MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 10:42
Sering Berkamuflase, Pelaku LGBT Sulit Dipetakan
PENGAWASAN: Kepala DP3AP2KB Nunukan Faridah Ariyani menyarankan agar orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Keberadaan remaja berperilaku menyimpang menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan. Khususnya bagi remaja pria yang berperilaku perempuan dan sebaliknya.

“Memang sekarang ini banyak seperti itu. Sepertinya mereka juga terakomodir. Bisa jadi memiliki organisasi. Makanya sedang dipantau keberadaan mereka,” kata Faridah Ariyani, Kepala DP3AP2KB Nunukan.

Untuk mengatasi persoalan ini, tentunya pihaknya tidak dapat melakukan sendiri. Perlu dukungan dari segala lini. Khususnya masyarakat sekitar. Khususnya orang tua agar terus memantau perilaku dan pergaulan anaknya. “Penyimpangan kelakuan seksual dan penyimpangan sikap itu banyak disebabkan pola asuh yang salah diberikan,” bebernya.

Diakuinya, ada beberapa orang tua yang tetap saja memberikan dukungan pendidikan hanya karena keinginan anaknya. Tanpa melihat apakah yang diberikan itu layak atau tidak. Misalnya, anak perempuan yang dibiarkan bermain mainan laki-laki. Dan, sebaliknya anak laki-laki dibiarkan bergaya perempuan. Bahkan dibiarkan bermain dengan perempuan. “Memang kelihatan sepele, tapi jika dibiarkan akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan nantinya,” jelasnya.

Demikian juga dengan penggunaan gadget yang saat ini semakin banyak. Penggunaan alat modern yang memiliki fungsi positif dapat menjadi pemicu terjadinya perilaku menyimpang terhadap anak. Misalnya, konten-konten yang tak pantas dan membuat anak-anak ingin mencontohi prilaku yang dilihatnya. Karena, anak itu merupakan pencontoh yang ulung. Apa yang dilihatnya dengan mudah dipratikkannya. “Makanya diperlukan pengawasan,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan sejumlah program untuk melindungi anak-anak dari tertularnya penyakit lesbian, gay, bieseksual dan transgender (LGBT) ini. Sebab, komunitas ini memang mengincar anak-anak. Menurutnya, keberadaan komunitas LGBT ini memang belum terendus di Nunukan. Namun, untuk perkumpulan kecilnya sudah sejak lama terlihat. Khususnya yang transgender.

Hanya saja, dari pantauan yang dilakukan masih sebatas penampilan saja. Belum ada yang sampai menikah dan hidup bersama. “Sampai sekarang ini kami belum temukan yang seperti itu. Tapi, informasi keberadaan mereka sudah ada. Khususnya untuk transgender itu,” ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan, kata Faridah, ada penderita penyakit LGBT, khususnya kaum lesbian dan gay juga di Nunukan ini. Karena, keberadaan mereka tidak diketahui pasti. Mereka pintar berkamuflase. Bahkan ada yang berlindung dibalik ikatan perwakinan yang normal.

“Kalau data pasti itu tidak ada. Tapi, untuk informasi dari kalangan masyarakat ada saja yang diterima. Ada gay dan lesbian. Bahkan, ada yang berprofesi sebagai pegawai negeri juga,” bebernya.

Olehnya karena itu, orang tua itu sudah wajib memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat umur anak-anak. Termasuk diperhatikan pergaualan mereka. Makanya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan.

“Ada kesalahan pola asuh yang dilakukan orang tua, akhirnya muncullah pelaku LGBT ini,” ujarnya. (oya/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

Buaya Ditangkap, Tiga Warga Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:28

Penyeberangan ke Negara Tetangga Kembali Dibuka

NUNUKAN - Pasca lebaran H+3 penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia telah kembali normal. Aktivitas di…

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Pelabuhan Sei Jepun Dipadati Penumpang

SEBATIK - Transportasi laut dengan tujuan Nunukan-Sebatik, ramai dimanfaatkan warga Nunukan untuk berkunjung…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:53

Wabup Suguhkan Gado-Gado dan Coto Makassar saat Open House

NUNUKAN - Open house yang digelar Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad di rumah jabatannya, Jalan Ujang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .