MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 10:52
Jadi Nelayan hingga Buruh Ikan Tipis

Nurmia Rela Banting Tulang demi Keluarga

TAK INGIN BERPANGKU TANGAN: Nurmia bersama dengan cucunya saat ditemui Radar Tarakan di rumahnya, Rabu (7/3). YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Nurmia harus bekerja keras. Di saat perempuan seusianya mungkin menikmati masa tua, Nurmia justru masih disibukkan dengan pekerjaan. Lebih penting, karena harus menghidupi dua cucu dan seorang anak yang menderita gangguan jiwa.

YEDIDAH PAKONDO

NURMIA (50) tak pernah merasakan kemewahan. Jangankan nyalon mempercantik diri, belanja di pusat perbelanjaan baginya sesuatu yang langka.

Nurmia tinggal di Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara. Untuk mencapai rumahnya, pewarta harus menempuh perjalanan hampir satu jam dari arah kota. Nurmia ramah, pewarta diterima dengan baik di rumahnya.

Ia pun bercerita jika sepeninggal suaminya 10 tahun yang lalu, ia harus menjalani kehidupan yang keras bersama anaknya. Ia kemudian menikah lagi, namun sang suami pergi meninggalkannya 2 tahun lalu.

Sebelumnya, Nurmia memiliki rumah. Tapi sudah tak layak. Sehingga ia memilih tinggal di rumah anak sulungnya. Sembari merawat anaknya Dasman dan Risna serta kedua cucunya.

Dasman (23) menderita gangguan jiwa. Ia mengalami itu setelah ditinggal sang istri. Berbagai upaya telah Nurmia lakukan untuk menyembuhkan sakit yang diderita Dasman. Bahkan sempar dirawat rutin di rumah sakit.

Jika kambuh, Dasman pasti mengamuk. Parahnya, Dasman pernah membuang anaknya yang masih kecil ke laut saat mengamuk. Untungnya, ada tetangga yang melihat dan langsung menyelamatkan anak Dasman yang masih kecil untuk kemudian dibawa ke darat.

“Anaknya kadang dilempar ke laut pas air pasang, tetangga kami yang ambil (anak Dasman),” kenangnya.

Sebagai seorang ibu, Nurmia harus merawat anaknya itu. Mau tidak mau Nurmia juga harus bekerja. Beberapa kali melaut bersama nelayan laki-laki. Mengumpulkan rumput laut yang hanyut. Itu salah satu pekerjaan berat. Tapi, baginya yang terpenting dapat menghasilan uang. “Bekas rumput laut yang orang panen itu kan terbawa arus air laut, jadi itu yang kami tunggu baru dipungut satu-satu. Laki-laki semua, saya saja perempuan,” ucapnya lirih.

Suatu hari, ia bisa mengumpulkan 30 kilogram rumput laut basah, kemudian dijemur dan dijual. Sudah lima bulan tak lagi melaut. Ia mengalami sakit di bagian pinggang. “Pinggang saya sering sakit. Apalagi kalau sudah tunduk, itu sakitnya tidak tertahankan. Makanya saya sudah tidak melaut lagi,” katanya.

Ia mengalami kecelakaan saat pada suatu malam listrik padam. Anaknya Dasman tiba-tiba terkejut dan menginjak ibunya. Pemeriksaan dokter, salah satu tulang belakang Nurmia patah. Sejak itu, pinggangnya sakit.

Pekerjaan lain yang dilakoninya saat ini adalah sebagai buruh ikan tipis. Sehari cuma diupah Rp 10 ribu. “Biasanya hanya setengah basket (keranjang). Tapi pernah 2 basket, kadang tidak ada didapat (mengolah ikan tipis),” tuturnya.

Jika pada umumnya setiap anak mendapatkan asupan nutrisi dari susu, namun berbeda dengan cucu Nurmia yang hanya bisa minum kopi sejak usia setahun. Sedang untuk makan, ia bersyukur masih dapat menikmati nasi dan lauk ikan yang diterimanya dari orang yang bermurah hati. “Kalau orang panen, kami datang minta. Untungnya kami dikasih,” ujarnya.

Risna, anaknya masih menempuh pendidikan di kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP). Sebuah beasiswi bagi keluarga kurang mampu sebesar Rp 500 ribu digunakan membeli baju dan sepatu sekolah. “Yah, mau tidak mau harus bekerja keras,” ujarnya. (***/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:05

Cara Para Calon Pilwali Tarakan Meyakinkan Pemilih

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:03

Begini Angan-Angan Para Paslon Mewujudkan Tujuan Pembangunan di Tarakan

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:58
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Ternyata Pertanyaan Undian Dalam Debat Seperti Ini

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:53
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Di Mata Panelis, Ada Masalah Anggaran dan Birokrasi

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Diingat Yah! Janji Paslon Dalam Visi Misinya

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50

Begini Yel-Yel Para Paslon Dalam Debat Tadi Malam

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 12:04

Serang Warga, ‘Cupping’ Biasa Diberi Makan

NUNUKAN - Seorang warga Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Syamsuddin alias…

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Digelar Sabtu hingga Tak Ada Buras dan Ketupat

Hampir seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat id serentak pada Jumat (15/6). Namun berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .