MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 Februari 2018 09:56
Amel Dituntut Penjara 5 Tahun 8 Bulan
DIAMANKAN: Ro alias Amel (24) saat berada di Polres Bulungan setelah diamankan Satreskrim Polres Bulungan dan menunjukkan sejumlah uang hasil dari tindak pidana perdagangan orang yang dilakukannya. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sempat tertunda, terdakwa kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang, Ro alias Amel (24) warga Jalan Durian, menjalani sidang tuntutan Kamis (22/2) lalu, sidang berlangsung di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor.

Dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Dwi Kurnianto, pembacaan tuntutan tersebut sedianya dilaksanakan pada Rabu (21/2), namun dikarenakan Ketua Hakim PN Tanjung Selor berhalangan hadir, maka ditunda hari berikutnya. “Jadi sudah dibacakan tuntutannya kemarin (Kamis, Red),” ujarnya saat ditemui di halaman Kantor Kejari Bulungan, Jumat (23/2).

Dalam hal ini, dikatakan Dwi, terdakwa dikenakan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pasal 2 Ayat (1). “Tuntutannya yaitu 5 tahun 8 bulan penjara,” ungkapnya.

Lanjut dikatakannya, perbuatan yang dilakukan terdakwa ada unsur dari perdagangan orang, sebab telah mengeksploitasi seorang anak dan menawarkannya kepada pria hidung belang dan dilakukan sebanyak empat kali.

“Itu dilakukan pada empat hotel yang berbeda, di antaranya salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman dan Hotel di Jalan H. Thamrin, Tanjung Selor,” sebutnya.

Untuk itu, ia katakan, Romlah telah terbukti melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk mengekspolitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia.

“Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Pasal 2 Ayat (1),” sebutnya.

Disinggung mengenai kelanjutannya, Dwi mengatakan, dikarenakan sudah dilaksanakan sidang tuntutan, maka agenda selanjutnya yaitu sidang pembacaan putusan, yang direncanakan dilaksanakan Maret mendatang. “Diagendakan pada 8 Maret 2018, bersama dengan perkara kasus MNP,” ungkapnya.

Mengenai ihkwal perkara yang dilakukan oleh terdakwa, dikatakannya berawal ketika terdakwa berkenalan dengan saksi MS (14), warga Jalan Sabanar Lama, yang juga merupakan korban. Saat perkenalan tersebut, terdakwa meminta izin kepada orang tua korban, berinisial LS (44) untuk mengajak MS tinggal bersamanya di sebuah indekos milik terdakwa.

Setelah itu, lanjutnya, mendengarkan permintaan dari terdakwa LS pun mengizinkan MS untuk menemani terdakwa yang saat itu dalam keadaan sakit dan dalam proses pemulihan pasca kecelakaan. “Perbuatan terdakwa pertama berawal saat menerima tamu laki-laki di salah tempat hiburan malam. Karena sakit dan tidak bisa mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari, maka terdakwa mengenalkan tamu laki-laki kepada saksi MS dan meminta agar tamu itu ditemani di salah satu hotel yang ada di Tanjung Selor,” jelasnya.

Namun, parahnya, kata Dwi, perbuatan tersebut tidak hanya sampai di situ saja, di hari berikutnya terdakwa kembali mendapatkan tamu pria hidung belang. Yang kemudian membawa korban MS tersebut agar menemani pria tersebut di salah hotel yang berbeda hingga empat kali.

Sementara itu, menurut Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry, melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, kasus ini mulai terbongkar berkat laporan orang tua korban kepada pihak kepolisian, sebab saat itu MS tidak kunjung pulang ke rumah.

“Ro awalnya izin kepada orang tua MS hanya dua hari menemani tidur di kos. Namun, setelah dua hari MS pun tak kunjung dipulangkan,” sebut Gede.

Tak butuh waktu lama, kata Gede, untuk mencari keberadaan Ro, Selasa 22 Agustus 2017, pihaknya berhasil meringkus Ro saat berada di salah satu kamar hotel yang ada di Tanjung Selor. “Berdasarkan penyidikan saat itu, MS mengaku dijual oleh Ro dengan cara korban disuruh menemani pria-pria hidung belang di tempat hiburan malam, tarif untuk sekali kencan Rp 300 ribu. Ro mengambil Rp 250 ribu yang sebagian dipakai membayar kamar hotel sebesar Rp 150 ribu, sedangkan MS hanya mendapat Rp 50 ribu saja,” jelasnya.

MS terpaksa menuruti kemauan Ro karena kerap diancam, sehingga MS pun takut untuk kembali ke rumahnya dan mengikuti kemauan Ro hingga beberapa kali. (sny/eza)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…

Kamis, 20 September 2018 12:32

Dapati Bacaleg Curi Start Kampanye

TANJUNG SELOR – Setelah beberapa kali sempat terindikasi adanya beberapa bakal calon legislatif…

Rabu, 19 September 2018 21:27

Anggaran Disetujui, Jembatan Bulan Dikaji Lagi

TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum,…

Rabu, 19 September 2018 21:24

BKD Tegaskan Tidak Terima Berkas Titipan

TANJUNG SELOR – Meski pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018  ditunda hingga…

Rabu, 19 September 2018 11:27

Terlambat Serahkan LADK, Caleg Dicoret

TANJUNG SELOR – Penyerahan laporan awal dana kampanye (LADK) dan rekening khusus dana kampanye…

Rabu, 19 September 2018 11:25

Pemerintah Tak Tanggung Biaya Pemulangan Pelacur

TANJUNG SELOR - Pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari praktik prostitusi pada tahun 2019 mendatang.…

Rabu, 19 September 2018 11:24

Menyanggupi Pengembangan Hutan Kota

TANJUNG SELOR – Pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor bukan hanya sekedar wacana.Terbaru,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .