MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 10:45
Masyarakat Setor Upal ke Perbankan
PELAYANAN: Temuan uang palsu biasanya terjadi ketika nasabah hendak menyetorkan uang tunai ke perbankan yang kemudian diperiksa dan terdeteksi. DOK/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Belakangan ini masyarakat di Bulungan kembali diresahkan dengan beredarnya uang palsu (upal). Perbankan pun tak menampik bahwa ada ditemukannya upal yang didapat nasabah meski tidak dalam jumlah besar, namun masyarakat diminta untuk lebih teliti ketika bertransaksi.

Salah satunya, bank yang menjadi kas titipan Bank Indonesia (BI), yaitu Bankaltimtara. Pimpinan Bidang Layanan dan Oprasional Bankaltimtara Cabang Tanjung Selor, Wahyu Minarti mengatakan, temuan uang palsu yang pernah didapati berada di antara beberapa uang yang disetorkan nasabah ke teller bank.

“Jadi uang itu terselip di bundelan uang asli, jadi memang ada ditemukan,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Meski ada temuan, kata dia, tidak dalam jumlah besar dan sangat jarang ditemukan. Hanya pada saat-saat tertentu saja, sepanjang 2018 memang ada ditemukan pada salah seorang nasabah yang hendak menyetorkan uang. “Pecahan yang kerap dijumpai itu adalah pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu,” sebutnya.

Jika kemudian ditemukan, uang palsu tersebut diserahkan ke Bank Indonesia (BI). Namun, terkadang juga dikembalikan ke nasabah yang bersangkutan untuk keperluan nasabah tersebut melapor ke kepolisian untuk ditindaklanjuti. “Kita juga menyarankan demikian, sebab kita tidak tahu asal-usul uang tersebut mengapa sampai ada, tidak menutup kemungkinan dari oknum atau komplotan yang sengaja mengedarkannya, terlebih beberapa waktu lalu Polres Bulungan juga mengamankan orang yang mengedarkan upal,” sebutnya.

Hal tersebut kerap terjadi kepada para pedagang saat bertransaksi dengan pembelinya. Karena, saat menerima uang, uang palsu tersebut diambil begitu saja tanpa disadari masyarakat.

“Untuk itu kami minta agar lebih teliti saja, dengan demikian bisa meminimalisir peredaran upal tersebut, kalau bisa gunakan juga pendeteksi,” sebutnya.

“Kalau di bank, uang palsu tidak akan lolos. Karena setiap teller sudah dilengkapi dengan alat pendeteksi uang palsu atau money detector,  alat itu yang medeteksi uang palsu melalui sinar UV (ultraviolet),” sambungnya.

Artinya alat yang digunakan tidak hanya bisa menghitung uang tapi juga mampu mendeteksi upal. Jika terdapat uang palsu, maka akan berbunyi dan menandakan tidak terbacanya upal tersebut oleh sistem. “Sebenarnya jika masyarakat teliti, maka akan terlihat perbedaan antara palsu dan aslinya,” ucapnya.

Uang asli, kata dia, dicetak dengan tinta pigment khusus dan bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda. Sementara pada uang palsu tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.

“Jika membiasakan 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang, kita pasti lebih mengenal uang asli dan palsu. Dengan adanya temuan, cukuplah membuat kita lebih berhati-hati dan teliti dalam bertransaksi,” pungkasnya.(sny/eza)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 13:56

6.060 WP di Kaltara Belum Taat

TANJUNG SELOR – Dari total 9.413 yang menyampaikan Surat Pemberitahuan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:54

TBS Malinau Dijual ke Nunukan

MALINAU  - Petani kelapa sawit di Kabupaten Malinau belakangan ini…

Selasa, 15 Januari 2019 13:52

Terminal Tipe A Tunggu Restu Kemenhub

TANJUNG SELOR - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:49

Terapkan Metode Cara Membaca Wartawan

Membaca sebuah buku hingga saat ini masih menjadi kebiasaan yang…

Selasa, 15 Januari 2019 13:43

Sekprov: Jangan Jadikan Kaltara Batu Lompatan

TANJUNG SELOR - Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara), sudah tiga…

Selasa, 15 Januari 2019 13:41

Hari Ini Batas Akhir Pemberkasan

TANJUNG SELOR – Sesuai ketentuan yang ditetapkan, hari ini (15/1)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:40

Polda Bidik Prostitusi Online

TANJUNG SELOR - Aktivitas prostitusi menjadi atensi bagi Kepolisian Daerah…

Senin, 14 Januari 2019 15:19

Dua Kecamatan Krisis Listrik

NUNUKAN – Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan…

Senin, 14 Januari 2019 15:17

Kajian Pemilihan Ibu Kota Belum Dianggarkan

TANJUNG SELOR – Sejak ditetapkan sebagai Ibu Kota Kalimantan Utara…

Senin, 14 Januari 2019 15:16

Usulkan Jembatan Timbang ke Kemenhub

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) menyebutkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*