MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 09 Maret 2018 10:32
Dinkes Segera Periksa Pedagang Cireng

Pastikan Pengolaan Makanan Sesuai Standar Kesehatan

DIGEMARI: Salah satu jajanan makanan anak-anak yang banyak digemari. Jajanan seperti ini mudah ditemukan di sekolah dan tempat-tempat berkumpulnya anak-anak. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Maraknya jajanan makanan instan ternyata menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan. Dalam waktu dekat, usaha kecil masyarakat ini bakal diperiksa. Khususnya dalam pengelolaan makanan sebelum disajikan. Termasuk penggunaan bahan makanan yang digunakan. Seperti penjula cireng dan penjual makanan instan lainnya.

Dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan Ramsidah, dalam melakukan pengawasan kesehatan dan kelayakan sebuah makanan memang sudah diatur jadwalnya. Di Januari lalu memang fokus terhadap rumah makan dan restoran. Khususnya yang memiliki tempat berjualan tetap. Tidak berpindah-pindah. Lalu, pada Februari, pengawasan terhadap depot air minum isi ulang. Kemudian, pada Maret ini kembali mengawasi makanan. Tapi, fokusnya terhadap makanan instan yang dijual pelaku usaha mikro kecil menengah itu. Termasuk juga kantin sekolah. “Penjual cireng, es cendol dan jajanan makanan lainnya bakal diperiksa,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan Ramsidah kepada media ini.

Menurutnya, jika mengikuti standar kesehatan yang ada, sejumlah pengelolaan makanan yang dilakukan pedagang kuliner masih banyak yang tidak sesusai standar. Sehingga, masyarakat perlu berhati-hati setiap kali membeli makanan dan menikmati sajian makanan. Termasuk makanan instan yang saat ini semakin menjamur. “Makanya, ada koodinasi dengan dinas koperasi, UMKM dan perindustrian soal pelaku usaha yang dibinanya itu. Karena, dalam waktu dekat ini akan ada pemeriksanaan,” kata Ramsidah.

Dalam pembinaan itu, lanjutnya, pihaknya akan memberikan informasi bagaimana mengelola makanan yang bersih dan layak dikonsumsi. Karena, selama ini tidak dipungkiri juga ada oknum penjual itu hanya mementingkan keuntungan saja. Sementara kesehatan makanan yang dijualnya tidak diperhatikan. Makanya, sebelum terjadi hal-hal yang merugikan konsumen, pelatihan dan pembinaan dilakukan. Terutama mendata jumlah pelakunya agar mudah dipantau. “Sebelum terjadi hal-hal yang merugika masyarakat, saya rasa memang perlu didata dan dibina pelaku usaha seperti ini. Apa lagi paling banyak yang menyukainya, khususnya anak-anak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang UMK Diskop UMKM dan Perindustrian Nunukan Dra. Sadariah mengakui jika mereka memang tidak memiliki data pelaku UMKM, khususnya pedagang makanan instan seperti penjual cireng dan lainnya. Kendati demikian, pihaknya sudah memiliki rencana untuk melakukan pendataan dengan mendatangi pedagang di tempat mangkalnya. Sebab, selama ini mereka banyak berpindah-pindah dan tak menetap. “Bukan penjual cireng saja. Banyak yang lain. Penjual es dan penjual makanan ringan lainnya juga. Masih banyak yang belum melapor ke kami,” ungkapnya saat dikonfirmasi di kantornya kemarin.

Menurutnya, pendataan ini memang sangat penting. Karena manfaatnya banyak. Tak hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak baik. Seperti adanya keracunan akibat dari produk itu dan lainnya. Namun juga dapat digunakan sebagai dasar dalam pemberian bantuan dari pemerintah. “Memang kami sulit mendatanya saat ini. Tapi, saya tidak pungkiri jika memang semakin menjamur usaha mereka. Tetap ditindaklanjuti masalah ini,” tegasnya.

Selain soal pengawasan dalam penjualan ke masyarakat, keberadaan UKM ini tentunya dapat menjadi sumber Penghasilan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi. Meskipun nilainya kecil, tapi kalau jumlahnya banyak tentunya dapat diperhitungkan dalam menambah pundi-pundi penghasilan daerah. “Semuanya sudah dipikirkan. Hanya saja belum dilakukan tindakan. Karena, saat ini sedang dalam proses,” urainya. (oya/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:38

Pengusaha Elektronik Keluhkan Kenaikan Dolar

NUNUKAN – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp 15.145 per USD 1 cukup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:37

Jalan Lingkar Sebatik Tunggu Perbaikan

NUNUKAN – Jalan lingkar Pulau Sebatik yang menghubungkan dua Kecamatan Sebatik Tengah dan Sebatik…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:10

Daging Alana Ilegal Masih Sulit Dibendung

NUNUKAN – Daging kerbau jenis alana yang beredar di Nunukan, masih banyak yang didatangkan secara…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21

Polisi Beri Dua Penyidik ke BNNK

NUNUKAN – Polres Nunukan akhirnya memberikan dua orang penyidik ke Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:19

Selesai Jalan Masa Hukuman, 89 WNI Dideportasi

NUNUKAN – Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani masa hukuman di Tawau, Malaysia telah…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN – Pemerintah Sabah Malaysia telah menerima surat dukungan terhadap pembukaan kapal feri…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .