNS itu ada di bawah komando Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Nanti tunggu ditetapkan. Baru bisa dielaborasi lebih jauh,” ucap Herman Kamis (8/3) lalu.

Ketentuan tersebut diatur dalam Perpres 37/2015. Nah, dalam materi sosialisasi skema gaji tunggal Kementerian PAN-RB, disebutkan bahwa total penghasilan seorang pemegang JPT (jabatan pimpinan tinggi) turun puluhan juta rupiah.

Bila kelompok berpenghasilan tinggi akan merasakan penurunan gaji, RPP itu akan mengatrol PNS yang selama ini gajinya rendah. Jika sebelumnya gaji PNS golongan terendah ada di kisaran Rp 4 juta, dalam RPP itu mencapai Rp 6 jutaan.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) yang bertanggung jawab atas penyusunan anggaran belanja pegawai alias PNS, tetap bersikukuh bahwa belum ada pembahasan terkait RPP tentang gaji,  tunjangan dan fasilitas PNS yang terbaru. Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada pembahasan terkait RPP baru tersebut. “Belum ada mengenai hal itu (RPP single salary). Saat ini pemerintah lagi menyiapkankan RPP THR serta gaji dan pensiun ke-13 sesuai amanat APBN 2018,” tegasnya,  Jumat (9/3).

Terkait rencana kenaikan gaji maupun perubahan sistem penggajian, Askolani menuturkan, hal tersebut masih dibahas di lingkungan internal pemerintah. “Sedangkan untuk ke depan masih panjang prosesnya karena masih akan dilihat pemerintah secara keseluruhan dan masih akan dibicarakan internal pemerintah dalam beberapa bulan ke depan,” sebutnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:05

Cara Para Calon Pilwali Tarakan Meyakinkan Pemilih

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:03

Begini Angan-Angan Para Paslon Mewujudkan Tujuan Pembangunan di Tarakan

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:58
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Ternyata Pertanyaan Undian Dalam Debat Seperti Ini

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:53
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Di Mata Panelis, Ada Masalah Anggaran dan Birokrasi

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Diingat Yah! Janji Paslon Dalam Visi Misinya

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50

Begini Yel-Yel Para Paslon Dalam Debat Tadi Malam

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 12:04

Serang Warga, ‘Cupping’ Biasa Diberi Makan

NUNUKAN - Seorang warga Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Syamsuddin alias…

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Digelar Sabtu hingga Tak Ada Buras dan Ketupat

Hampir seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat id serentak pada Jumat (15/6). Namun berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .