MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 Maret 2018 10:32
Dirintis Misionaris dari Amerika, Dapat Bantuan Rp 1 Miliar

Mengenal Gereja Tua dan Bersejarah di Bulungan

TERTUA: Sebelum dipoles lokasi GKII Daerah Kayan Hilir di Jalan S.Parman Tanjung Selor ini dahulunya dibangun gereja tua dengan bahan kayu. Tampak GKII yang sudah berubah drastis. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Bulungan awalnya dirintis seorang misionaris utusan The Christian Misionaris Alliance (CMA). Ia yang memberitakan injil pertama kali di Samarinda dan menyeberang ke Tarakan, lalu ke Tanjung Selor pada 1928 silam. Seperti apa gereja itu kini, berikut liputannya.

SAMSUL UMARDHANY, Tanjung Selor

MENCARI keberadaan gereja tertua di Bulungan, sedikit membutuhkan waktu. Setelah mencari informasi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan, akhirnya penulis mendapatkan informasi bahwa, GKII adalah gereja tertua di Bulungan. Akhirnya penulis pun berkesempatan  bertemu dengan salah saeorang pendeta senior yang pernah melayani jemaat GKII daerah Kayan Hilir.

Adalah Pendeta Lie Merang, ia biasa disapa, rumahnya terletak di Jalan Kendondong, Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Tepat pukul 16.00 Wita, penulis berada di alamat tersebut sebagaimana janji yang sudah diatur sejak pagi, rupanya sang pendeta juga telah menunggu kedatangan penulis saat itu.

Setelah dipersilakan masuk, senyum ramah yang dilemparkannya membuat rasanya nyaman untuk memulai percakapan. “Silakan duduk,” ucapnya dengan ramah. Tanpa panjang lebar pula, penulis menjelaskan maksud kedatangannya. Yaitu perihal gereja tertua di Bulungan. “Iya GKII merupakan gereja tertua di Bulungan dan bahkan di Tanjung Selor,” sebutnya menjawab pertanyaan penulis.

Tanpa pikir panjang, ia pun menceritakan adanya GKII di Bulungan. Pria Kelahiran Matutun, 7 Juli 1954 ini menyebutkan, ia tahu sejarah GKII di Bulungan dikarenakan pernah menjadi gembala sidang di GKII, khususnya daerah Kayan Hilir.

“Pada tahun 1928, misionaris dari Amerika datang ke Kalimantan untuk memberitakan injil. Saat itu pertama kali tanah yang dipijaki adalah Kota Samarinda, lalu Tarakan, kemudian Bulungan, Tanjung Selor,” ungkapnya.

Memang kata dia, pada saat itu di Tanjung Selor merupakan markas atau induk dari misi yang dibawa oleh misionaris tersebut. Targetnya adalah mengabarkan injil kepada masyarakat, utamanya kepada suku-suku yang ada dengan cara pendekatan.

“Karena statusnya dalam penginjilan. Saat itu belum dibangun gereja, hanya kantor daerahnya saja yang saat itu berada di tempat yang ada saat ini juga berdampingan pada gereja yang menyusul dibangun,” sebutnya.

Tak hanya di Tanjung Selor, misionaris tersebut akhirnya juga berangkat ke Apau Kayan, Malinau yang dahulunya sebelum pemekaran wilayah masih menjadi bagian Bulungan. “Setelah melakukan penginjilan di sana, injil pun berkembang. Utamanya pada suku Uma Kulit yang saat itu mayoritas di sana. Setelah berkembang, kemudian dibangunlah gereja, saat itu masih disebut Kingmi pada tahun 1933,” bebernya.

Karena telah didirikan gereja, para pendetanya pun ditunjuk. Termasuk ayah kandungnya dan beberapa lainnya. Namun demi keperluan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan transportasi, akhirnya suku tersebut melakukan urbanisasi ke Long Tungu, Ibu Kota Peso Hilir saat ini pada tahun 1955.

“Pada Tahun 1955 konferensi besar dilaksankan di Long Tungu, organisasi pun mulai terorganisir, karena berkembang secara organisasi,” sebutnya.

Karena, rata-rata pengurus gereja saat itu pindah ke Long Tungu, akhirnya suku tersebut juga mendirikan gereja pada tahun 1957 dan terus berkembang. Utamanya di daerah Kayan Hilir pada suku-suku lainnya. “Pada tahun 1976, di Balikpapan Kingmi diubah menjadi GKII, dan berpusat di Jakarta saat itu,” sebutnya.

Terlepas dari itu, terkait pembangunan gereja di Tanjung Selor, ia tak mengetahui kapan pastinya. Namun ia menegaskan, sekitar pada tahun 1965, dirinya yang masih berstatus pelajar kala itu, sudah melihat bangunan GKII.

“Hanya saja saat itu bangunannya didominasi oleh kayu dan beratapkan sirap, dibuat oleh CMA. Saat itu kata dia ada pendeta yang mengembalakan jemaat namun kapasitas yang masih kecil atau sedikit, mereka orang-orang dari Apau Kayan juga dan terus berkembang hingga kini,” sebutnya.

“Yang jelas GKII terlebih dahulu ada, kemudian baru menyusul GPIB,” sambungnya.

Kemudian kata dia, pada saat dirinya menjadi gembala sidang pada tahun 1987, kondisi bangunan juga masih sama pada saat ia bersekolah dulu. Pada bagian atapnya sudah dimodernisasi, karena telah menggunakan atap seng. “Saat itu kami hanya behahi sekitar gereja, seperti membuat jalan semenisasi, saat itu masih becek,” ungkapnya.

Kemudian kata dia, pada tahun 2004 barulah bangunan lama mulai dibongkar habis dan membangunkan gedung yang baru. Sebab saat itu GKII yang sudah menjadi daerah Kayan Hilir menerima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 1 miliar.

“Kemudian dibangun yang baru dan selesai pada tahun 2007, tepat pada 1 Juni diresmikan oleh Bupati, yang saat itu dijabat oleh Budiman Arifin, jadi bentuk bangunan hingga saat ini masih bertahan, lokasinya juga tidak kami ubah,” jelasnya. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 16:49

47 Life Jacket Tak Layak Pakai Ditemukan dalam Speedboat

  TANJUNG SELOR - Unit Penyelengaraan Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, kembali mengamankan…

Rabu, 20 Juni 2018 11:46

Harga Sembako Kembali Stabil

TANJUNG SELOR – Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) pasca Idul Fitri 1439 hijiriah di lima kabupaten…

Rabu, 20 Juni 2018 11:43

Miliki 9 Titik Potensi Ladang Migas

TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan sebagai daerah yang kaya akan sumber…

Rabu, 20 Juni 2018 11:42

Puncak Arus Balik Diprediksi Hari Ini

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan…

Rabu, 20 Juni 2018 11:39

Infrastruktur Dasar Masih Jadi Perhatian Pemprov

TANJUNG SELOR - Memasuki usia ke-5 tahun, realisasi pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan…

Rabu, 20 Juni 2018 11:36

Pengelola Parkiran Speedboat Belum Jelas

TANJUNG SELOR - Pembangunan parkiran speedboat milik Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) yang berlokasi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:34

Pendatang Baru Wajib Lapor

TANJUNG SELOR – Libur panjang Idul Fitri tahun ini segera berakhir. Arus balik diprediksi bakal…

Selasa, 19 Juni 2018 21:06

LUAAMAA BANGET..!! Daftar Tunggu Tembus 8.244 Orang

TANJUNG SELOR - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Utara (Kaltara) belum…

Selasa, 19 Juni 2018 20:54

Mobil Dinas Dipakai Kunjungi Famili Lalu Kecelakaan, Begini Nih Kondisinya

TANJUNG SELOR – Lakalantas kembali terjadi di Jalan Poros Kaltara, tepatnya di Gunung Seriang…

Senin, 18 Juni 2018 21:29

Wilayah Ini Sudah Miliki DPS untuk Pemilu 2019

TANJUNG SELOR – Dari hasil pemutakhiran data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .