MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Maret 2018 10:42
Sering Berkamuflase, Pelaku LGBT Sulit Dipetakan
PENGAWASAN: Kepala DP3AP2KB Nunukan Faridah Ariyani menyarankan agar orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Keberadaan remaja berperilaku menyimpang menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan. Khususnya bagi remaja pria yang berperilaku perempuan dan sebaliknya.

“Memang sekarang ini banyak seperti itu. Sepertinya mereka juga terakomodir. Bisa jadi memiliki organisasi. Makanya sedang dipantau keberadaan mereka,” kata Faridah Ariyani, Kepala DP3AP2KB Nunukan.

Untuk mengatasi persoalan ini, tentunya pihaknya tidak dapat melakukan sendiri. Perlu dukungan dari segala lini. Khususnya masyarakat sekitar. Khususnya orang tua agar terus memantau perilaku dan pergaulan anaknya. “Penyimpangan kelakuan seksual dan penyimpangan sikap itu banyak disebabkan pola asuh yang salah diberikan,” bebernya.

Diakuinya, ada beberapa orang tua yang tetap saja memberikan dukungan pendidikan hanya karena keinginan anaknya. Tanpa melihat apakah yang diberikan itu layak atau tidak. Misalnya, anak perempuan yang dibiarkan bermain mainan laki-laki. Dan, sebaliknya anak laki-laki dibiarkan bergaya perempuan. Bahkan dibiarkan bermain dengan perempuan. “Memang kelihatan sepele, tapi jika dibiarkan akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan nantinya,” jelasnya.

Demikian juga dengan penggunaan gadget yang saat ini semakin banyak. Penggunaan alat modern yang memiliki fungsi positif dapat menjadi pemicu terjadinya perilaku menyimpang terhadap anak. Misalnya, konten-konten yang tak pantas dan membuat anak-anak ingin mencontohi prilaku yang dilihatnya. Karena, anak itu merupakan pencontoh yang ulung. Apa yang dilihatnya dengan mudah dipratikkannya. “Makanya diperlukan pengawasan,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan sejumlah program untuk melindungi anak-anak dari tertularnya penyakit lesbian, gay, bieseksual dan transgender (LGBT) ini. Sebab, komunitas ini memang mengincar anak-anak. Menurutnya, keberadaan komunitas LGBT ini memang belum terendus di Nunukan. Namun, untuk perkumpulan kecilnya sudah sejak lama terlihat. Khususnya yang transgender.

Hanya saja, dari pantauan yang dilakukan masih sebatas penampilan saja. Belum ada yang sampai menikah dan hidup bersama. “Sampai sekarang ini kami belum temukan yang seperti itu. Tapi, informasi keberadaan mereka sudah ada. Khususnya untuk transgender itu,” ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan, kata Faridah, ada penderita penyakit LGBT, khususnya kaum lesbian dan gay juga di Nunukan ini. Karena, keberadaan mereka tidak diketahui pasti. Mereka pintar berkamuflase. Bahkan ada yang berlindung dibalik ikatan perwakinan yang normal.

“Kalau data pasti itu tidak ada. Tapi, untuk informasi dari kalangan masyarakat ada saja yang diterima. Ada gay dan lesbian. Bahkan, ada yang berprofesi sebagai pegawai negeri juga,” bebernya.

Olehnya karena itu, orang tua itu sudah wajib memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat umur anak-anak. Termasuk diperhatikan pergaualan mereka. Makanya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan.

“Ada kesalahan pola asuh yang dilakukan orang tua, akhirnya muncullah pelaku LGBT ini,” ujarnya. (oya/nri)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…

Kamis, 20 September 2018 12:17

Pilpres dan Pileg Dipastikan Tidak Saling Menganggu

NUNUKAN – Tim sukses untuk pemilihan presiden (pilpres) tak hanya heboh di tingkat nasional. Di…

Kamis, 20 September 2018 12:16

Satpol PP Akui Sulit Tangani Anjing Liar di Jalan Umum

NUNUKAN – Korban keberadaan anjing liar di Nunukan, baik kecelakaan lalu lintas maupun digigit…

Rabu, 19 September 2018 11:16

Tunggu Kepastian Penggunaan Jalan

NUNUKAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan masih kesulitan dalam mengatur para pedagang ikan…

Rabu, 19 September 2018 11:13

Rini Azhara Diduga Diculik?

NUNUKAN – Kehilangan Rini Azhara (7) memasuki hari ketujuh sejak Rabu (12/9). Hingga kemarin pun…

Rabu, 19 September 2018 11:07

Produk Malaysia Memelihara Rantai Ekonomi

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) yang lebih mudah didapatkan dari Tawau, Malaysia membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .