MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 Maret 2018 11:09
Pertimbangkan Kejiwaan si Istri Siri

Vonis Sally Lebih Ringan Dua Tahun

DOK/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sally (25) akhirnya divonis lima tahun penjara dalam  sidang kasus pembunuhan terhadap anaknya sendiri di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, kemarin (6/3). Vonis ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sally hadir dengan mengenakan kerudung, dengan terus tertunduk malu di kursi pesakitan. Ketua majelis hakim Christo E.N Sitorus dalam putusannya menjatuhkan hukuman pidana lima tahun penjara, dengan denda Rp 800 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Hakim menilai, salah satu hal yang meringankan Sally karena bebannya dengan satu anak yang masih berusia lima tahun. Sally juga diketahui masih berstatus istri siri, atau belum dinikahi secara sah. Mendengar putusan hakim tersebut, Sally mengusap air matanya.

Hakim membeberkan jika Sally mengalami gangguan psikologis hingga tega melakukan tindakan di luar kewajaran. Menaruh anaknya di dalam kulkasdi rumahnya selama tiga hari, selanjutnya memindahkan anak yang telah membeku itu ke freezer di lokasi pencucian motor miliknya di Kelurahan Kampung Satu/ Skip selama tiga bulan.

“Vonis itu diberikan, mengingat pemikiran terdakwa agak terganggu.  Apalagi dengan beban hidupnya,” ungkap Melcky Johny Otoh, Humas Pengadilan Negeri Tarakan.

Selain itu, lanjut Melcky, sejak awal kehamilan Sally, ia sudah tidak menginginkan bayinya itu lahir. “Si Sally ini mengaku masih trauma dengan status sosial anak pertamanya, yang saat ini masih belum bisa mendapatkan akta kelahiran dengan nama bapak kandungnya, karena tidak memiliki buku nikah,” jelasnya.

Sehingga, Sally berpikiran akan siapa nantinya yang mengurus kedua anaknya jika tidak memiliki ayah. “Karena pemikirannya terganggu itu, jadi dia memilih melahirkan sendiri namun akhirnya anaknya meninggal,” lanjutnya lagi.

Selain itu, Majelis Hakim juga memberikan kesempatan kepada penasihat hukum (PH) terdakwa, Nunung Tri Sulistyawati dan JPU yang diwakili Debby Fauzia untuk mengajukan banding. “Kami meminta waktu pikir-pikir selama 7 hari,” kata PH terdakwa, serupa disampaikan JPU.

Dalam sidang sebelumnya, Sally dituntut 7 tahun penjara. Dalam dakwaan primair pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) juncto pasal 76 c Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Perkara Sally ini, bermula pada 2 Agustus 2017 lalu, warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang ternyata disimpan di dalam freezer pencucian mobil Jalan Pulau Bunyu sejak Mei.

Kondisi bayi yang masih lengkap dengan tali pusar dan ari-ari itu ditemukan polisi beserta warga dalam keadaan membeku terbungkus plastik berwarna hitam. Bayi itu bercampur dengan makanan beku di dalam freezer lainnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 22:19

Tiga Soal Penentu Pemenang Debat

TARAKAN - Meski durasinya hanya beberapa jam saja, namun debat kandidat Pilwali Tarakan menelan anggaran…

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Pengunjung Air Terjun Tembus 10 Ribu

TARAKAN – Di hari libur, setiap masyarakat pasti hendak mencari lokasi rekreasi bersama dengan…

Senin, 18 Juni 2018 11:38

Daging Ayam, Kejutan Tahun Ini

ADANYA peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok perumahan, air listrik,…

Senin, 18 Juni 2018 11:24

THR HABIS, UTANG KEMUDIAN

Momentum Lebaran pada perayaan Idulfitri memang selalu dinanti-nanti. Berbagai persiapan menyambut hari…

Senin, 18 Juni 2018 11:17

Penutupan Bisa Memancing HIV/AIDS Berkembang

TARAKAN – Penutupan lokalisasi harus waspadai akan bahaya penyakit human immunodeficiency virus/acquired…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 11:09

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Hasil Panen Berjatuhan Lewati Jalan Rusak

TARAKAN – Kondisi semenisasi yang hancur dan berlubang, cukup menghambat aktivitas warga RT 15,…

Minggu, 17 Juni 2018 17:08

Satu Unit Rumah Nyaris Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR - Satu  rumah milik pasangan suami istri, Takim dan Nurhayati yang berada di Jalan…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:43

Pelabuhan Masih Sepi, Belum Ada Lonjakan Penumpang

  TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .