MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 10 Maret 2018 10:47
Surabaya Pertama, Bali Berikutnya

Migo, Persewaan Sepeda Hijau (2)

PELOPOR SEPEDA LISTRIK: Dahlan Iskan berfoto bersama karyawan Migo di Surabaya. DISWAY

PROKAL.CO, SAYA penasaran dengan kepeloporan Surabaya di bidang persewaan sepeda listrik Migo. Sambil menjemput cucu yang sekolah di Al Azhar International, saya mencari kantor pusat Migo. Yang menurut info tidak jauh dari Al Azhar di Pakuwon City Surabaya Timur.

Ketemu.

Kantornya di sebuah area komersial di lingkungan apartemen modern Educity. Semua karyawannya menyambut antusias kedatangan saya yang tiba-tiba. “Kok tidak memberitahu sebelumnya Pak?” tanya mereka.

Mereka tahu kalau saya bisa berbahasa mandarin. Karena itu dengan antusias mereka menawarkan kepada saya akan menghubungi CEO Migo. Agar menemui saya. Sang CEO yang memang lebih lancar kalau berbahasa mandarin segera dihubungi.

Saya menunggunya sambil melihat-lihat sepeda listrik Migo yang dijajar si ruang itu. Di ruang dekat kantor Migo ini ternyata juga pos persewaan Migo.

Inilah sistem sewa sepeda listrik pertama di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi online.

Saat ini Migo memiliki 100 pos persewaan di seluruh Surabaya. Peminat bisa mengambil sepeda listrik di 100 lokasi itu. Lalu mengembalikannya di mana saja di salah satu dari 100 pos tersebut.

Di sepeda itu ada barcode yang bisa difoto pakai HP. Setelah dikirim ke sistem Migo, Tiba-tiba salah satu sepeda listrik di situ on.

Speedometer-nya menyala. Pertanda siap dinaiki.

Tarifnya, seperti saya tulis sebelumnya: sangat murah. Tiap dua kilometer pertama hanya Rp 2.000. Lalu tambah Rp 500/km berikutnya.

Sang CEO tiba di kantor. Kami langsung berkenalan. Percakapan berlangsung dalam bahasa mandarin. Namanya Tony Tao. Aslinya dari kota Nanjing. Saya beritahu bahwa saya sudah banyak kali ke Nanjing. Kami pun akrab.

Mengapa Tony Tao memilih berbisnis sistem ini di Surabaya? “Kota ini sangat besar,” katanya. “Kalau Jakarta terlalu besar.”

Jarak tempuh antar wilayah di Surabaya masih bisa terjangkau oleh kemampuan sepeda listrik ini: 40 km.

Kalau pun misalnya baterai habis di tengah jalan, bisa ditukar dengan sepeda yang baterainya masih penuh di pos persewaan terdekat.

Ketika saya kemukakan kekhawatiran saya apakah sistem ini bisa bertahan lama, Tony Tao meyakinkan saya akan optimismenya. Selama setengah tahun beroperasi konsumennya terus bertambah.

Dia mengakui untuk kota sebesar Surabaya 100 pos persewaan tidak cukup. Idealnya nanti tiap 500 meter ada pos persewaan.

Sekarang ini tahapnya masih pemantapan sistem. Pelayanan di pos-pos pelayanan harus baik dan terstandar dulu. Ini, kata staf Tony Tao, perlu waktu mendidik partner yang menjadi pos persewaan.

Pos persewaan tersebut memang milik siapa saja. Yang mau bergabung dengan Migo. Sistemnya komisi. Pemilik rumah biasa pun bisa menjadi pos persewaan. Asal pagarnya cukup transparan (agar Migonya terlihat dari luar), punya ruang cukup untuk memajang 5 sepeda, dan ada orang yang selalu siap melayani penyewa.

Setelah standar pelayanannya tercapai barulah Migo membuka pos lebih banyak lagi. Dia optimis banyak pemilik rumah atau bangunan yang mau menjadi partner.

Tony mengatakan kalau yang di Surabaya ini sudah mapan Migo akan membuka cabang untuk Bali dan kota lainnya.

“Saya harap Anda sukses,” kata saya sambil pamit.

“Xie xie,” jawabnya.

Lalu semua karyawan minta foto bersama. (dis/bersambung/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 11:49

Napi yang Dapat Sabu dari Tong Sampah Dituntut Delapan Tahun

TARAKAN – Marselinus dan Yulius hanya bisa tertunduk pasrah setelah mendengarkan tuntutan yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 11:47

Setubuhi Pacar Sendiri, SR Masuk Bui

TARAKAN – Perbuatan pria berinisial SR ini sangat miris. Di usianya yang masih remaja, 16 tahun,…

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Ada Apa? Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .