MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Maret 2018 12:30
Rela Kehilangan Pekerjaan Mengejar Pemusatan Latihan

Hardi, Mendulang Prestasi di Kejuaraan Nasional Angkat Berat

PENDULANG MEDALI: Puluhan medali dan piala penghargaan dari KONI dipamerkan Ardi dari capaiannya selama 10 tahun menjadi atlet angkat berat Kota Tarakan. GUNTUR PATILANGI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Kota Tarakan unggul dibanding empat kabupaten lain di Kalimantan Utara dalam capaian prestasi di bidang olahraga. Dari kejuaraan nasional hingga internasional. Paling menonjol soal cetak mencetak atlet. Salah satunya atlet olahraga angkat berat.

GUNTUR PATILANGI

HARDI (28), lifter terbaik Tarakan saat ini. Karena kemampuannya menyabet segudang prestasi di kancah nasional. Namun di balik itu, perjalanan karirnya tak begitu mulus. Bahkan beberapa tahun lalu, ia harus kehilangan pekerjaan.

Awal keseriusannya terjun ke dunia angkat berat pada 2008. Pria berkepala pelontos ini masih duduk di kelas II Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan. Ardi, sapaannya, sempat mengalami obesitas, berat badannya mencapai 105 kilogram (kg) saat itu.

Ia pun kemudian diajak Kartono, salah satu pelatih dari Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABSI) ke pusat latihan PABSI Tarakan, tepat di depan Stadion Datu Adil. “Memang niat awalnya itu turunkan berat badan,” ujar lifter kelahiran Sandakan 17 Februari 1990 ini.

Meski niat awal hanya menurunkan bobot badan, sang pelatih malah menawarkan Ardi bergabung dengan skuad angkat berat Kota Tarakan.

Ardi makin tertarik setelah diiming-imingi bakal terlibat di kejuaraan di luar daerah. Kurang lebih enam bulan berlatih, Ardi mengikuti kejuaraan nasional junior di Balikpapan, Kalimantan Timur. Malam sebelum berangkat, Ardi malah gelisah, tak bisa tidur. Ia membayangkan, perjalanan dengan menumpang pesawat terbang, adalah pengalaman pertama bagi hidupnya. “Itulah awal saya naik pesawat,” jelas anak kedua dari empat bersaudara ini.

Hasilnya, Ardi sukses menduduki tempat ketiga, berhak atas medali perunggu di kelas 105 kg. Setelah rampung mengikuti kejuaraan hingga kancah nasional untuk kali pertama, Ardi kian terpacu berlatih setiap hari.

Ia pun memanfaatkan angkot pulang pergi sekolah. Sepulangnya dari sekolah, menjangkau tempat latihan dengan berjalan kaki yang berjarak lebih kurang 500 meter.

Hingga 2013 Ardi kerap menerima bonus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan hingga KONI Kalimantan Timur. Selain mendulang prestasi, hobi olahraganya tersebut bisa dibilang menjadi pekerjaan sampingan.  “Setelah tahun ke tahun mendulang prestasi akhirnya saya vakum untuk waktu yang sangat lama hingga 2015,” kata lifter yang doyan nasi goreng ini saat ditemui di lokasi latihannya depan Stadion Datu Adil, Senin (5/3).

Ardi bangkit dengan semangat barunya di 2015. Ia kembali menciptakan prestasi di Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan menduduki peringkat 4 nasional se-Indonesia untuk kelas 105 kg dan secara otomatis lolos di PON Jawa Barat 2016. Berjalannya waktu Ardi kian memantapkan diri untuk berlaga di kejuaraan empat tahunan tersebut.

Diketahui saat berjalannya pemusatan latihan selama beberapa bulan di 2015 Ardi harus rela kehilangan pekerjaannya pada salah satu perusahaan cargo di Bandara Juwata Tarakan. “Alasan dari perusahaan karena saya suka lambat kerja, saya sudah memberikan alasan karena saya berlatih namun perusahaan tidak menerimanya akhirnya saya dipecat,” pungkas pria dengan bobot 108 kg itu kesal.

Karena PON merupakan agenda tahunan yang ditunggu setiap atlet di Indonesia, Ardi terus menerus konsentrasi berlatih. Kejadian tak mengenakkan terjadi dalam momen itu. Perubahan kelas menjadi 120 kg untuk di PON Jawa Barat, akhirnya Ardi berusaha untuk mengkonfirmasi kepada pengurus cabang olahraganya untuk mengubah entry by name yang sebelumnya ia harus bermain di 105 kg.

Namun saat PON dimulai pada September 2016 silam, Ardi terdata di 105 kg. “Sampai dengan saat itu merupakan momen paling pedih yang saya rasa selama karir saya menjadi atlet,” lanjutnya.

Dari seluruh kejuaraan yang pernah ia ikuti hanya seleksi Pra PON yang membuat ia menitihkan air mata. Meski saat di PON ia tidak dapat berlaga.

Kejadian yang menurutnya lucu saat kejuaraan nasional Riau 2012 silam. Di tengah dia mengangkat beban, tiba-tiba barbel berukuran besar jatuh mengenai kakinya. Dua kukujarinya terlepas. Meski berdarah, ia mengaku sempat menertawakan diri.

Setelah PON berakhir dengan keterbatasan biaya pada 2017 lalu, Ardi berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 2 medali perak di kejuaraan nasional senior di Riau. Dengan hasil tersebut Ardi dipercayakan KONI Kalimantan Utara menjadi atlet dengan predikat terbaik di 2017. “Alhamdulillah dengan hasil kerja keras saya selama ini di 2017 lalu saya menjadi atlet putra terbaik dari KONI Kaltara,” katanya bangga.

Ditanya terkait dengan kesiapannya di PON Papua 2020 nanti, Ardi tidak dapat memastikan apakah dapat tampil di kegiatan empat tahunan tersebut. Pasalnya saat ini ia sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dengan menjadi sekuriti di Telkom Tarakan. “Saya tetap berterima kasih kepada perusahaan saya saat ini. Karena saya sudah mengatakan selain pekerjaan saya juga harus rutin berlatih,” tuturnya tersenyum. (***/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .