MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 28 Februari 2018 11:40
Anggaran Tak Kunjung Ngucur, Ancam Setop Tahapan Kampanye
TEGUH DWI SUBAGYO

PROKAL.CO, TARAKAN - Persoalan anggaran tidak hanya mengganggu realisasi program pembangunan Pemerintah Kota Tarakan. Pelaksanaan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan terancam dihentikan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), mengaku belum menerima kucuran anggaran selama 2018. Salah satu akibatnya, alat peraga kampanye calon seperti baliho yang harusnya disediakan KPU belum juga dicetak dan didistribusikan. “Kalau belum dicairkan sangat mengganggu. Makanya ini kami sedang menunggu prosesnya, ada yang sedang diproses. Kami berharap akhir bulan ini dan awal bulan ada pencairan,” harap Teguh Dwi Subagyo, Selasa (27/2).

Menurutnya, persoalan anggaran telah ditekankan oleh Gubernur Kalimantan Utara H. Irianto Lambrie saat tatap muka bersama Pemkot Tarakan dan pasangan calon di gedung serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan beberapa waktu lalu.

Gubenur mengingatkan kepada Pemkot Tarakan agar anggaran Pilkada menjadi prioritas. Bahkan, Gubernur mengharapkan paling lambat seminggu setelah pertemuan itu, sudah dicairkan. Menurut Teguh, pihaknya tidak menuntut keseluruhan yang harus dicairkan Pemkot Tarakan, yang terpenting ada anggaran yang tersedia. “Tapi kalau mau sekaligus alhamdulillah, kami juga bisa fokus pada tahapan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami mengatakan bahwa saat proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), seluruh energi KPU terkuras di satu hal itu. Hingga akhirnya disetujui anggaran khusus Pilwali senilai Rp 13,7 Miliar.

Nah, usai penandatanganan NPHD pada September 2018 lalu, tahap pertama dicairkan sebanyak Rp 1,5 miliar pada November 2018. Lanjut, pada pencairan kedua Rp 500 juta. Nah, hingga memasuki Maret 2018 ini, belum ada proses pencairan anggaran selanjutnya.

"Artinya, anggaran yang Rp 13,7 miliar itu baru diberikan ke KPU berjumlah Rp 2 Miliar, itu pun bertahap," ungkapnya.

"Sekarang paslon sudah ditetapkan dan nomor urut sudah dicabut. Nah anggaran belum dicairkan sampai sekarang. Ini mengkhawatirkan menurut saya, karena akan ada tahapan yang krusial, seperti percetakan alat peraga untuk paslon," tuturnya.

 

Selain itu, meski kinerja PPDP telah dilaksanakan namun upah PPDP belum terbayarkan yang mencapai Rp 700 juta lebih. Tak hanya PPDP, namun anggaran PPK-PPS juga terhitung Januari dan Februari belum terbayarkan dan mencapai Rp 500 juta lebih.

Karena pilkada dilaksanakan pada Januari lalu, artinya sejak saat ini harus disiapkan dan diproses pengadaan surat suara, hal ini pun tentu membutuhkan anggaran. Jika anggaran tidak tersedia, maka ini akan mengganggu proses tahapan pilkada ke depannya.

"Kok pemilihan ada cicilan? Karena tahapan ini memiliki dana yang tidak sedikit. Saya sudah melapor kepada Ketua KPU RI terkait progres KPU Tarakan, saat itu beliau menyatakan jika ini merupakan hambatan, salah satu langkah yang kami lakukan hanya satu, yaitu hentikan tahapan Pilwali," sambungnya.

Keluhan serupa juga diungkapkan Ketua Bawaslu Kalimantan Utara Siti Nuhriati, setelah mendapatkan laporan dari Panwaslu Tarakan melalui Sekretaris  Bawaslu Kaltara.  Kondisi ini bisa membuat Panwaslu Tarakan tidak bisa bekerja maksimal. “Tadi saran Sekretaris Bawaslu, kita meminta kepada KPU untuk menghentikan dulu tahapan. Kalau mereka (paslon) memanfaatkan momen ini menggugat KPU, siapa yang repot?” tukasnya.

Dikonfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat memastikan bahwa proses pencairan anggaran sedang berlangsung. Ia pun sudah menginstruksikan kepada Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memprioritaskan anggaran penyelenggara pemilu.

“Kami sudah diperintahkan Pak Gubernur, saya juga sudah berkoordinasi. Mungkin di minggu inilah sudah ada. Mungkin bertahap, yang penting operasional dan gaji itu duluan yang diakomodir,” tuturnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 22:19

Tiga Soal Penentu Pemenang Debat

TARAKAN - Meski durasinya hanya beberapa jam saja, namun debat kandidat Pilwali Tarakan menelan anggaran…

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Pengunjung Air Terjun Tembus 10 Ribu

TARAKAN – Di hari libur, setiap masyarakat pasti hendak mencari lokasi rekreasi bersama dengan…

Senin, 18 Juni 2018 11:38

Daging Ayam, Kejutan Tahun Ini

ADANYA peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok perumahan, air listrik,…

Senin, 18 Juni 2018 11:24

THR HABIS, UTANG KEMUDIAN

Momentum Lebaran pada perayaan Idulfitri memang selalu dinanti-nanti. Berbagai persiapan menyambut hari…

Senin, 18 Juni 2018 11:17

Penutupan Bisa Memancing HIV/AIDS Berkembang

TARAKAN – Penutupan lokalisasi harus waspadai akan bahaya penyakit human immunodeficiency virus/acquired…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 11:09

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Hasil Panen Berjatuhan Lewati Jalan Rusak

TARAKAN – Kondisi semenisasi yang hancur dan berlubang, cukup menghambat aktivitas warga RT 15,…

Minggu, 17 Juni 2018 17:08

Satu Unit Rumah Nyaris Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR - Satu  rumah milik pasangan suami istri, Takim dan Nurhayati yang berada di Jalan…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:43

Pelabuhan Masih Sepi, Belum Ada Lonjakan Penumpang

  TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .