MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 10 Maret 2018 10:47
Surabaya Pertama, Bali Berikutnya

Migo, Persewaan Sepeda Hijau (2)

PELOPOR SEPEDA LISTRIK: Dahlan Iskan berfoto bersama karyawan Migo di Surabaya. DISWAY

PROKAL.CO, SAYA penasaran dengan kepeloporan Surabaya di bidang persewaan sepeda listrik Migo. Sambil menjemput cucu yang sekolah di Al Azhar International, saya mencari kantor pusat Migo. Yang menurut info tidak jauh dari Al Azhar di Pakuwon City Surabaya Timur.

Ketemu.

Kantornya di sebuah area komersial di lingkungan apartemen modern Educity. Semua karyawannya menyambut antusias kedatangan saya yang tiba-tiba. “Kok tidak memberitahu sebelumnya Pak?” tanya mereka.

Mereka tahu kalau saya bisa berbahasa mandarin. Karena itu dengan antusias mereka menawarkan kepada saya akan menghubungi CEO Migo. Agar menemui saya. Sang CEO yang memang lebih lancar kalau berbahasa mandarin segera dihubungi.

Saya menunggunya sambil melihat-lihat sepeda listrik Migo yang dijajar si ruang itu. Di ruang dekat kantor Migo ini ternyata juga pos persewaan Migo.

Inilah sistem sewa sepeda listrik pertama di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi online.

Saat ini Migo memiliki 100 pos persewaan di seluruh Surabaya. Peminat bisa mengambil sepeda listrik di 100 lokasi itu. Lalu mengembalikannya di mana saja di salah satu dari 100 pos tersebut.

Di sepeda itu ada barcode yang bisa difoto pakai HP. Setelah dikirim ke sistem Migo, Tiba-tiba salah satu sepeda listrik di situ on.

Speedometer-nya menyala. Pertanda siap dinaiki.

Tarifnya, seperti saya tulis sebelumnya: sangat murah. Tiap dua kilometer pertama hanya Rp 2.000. Lalu tambah Rp 500/km berikutnya.

Sang CEO tiba di kantor. Kami langsung berkenalan. Percakapan berlangsung dalam bahasa mandarin. Namanya Tony Tao. Aslinya dari kota Nanjing. Saya beritahu bahwa saya sudah banyak kali ke Nanjing. Kami pun akrab.

Mengapa Tony Tao memilih berbisnis sistem ini di Surabaya? “Kota ini sangat besar,” katanya. “Kalau Jakarta terlalu besar.”

Jarak tempuh antar wilayah di Surabaya masih bisa terjangkau oleh kemampuan sepeda listrik ini: 40 km.

Kalau pun misalnya baterai habis di tengah jalan, bisa ditukar dengan sepeda yang baterainya masih penuh di pos persewaan terdekat.

Ketika saya kemukakan kekhawatiran saya apakah sistem ini bisa bertahan lama, Tony Tao meyakinkan saya akan optimismenya. Selama setengah tahun beroperasi konsumennya terus bertambah.

Dia mengakui untuk kota sebesar Surabaya 100 pos persewaan tidak cukup. Idealnya nanti tiap 500 meter ada pos persewaan.

Sekarang ini tahapnya masih pemantapan sistem. Pelayanan di pos-pos pelayanan harus baik dan terstandar dulu. Ini, kata staf Tony Tao, perlu waktu mendidik partner yang menjadi pos persewaan.

Pos persewaan tersebut memang milik siapa saja. Yang mau bergabung dengan Migo. Sistemnya komisi. Pemilik rumah biasa pun bisa menjadi pos persewaan. Asal pagarnya cukup transparan (agar Migonya terlihat dari luar), punya ruang cukup untuk memajang 5 sepeda, dan ada orang yang selalu siap melayani penyewa.

Setelah standar pelayanannya tercapai barulah Migo membuka pos lebih banyak lagi. Dia optimis banyak pemilik rumah atau bangunan yang mau menjadi partner.

Tony mengatakan kalau yang di Surabaya ini sudah mapan Migo akan membuka cabang untuk Bali dan kota lainnya.

“Saya harap Anda sukses,” kata saya sambil pamit.

“Xie xie,” jawabnya.

Lalu semua karyawan minta foto bersama. (dis/bersambung/lim)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:49

Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .