MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Maret 2018 12:33
Hanya Disanksi Ringan

Dua Kadis yang Pamer Empat Jari

Khaeruddin Arief Hidayat - Plt Wali Kota Tarakan.

PROKAL.CO, TARAKAN - Dua aparatur sipil negara (ASN) yang tersandung kasus pelanggaran dalam Pilwali semakin bernapas lega. Kedua ASN yang tercatat menjabat sebagai kepala dinas hanya dikenakan hukuman ringan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat merunut kejadian pelanggaran keduanya. Pada 17 Februari 2018 lalu, dua ASN berfoto bersama dengan pasangan calon memamerkan simbol empat jari. Menurutnya hal tersebut melanggar aturan dalam UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilu.

Nah, sejak foto tersebut diunggah ke media sosial, kemudian menjadi temuan Panwaslu. Pada 21 Februari 2018, usai mencari bukti Panwaslu dan seluruh unsur Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memutuskan menghentikan kasus ini. Dikarenakan tidak cukup bukti yang akurat, sebab foto asli dua ASN tersebut tidak ditemukan. Dugaan pidananya dihentikan.

Selajutnya, Panwaslu merekomendasikan ke Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) untuk diproses. Senin (5/3) setelah rapat bersama, tim penegakan hukum disiplin memutuskan kedua ASN dikenakan sanksi ringan.

Hal itu merujuk pada pertimbangan aturan, alasan ketidaksengajaan kedua ASN dan tingkatan hukuman, serta melihat perjuangan kedua ASN selama menjalankan tugas selama 30 tahun yang tidak pernah terlibat masalah. Keduanya juga dinilai berprestasi.

Kata Arief, kategori pelanggaran ASN ada tiga, sanksi ringan yang berbentuk lisan, tertulis dan tidak puas. Sanksi kedua ialah sanksi sedang, yakni penurunan gaji secara berkala, penurunan pangkat dan penundaan. Sedang sanksi terakhir ialah saksi terberat seperti pemecatan atau pemberhentian dari jabatan ASN. “Oleh karena itu, kami memilih sanksi ringan, yaitu lisan, tertulis dan tidak puas dengan apa yang beliau (dua ASN) lakukan,” jelasnya.

Kendati demikian, sanksi ringan tersebut akan tetap berdampak kepada dua ASN tersebut. Sebab, jika kedua ASN tersebut kembali melakukan kesalahan, maka sanksinya berbeda atau lebih berat. “Tapi karena kedua ASN ini tidak pernah melakukan kesalahan, maka hanya diberikan sanksi ringan,” tuturnya.

Selanjutnya, kedua ASN tersebut akan diberikan surat untuk dipanggil. Terpisah, salah satu ASN yang tersandung kasus pelanggaran Pilwali, Budi Setiawan mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui keputusan BKPPD dan tim penegakan disiplin PNS Pemkot. “Oh, saya belum tahu. Sudah ya, terimakasih,” jawabnya singkat.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tarakan belum dapat dikonfirmasi mengenai hal ini. Ketua Panwaslu Tarakan Sulaiman tidak dapat ditemui di sekretariatnya. Sementara, telepon selulernya tidak dapat tersambung. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .