MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 10 Maret 2018 10:14
BTNKM Inginkan Kolaborasi Mengelola TNKM

Libatkan Semua Institusi dan LSM Lingkungan, Lakukan Dialog terbuka

DIALOG: Pelaksanaan dialog terbuka yang mencari sarana dan masukan tentang pengelolaan TNKM yang di gelar oleh Balai TNKM Malinau. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Pihak Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) Malinau mengadakan pertemuan dengan melibatkan sejumlah lembaga lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mencari kesamaan pandangan dan masukan serta saran dalam pengelolaan TNKM.

Sebab, kata Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) Malinau  Ir. Johnny Lagawurin, selama dia menjabat di TNKM Malinau, tidak ada dialog dan diskusi maupun komunikasi yang membahas masalah  tentang pengelolaan TNKM ini. “Orang tidak banyak tahu tentang taman nasional. Apa sih dalam tata kelola taman nasional itu dan berbuat apa? Konsepnya bagaimana? Karena  kami (TNKM) ini bagian penting dari apa yang dinamakan sebagai kabupaten konservasi,” kata Johnny Lagawurin kepada media ini usai melakukan dialog tentang pengelolaan TNKM, Kamis (8/3).

Dikatakannya, Kabupaten Malinau telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten koservasi. Karena itu, ia berharap warga bisa mengunjungi taman ini. “Saya  pikir banyak sekali di Malinau yang pedulit terhadap lingkungan. Mungkin dalam kesempatan ini kami membuka kesempatan untuk diskusi awal sambil mencari format lagi ke depan secara tematik, apalagi yang akan kita bicarakan ke depan,” ungkapnya.

Inti utama dari seluruh kegiatan pertemuan ini, kata Johnny Lagawurin, pihak TNKM Malinau ingin mengetuk hati semua pihak dalam unsur institusi pemerintah maupun swasta dan LSM, karena pengembangan wisata ini tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Tetapi dalam pengelolaan TNKM ini harus dilakukan secara lintas insititusional dan termasuk masyarakat sipil harus terlibat. Termasuk di dalamnya adalah masyarakat adat setempat yang berada di sekitar hutan TNKM itu. “Mereka ini yang menjaga budaya, yang sebagian besar berada di wilayah hutan konservasi ini dengan segala eksotiknya dan keunikannya yang masih terjaga,” jelasnya.

Diakuinya pula, saat ini pihaknya belum bisa menyentuh masyarakat adat di sekitar hutan TNKM itu secara intens karena faktor aksesibilitas. Tetapi ketika petugas TNKM berada di lapangan, selalu melakukan komunikasi dan dialog langsung dengan masyarakat. Baik dalam tatap muka dalam satu forum focus group discusion (FGD) atau perseorangan. “Ini yang kami kedepankan dalam dialog-dialog itu guna mencari satu format yang terbaik yang dapat disumbangkan kepada taman nasional untuk melaksanakan apa yang dimandatkan dalam pengelolaan TNKM ini. Salah satunya adalah bagaimana kita mengurusi masyarakat adat dengan budayanya dengan kearifan lokalnya. Serta pranata sosial yang sudah tumbuh dalam proses dinamika yang panjang menjadi suatu budaya,” jelasnya. (ida/ash)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .