MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 07 Maret 2018 11:04
Minim Wadah, Saling Merangkul di Komunitas

Kusni Thamrin, Seniman Lukis Bumi Paguntaka

ARTISTIK: Pelukis Tarakan Kusni Thamrin saat memainkan kuas lukisnya di kanvas. Dia menuangkan imajinasi aktivitas warga pesisir. LISAWAN YOSEPH LOBO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Di atas kanvas berukuran 170 x 140 centimeter, tangan Kusni Thamrin terlihat begitu terampil memegang kuas. Perlahan membentuk gambar kampung nelayan. Siang itu dia lagi menumpahkan inspirasinya dengan daerah pesisir Selumit Pantai, kental dengan aktivitas masyarakatnya.

LISAWAN YOSEPH LOBO

BAGI seorang pelukis, dalam menentukan objek lukisan setidaknya lebih dulu berpetualang, menggali ide. Seperti lukisan kampung nelayan yang sementara dilukis oleh Kusni.

Beberapa hari sebelumnya ia menjelajahi daerah pesisir seperti Selumit Pantai dan Jembatan Bongkok, Tarakan Barat. Melihat objek, seperti apa lukisannya nanti.

Konon, seorang pelukis harus perspektif dalam melukis. Sehingga dari sudut pandang orang yang melihat, dapat disimpulkan maknanya.

Seperti dalam lukisan kampung nelayan Kusni, bercerita tentang aktivitas warga pesisir. Dilukisnya permukiman warga. Di sudut lain seorang warga sedang menjemur.

Memang setiap lukisan itu mempunyai arti dan makna tersendiri. Entah itu pengalaman dari sang pelukis, cerita hidup dari seseorang, maupun objek dari alam itu sendiri.

 

Sejak duduk di bangku SD, Kusni hobi melukis. Dari situ ia mengenal karakter kartun dan komik. Seiring berjalannya waktu, ia ingin mendalami seni lukis yang menggambarkan objek sebenarnya. Pewarnaan dengan menggunakan media signifikan, yang akhirnya membawanya beberapa kali mengikuti pameran nasional.

Karena hobi, ia pun mengasah kemampuannya dengan otodidak. Saat duduk di bangku SMA, ia pernah menggali ilmu dari seorang pelukis asal Tanjung Selor yang bernama Datuk Aziz. Kusni belajar cara melukis melalui media yang besar, ditentukan melalui perbandingan skala.

Penentuan warna juga lebih selektif, agar dapat menceritakan gradasi warna dan pencahayaan dari sudut pandang. Sehingga suatu lukisan tersebut membuat objeknya benar-benar hidup dan bercerita. “Bagi pemula memang ada kesulitan karena butuh proses, artinya kita harus mengetahui dasar membuat sketsa,” tutur pria kelahiran Singkawang 10 November 1962 ini.

Dari ratusan lukisan ada banyak karyanya yang berkesan. Salah satunya lukisan yang ia pamerkan di Bandung saat 2015 lalu. Lukisan bertema kebudayaan Dayak.

Kebetulan saat itu, salah satu tokoh dari suku Dayak, yang sempat berkunjung ke Tarakan. Setelah mendapatkan izin, akhirnya melukis dan memamerkan karyanya itu di pameran Bandung pada 2015.

Fokus menjadi kunci utama dalam setiap karya seni. Kalau tidak fokus, maka terkadang salah dalam memilih warna. Tentu ada teknik tersendiri dengan mengoplos warna agar dapat menyesuaikan. Hingga saat ini ia masih sulit melukis mata burung yang mengarahkan pandangan ke bawah.

2007 ia mulai mencoba beralih dari kuas ke pisau palet. Memang hasil lukisan lebih rumit dan berbeda karena warnanya timbul. Pada saat itu, palet biasa dikombinasikan dengan kuas. Akhirnya 2014, ia menggunakan palet, media yang ia gunakan pun mulai dari ukuran 40 x 40 centimeter hingga 170 x 140 centimeter.

Harga lukisan sangat ditentukan kolektor. Dari kisaran Rp 10-15 juta. “Kalau untuk lukisan keluarga saya patok Rp 2,5 hingga Rp 3 juta. Biasanya konsumen itu pikir mengenai harganya, padahal seni itu mahal, sebuah keahlian tangan dan berbeda dengan foto,” ujar pria berusia 53 tahun ini.

Biasanya ia membutuhkan waktu selama satu hari satu malam untuk menyelesaikan lukisannya. Itu pun tergantung dari mood, bahkan ada lukisannya membutuhkan waktu selama satu tahun seperti lukisan pasar pagi.

Ia mengaku, wadah untuk para seniman seni rupa di Tarakan masih sangat minim. Tetapi ia berupaya merangkul orang-orang yang memiliki emosional dalam seni rupa di komunitas Fine Art. Sehingga para seniman dapat berkarya dan bersinergi dalam memberikan pengalaman, saling mengisi seperti seni kontemporer, abstrak, grafiti, realisme dan surealisme.

Ditambahkan rekannya, M. Noor, besar harapannya agar para seniman memiliki wadah untuk mengembangkan bakatnya. Sejauh ini yang menjadi daya tarik masyarakat seperti lukisan wajah. “Kami berharap bisa mengakomodir teman-teman yang seni rupa walaupun berbeda pekerjaan, bisa melukis bersama,” tambah pria lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini. (***/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:05

Cara Para Calon Pilwali Tarakan Meyakinkan Pemilih

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:03

Begini Angan-Angan Para Paslon Mewujudkan Tujuan Pembangunan di Tarakan

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:58
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Ternyata Pertanyaan Undian Dalam Debat Seperti Ini

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:53
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Di Mata Panelis, Ada Masalah Anggaran dan Birokrasi

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Diingat Yah! Janji Paslon Dalam Visi Misinya

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50

Begini Yel-Yel Para Paslon Dalam Debat Tadi Malam

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 12:04

Serang Warga, ‘Cupping’ Biasa Diberi Makan

NUNUKAN - Seorang warga Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Syamsuddin alias…

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Digelar Sabtu hingga Tak Ada Buras dan Ketupat

Hampir seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat id serentak pada Jumat (15/6). Namun berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .