MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 03 Maret 2018 10:46
Operasi Keselamatan Digelar 21 Hari

Satlantas Kedepankan Preemtif dan Preventif

OPERASI BERSAMA: Tampak Kabag Ops Polres Malinau Kompol Parlagutan Simanjuntak mewakili Kapolres Malinau AKBP Bestari H. Harahap, SIK, MT saat menyematkan pita Operasi Keselamatan kepada personel Dishub Kabupaten Malinau, Kamis (1/3) di halaman Makopolres Malinau. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Malinau, mulai 5 – 25 Maret menggelar Operasi Keselamatan Mahakam 2018.

Kapolres Malinau AKBP Bestari H. Harahap, SIK, MT melalui Kasatlantas Polres Malinau IPTU Yudi Pribadi, SH menjelaskan, Operasi Keselamatan merupakan nama sandi operasi pengganti Operasi Simpatik yang terakhir digunakan pada tahun 2017. “Dulunya Operasi Simpatik, tetapi pada tahun 2018 ini diganti sandinya, menjadi sandi Operasi Keselamatan dan itu sama seluruh Indonesia,” kata IPTU Yudi kepada Radar Tarakan, Jumat (2/3).

Dikatakannya, pihaknya telah melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Mahakam 2018, Kamis (1/3) di Halaman Makopolres Malinau. “Operasi ini akan berlangsung selama 21 hari, terhitung mulai tanggal (TMT) 5 – 25 Maret,” sebutnya.

Sementara itu, untuk Operasi Keselamatan ini pihaknya mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, yaitu melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, komunitas, paguyuban dan di tempat-tempat keramaian lainnya seperti terminal atau pasar.

“Minggu pertama dan kedua kita laksanakan preemtif dan preventif, kemudian di minggu ketiga kita akan melaksanakan tindakan represif menggunakan tilang (bukti pelanggaran) dengan melihat pelanggaran secara kasat mata,” bebernya.

Namun, apabila dalam minggu pertama dan kedua saat pelaksanaan tindakan preemtif dan preventif ada yang melanggar yang dilihat secara kasat mata, seperti melawan arus atau berkendara ugal-ugalan, maka pihaknya akan tetap tilang, karena hal tersebut bisa membahayakan pengendara itu sendiri maupun membahayakan orang lain. “80 persen tindakan preemtif dan preventif, setelah itu baru tindakan represif 20 persen,” ungkap perwira berpangkat dua balok di pundaknya ini.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakpolsek Malinau Kota ini juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi, ada tujuh pelanggaran prioritas yang disosialisasikan agar tidak dilanggar. Hal tersebut untuk meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas pada tahun 2018.

“Tujuh pelanggaran tersebut yaitu, tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI), mabuk saat berkendara, melebihi batas kecepatan (ngebut), menggunakan telepon seluler saat berkendara, tidak menggunakan sabuk keselamatan, pengendara di bawah umur dan yang terakhir melawan arus atau melanggar rambu-rambu,” bebernya lagi.

Untuk diketahui, dalam Operasi Keselamatan Mahakam 2018 di Polres Malinau melibatkan juga Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0910 Malinau. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*