MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 10:52
Jadi Nelayan hingga Buruh Ikan Tipis

Nurmia Rela Banting Tulang demi Keluarga

TAK INGIN BERPANGKU TANGAN: Nurmia bersama dengan cucunya saat ditemui Radar Tarakan di rumahnya, Rabu (7/3). YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Nurmia harus bekerja keras. Di saat perempuan seusianya mungkin menikmati masa tua, Nurmia justru masih disibukkan dengan pekerjaan. Lebih penting, karena harus menghidupi dua cucu dan seorang anak yang menderita gangguan jiwa.

YEDIDAH PAKONDO

NURMIA (50) tak pernah merasakan kemewahan. Jangankan nyalon mempercantik diri, belanja di pusat perbelanjaan baginya sesuatu yang langka.

Nurmia tinggal di Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara. Untuk mencapai rumahnya, pewarta harus menempuh perjalanan hampir satu jam dari arah kota. Nurmia ramah, pewarta diterima dengan baik di rumahnya.

Ia pun bercerita jika sepeninggal suaminya 10 tahun yang lalu, ia harus menjalani kehidupan yang keras bersama anaknya. Ia kemudian menikah lagi, namun sang suami pergi meninggalkannya 2 tahun lalu.

Sebelumnya, Nurmia memiliki rumah. Tapi sudah tak layak. Sehingga ia memilih tinggal di rumah anak sulungnya. Sembari merawat anaknya Dasman dan Risna serta kedua cucunya.

Dasman (23) menderita gangguan jiwa. Ia mengalami itu setelah ditinggal sang istri. Berbagai upaya telah Nurmia lakukan untuk menyembuhkan sakit yang diderita Dasman. Bahkan sempar dirawat rutin di rumah sakit.

Jika kambuh, Dasman pasti mengamuk. Parahnya, Dasman pernah membuang anaknya yang masih kecil ke laut saat mengamuk. Untungnya, ada tetangga yang melihat dan langsung menyelamatkan anak Dasman yang masih kecil untuk kemudian dibawa ke darat.

“Anaknya kadang dilempar ke laut pas air pasang, tetangga kami yang ambil (anak Dasman),” kenangnya.

Sebagai seorang ibu, Nurmia harus merawat anaknya itu. Mau tidak mau Nurmia juga harus bekerja. Beberapa kali melaut bersama nelayan laki-laki. Mengumpulkan rumput laut yang hanyut. Itu salah satu pekerjaan berat. Tapi, baginya yang terpenting dapat menghasilan uang. “Bekas rumput laut yang orang panen itu kan terbawa arus air laut, jadi itu yang kami tunggu baru dipungut satu-satu. Laki-laki semua, saya saja perempuan,” ucapnya lirih.

Suatu hari, ia bisa mengumpulkan 30 kilogram rumput laut basah, kemudian dijemur dan dijual. Sudah lima bulan tak lagi melaut. Ia mengalami sakit di bagian pinggang. “Pinggang saya sering sakit. Apalagi kalau sudah tunduk, itu sakitnya tidak tertahankan. Makanya saya sudah tidak melaut lagi,” katanya.

Ia mengalami kecelakaan saat pada suatu malam listrik padam. Anaknya Dasman tiba-tiba terkejut dan menginjak ibunya. Pemeriksaan dokter, salah satu tulang belakang Nurmia patah. Sejak itu, pinggangnya sakit.

Pekerjaan lain yang dilakoninya saat ini adalah sebagai buruh ikan tipis. Sehari cuma diupah Rp 10 ribu. “Biasanya hanya setengah basket (keranjang). Tapi pernah 2 basket, kadang tidak ada didapat (mengolah ikan tipis),” tuturnya.

Jika pada umumnya setiap anak mendapatkan asupan nutrisi dari susu, namun berbeda dengan cucu Nurmia yang hanya bisa minum kopi sejak usia setahun. Sedang untuk makan, ia bersyukur masih dapat menikmati nasi dan lauk ikan yang diterimanya dari orang yang bermurah hati. “Kalau orang panen, kami datang minta. Untungnya kami dikasih,” ujarnya.

Risna, anaknya masih menempuh pendidikan di kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP). Sebuah beasiswi bagi keluarga kurang mampu sebesar Rp 500 ribu digunakan membeli baju dan sepatu sekolah. “Yah, mau tidak mau harus bekerja keras,” ujarnya. (***/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .