MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Maret 2018 12:30
Rela Kehilangan Pekerjaan Mengejar Pemusatan Latihan

Hardi, Mendulang Prestasi di Kejuaraan Nasional Angkat Berat

PENDULANG MEDALI: Puluhan medali dan piala penghargaan dari KONI dipamerkan Ardi dari capaiannya selama 10 tahun menjadi atlet angkat berat Kota Tarakan. GUNTUR PATILANGI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Kota Tarakan unggul dibanding empat kabupaten lain di Kalimantan Utara dalam capaian prestasi di bidang olahraga. Dari kejuaraan nasional hingga internasional. Paling menonjol soal cetak mencetak atlet. Salah satunya atlet olahraga angkat berat.

GUNTUR PATILANGI

HARDI (28), lifter terbaik Tarakan saat ini. Karena kemampuannya menyabet segudang prestasi di kancah nasional. Namun di balik itu, perjalanan karirnya tak begitu mulus. Bahkan beberapa tahun lalu, ia harus kehilangan pekerjaan.

Awal keseriusannya terjun ke dunia angkat berat pada 2008. Pria berkepala pelontos ini masih duduk di kelas II Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan. Ardi, sapaannya, sempat mengalami obesitas, berat badannya mencapai 105 kilogram (kg) saat itu.

Ia pun kemudian diajak Kartono, salah satu pelatih dari Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABSI) ke pusat latihan PABSI Tarakan, tepat di depan Stadion Datu Adil. “Memang niat awalnya itu turunkan berat badan,” ujar lifter kelahiran Sandakan 17 Februari 1990 ini.

Meski niat awal hanya menurunkan bobot badan, sang pelatih malah menawarkan Ardi bergabung dengan skuad angkat berat Kota Tarakan.

Ardi makin tertarik setelah diiming-imingi bakal terlibat di kejuaraan di luar daerah. Kurang lebih enam bulan berlatih, Ardi mengikuti kejuaraan nasional junior di Balikpapan, Kalimantan Timur. Malam sebelum berangkat, Ardi malah gelisah, tak bisa tidur. Ia membayangkan, perjalanan dengan menumpang pesawat terbang, adalah pengalaman pertama bagi hidupnya. “Itulah awal saya naik pesawat,” jelas anak kedua dari empat bersaudara ini.

Hasilnya, Ardi sukses menduduki tempat ketiga, berhak atas medali perunggu di kelas 105 kg. Setelah rampung mengikuti kejuaraan hingga kancah nasional untuk kali pertama, Ardi kian terpacu berlatih setiap hari.

Ia pun memanfaatkan angkot pulang pergi sekolah. Sepulangnya dari sekolah, menjangkau tempat latihan dengan berjalan kaki yang berjarak lebih kurang 500 meter.

Hingga 2013 Ardi kerap menerima bonus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan hingga KONI Kalimantan Timur. Selain mendulang prestasi, hobi olahraganya tersebut bisa dibilang menjadi pekerjaan sampingan.  “Setelah tahun ke tahun mendulang prestasi akhirnya saya vakum untuk waktu yang sangat lama hingga 2015,” kata lifter yang doyan nasi goreng ini saat ditemui di lokasi latihannya depan Stadion Datu Adil, Senin (5/3).

Ardi bangkit dengan semangat barunya di 2015. Ia kembali menciptakan prestasi di Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan menduduki peringkat 4 nasional se-Indonesia untuk kelas 105 kg dan secara otomatis lolos di PON Jawa Barat 2016. Berjalannya waktu Ardi kian memantapkan diri untuk berlaga di kejuaraan empat tahunan tersebut.

Diketahui saat berjalannya pemusatan latihan selama beberapa bulan di 2015 Ardi harus rela kehilangan pekerjaannya pada salah satu perusahaan cargo di Bandara Juwata Tarakan. “Alasan dari perusahaan karena saya suka lambat kerja, saya sudah memberikan alasan karena saya berlatih namun perusahaan tidak menerimanya akhirnya saya dipecat,” pungkas pria dengan bobot 108 kg itu kesal.

Karena PON merupakan agenda tahunan yang ditunggu setiap atlet di Indonesia, Ardi terus menerus konsentrasi berlatih. Kejadian tak mengenakkan terjadi dalam momen itu. Perubahan kelas menjadi 120 kg untuk di PON Jawa Barat, akhirnya Ardi berusaha untuk mengkonfirmasi kepada pengurus cabang olahraganya untuk mengubah entry by name yang sebelumnya ia harus bermain di 105 kg.

Namun saat PON dimulai pada September 2016 silam, Ardi terdata di 105 kg. “Sampai dengan saat itu merupakan momen paling pedih yang saya rasa selama karir saya menjadi atlet,” lanjutnya.

Dari seluruh kejuaraan yang pernah ia ikuti hanya seleksi Pra PON yang membuat ia menitihkan air mata. Meski saat di PON ia tidak dapat berlaga.

Kejadian yang menurutnya lucu saat kejuaraan nasional Riau 2012 silam. Di tengah dia mengangkat beban, tiba-tiba barbel berukuran besar jatuh mengenai kakinya. Dua kukujarinya terlepas. Meski berdarah, ia mengaku sempat menertawakan diri.

Setelah PON berakhir dengan keterbatasan biaya pada 2017 lalu, Ardi berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 2 medali perak di kejuaraan nasional senior di Riau. Dengan hasil tersebut Ardi dipercayakan KONI Kalimantan Utara menjadi atlet dengan predikat terbaik di 2017. “Alhamdulillah dengan hasil kerja keras saya selama ini di 2017 lalu saya menjadi atlet putra terbaik dari KONI Kaltara,” katanya bangga.

Ditanya terkait dengan kesiapannya di PON Papua 2020 nanti, Ardi tidak dapat memastikan apakah dapat tampil di kegiatan empat tahunan tersebut. Pasalnya saat ini ia sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dengan menjadi sekuriti di Telkom Tarakan. “Saya tetap berterima kasih kepada perusahaan saya saat ini. Karena saya sudah mengatakan selain pekerjaan saya juga harus rutin berlatih,” tuturnya tersenyum. (***/lim)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .