MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 28 Februari 2018 11:40
Anggaran Tak Kunjung Ngucur, Ancam Setop Tahapan Kampanye
TEGUH DWI SUBAGYO

PROKAL.CO, TARAKAN - Persoalan anggaran tidak hanya mengganggu realisasi program pembangunan Pemerintah Kota Tarakan. Pelaksanaan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan terancam dihentikan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), mengaku belum menerima kucuran anggaran selama 2018. Salah satu akibatnya, alat peraga kampanye calon seperti baliho yang harusnya disediakan KPU belum juga dicetak dan didistribusikan. “Kalau belum dicairkan sangat mengganggu. Makanya ini kami sedang menunggu prosesnya, ada yang sedang diproses. Kami berharap akhir bulan ini dan awal bulan ada pencairan,” harap Teguh Dwi Subagyo, Selasa (27/2).

Menurutnya, persoalan anggaran telah ditekankan oleh Gubernur Kalimantan Utara H. Irianto Lambrie saat tatap muka bersama Pemkot Tarakan dan pasangan calon di gedung serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan beberapa waktu lalu.

Gubenur mengingatkan kepada Pemkot Tarakan agar anggaran Pilkada menjadi prioritas. Bahkan, Gubernur mengharapkan paling lambat seminggu setelah pertemuan itu, sudah dicairkan. Menurut Teguh, pihaknya tidak menuntut keseluruhan yang harus dicairkan Pemkot Tarakan, yang terpenting ada anggaran yang tersedia. “Tapi kalau mau sekaligus alhamdulillah, kami juga bisa fokus pada tahapan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami mengatakan bahwa saat proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), seluruh energi KPU terkuras di satu hal itu. Hingga akhirnya disetujui anggaran khusus Pilwali senilai Rp 13,7 Miliar.

Nah, usai penandatanganan NPHD pada September 2018 lalu, tahap pertama dicairkan sebanyak Rp 1,5 miliar pada November 2018. Lanjut, pada pencairan kedua Rp 500 juta. Nah, hingga memasuki Maret 2018 ini, belum ada proses pencairan anggaran selanjutnya.

"Artinya, anggaran yang Rp 13,7 miliar itu baru diberikan ke KPU berjumlah Rp 2 Miliar, itu pun bertahap," ungkapnya.

"Sekarang paslon sudah ditetapkan dan nomor urut sudah dicabut. Nah anggaran belum dicairkan sampai sekarang. Ini mengkhawatirkan menurut saya, karena akan ada tahapan yang krusial, seperti percetakan alat peraga untuk paslon," tuturnya.

 

Selain itu, meski kinerja PPDP telah dilaksanakan namun upah PPDP belum terbayarkan yang mencapai Rp 700 juta lebih. Tak hanya PPDP, namun anggaran PPK-PPS juga terhitung Januari dan Februari belum terbayarkan dan mencapai Rp 500 juta lebih.

Karena pilkada dilaksanakan pada Januari lalu, artinya sejak saat ini harus disiapkan dan diproses pengadaan surat suara, hal ini pun tentu membutuhkan anggaran. Jika anggaran tidak tersedia, maka ini akan mengganggu proses tahapan pilkada ke depannya.

"Kok pemilihan ada cicilan? Karena tahapan ini memiliki dana yang tidak sedikit. Saya sudah melapor kepada Ketua KPU RI terkait progres KPU Tarakan, saat itu beliau menyatakan jika ini merupakan hambatan, salah satu langkah yang kami lakukan hanya satu, yaitu hentikan tahapan Pilwali," sambungnya.

Keluhan serupa juga diungkapkan Ketua Bawaslu Kalimantan Utara Siti Nuhriati, setelah mendapatkan laporan dari Panwaslu Tarakan melalui Sekretaris  Bawaslu Kaltara.  Kondisi ini bisa membuat Panwaslu Tarakan tidak bisa bekerja maksimal. “Tadi saran Sekretaris Bawaslu, kita meminta kepada KPU untuk menghentikan dulu tahapan. Kalau mereka (paslon) memanfaatkan momen ini menggugat KPU, siapa yang repot?” tukasnya.

Dikonfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat memastikan bahwa proses pencairan anggaran sedang berlangsung. Ia pun sudah menginstruksikan kepada Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memprioritaskan anggaran penyelenggara pemilu.

“Kami sudah diperintahkan Pak Gubernur, saya juga sudah berkoordinasi. Mungkin di minggu inilah sudah ada. Mungkin bertahap, yang penting operasional dan gaji itu duluan yang diakomodir,” tuturnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .