MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 10 Maret 2018 10:45
Sofyan: Saya Ikuti Proses Saja
MASIH BERPROSES: Pihak pengelola Akademi Bahasa Asing Permata Hati Tarakan (ABATA) akan mengikuti proses pemeriksaan di Polda Kaltim. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Ketua Yayasan Permata Hati, Sofyan Udin Hianggio mengaku belum mendapatkan kabar terbaru berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 2,3 miliar yang ditangani penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltim. “Saya belum tahu itu. Saya baru tahu dari kamu ini (Radar Tarakan). Intinya saya ikuti proses yang ada saja nantinya,” ungkap Sofyan ditemui di Gedung DPRD Tarakan, kemarin (9/3).

Sofyan enggan berkomentar lebih jauh soal pemeriksaan itu. Menurutnya bukan berarti dirinya bungkam, melainkan ia menunggu hasil pemeriksaan. “Saya juga belum bisa berbicara banyak saat ini, takut salah nantinya,” jelasnya.

Saat disinggung soal pemanggilan dirinya ke Polda Kaltim, Sofyan menegaskan ia mengikuti proses yang ada. “Ditanya berbagai macamlah. Itu saja yah, nanti lagi,” jelasnya.

Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltim telah menaikkan status kasus tersebut ke tahap proses sidik. Proses sidik aliran dana hibah Pemprov Kaltim itu dikabarkan diberikan pada pengurus Yayasan Permata Hati Tarakan, sebagai pengelola Akademi Bahasa Asing Permata Hati Tarakan (ABATA). “Dari informasi dan penghimpunan data, kini masuk sidik,” sebut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani bersama Kasubdit III Tipikor AKBP Winardy, Kamis (8/3).

Yustan menambahkan, apakah ada indikasi pidana pada dugaan penyelewengan dana, belum bisa dipastikan. “Kalau semua memenuhi unsur tipikor, tentunya proses hukum tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Dugaan tipikor ini naik ke permukaan, setelah ada informasi masuk ke Ditreskrimsus, melalui surat seputar dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos). Dana tersebut diberikan bertahap selama tiga tahun, 2010-2013. Rencananya dana hibah ini untuk pembangunan penambahan gedung.  Diduga, disalahgunakan salah satu pengurus yayasan ditengarai untuk kepentingan pribadi. (eru/lim)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .