MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 Februari 2018 09:56
Amel Dituntut Penjara 5 Tahun 8 Bulan
DIAMANKAN: Ro alias Amel (24) saat berada di Polres Bulungan setelah diamankan Satreskrim Polres Bulungan dan menunjukkan sejumlah uang hasil dari tindak pidana perdagangan orang yang dilakukannya. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sempat tertunda, terdakwa kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang, Ro alias Amel (24) warga Jalan Durian, menjalani sidang tuntutan Kamis (22/2) lalu, sidang berlangsung di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor.

Dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Dwi Kurnianto, pembacaan tuntutan tersebut sedianya dilaksanakan pada Rabu (21/2), namun dikarenakan Ketua Hakim PN Tanjung Selor berhalangan hadir, maka ditunda hari berikutnya. “Jadi sudah dibacakan tuntutannya kemarin (Kamis, Red),” ujarnya saat ditemui di halaman Kantor Kejari Bulungan, Jumat (23/2).

Dalam hal ini, dikatakan Dwi, terdakwa dikenakan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pasal 2 Ayat (1). “Tuntutannya yaitu 5 tahun 8 bulan penjara,” ungkapnya.

Lanjut dikatakannya, perbuatan yang dilakukan terdakwa ada unsur dari perdagangan orang, sebab telah mengeksploitasi seorang anak dan menawarkannya kepada pria hidung belang dan dilakukan sebanyak empat kali.

“Itu dilakukan pada empat hotel yang berbeda, di antaranya salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman dan Hotel di Jalan H. Thamrin, Tanjung Selor,” sebutnya.

Untuk itu, ia katakan, Romlah telah terbukti melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk mengekspolitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia.

“Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Pasal 2 Ayat (1),” sebutnya.

Disinggung mengenai kelanjutannya, Dwi mengatakan, dikarenakan sudah dilaksanakan sidang tuntutan, maka agenda selanjutnya yaitu sidang pembacaan putusan, yang direncanakan dilaksanakan Maret mendatang. “Diagendakan pada 8 Maret 2018, bersama dengan perkara kasus MNP,” ungkapnya.

Mengenai ihkwal perkara yang dilakukan oleh terdakwa, dikatakannya berawal ketika terdakwa berkenalan dengan saksi MS (14), warga Jalan Sabanar Lama, yang juga merupakan korban. Saat perkenalan tersebut, terdakwa meminta izin kepada orang tua korban, berinisial LS (44) untuk mengajak MS tinggal bersamanya di sebuah indekos milik terdakwa.

Setelah itu, lanjutnya, mendengarkan permintaan dari terdakwa LS pun mengizinkan MS untuk menemani terdakwa yang saat itu dalam keadaan sakit dan dalam proses pemulihan pasca kecelakaan. “Perbuatan terdakwa pertama berawal saat menerima tamu laki-laki di salah tempat hiburan malam. Karena sakit dan tidak bisa mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari, maka terdakwa mengenalkan tamu laki-laki kepada saksi MS dan meminta agar tamu itu ditemani di salah satu hotel yang ada di Tanjung Selor,” jelasnya.

Namun, parahnya, kata Dwi, perbuatan tersebut tidak hanya sampai di situ saja, di hari berikutnya terdakwa kembali mendapatkan tamu pria hidung belang. Yang kemudian membawa korban MS tersebut agar menemani pria tersebut di salah hotel yang berbeda hingga empat kali.

Sementara itu, menurut Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry, melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, kasus ini mulai terbongkar berkat laporan orang tua korban kepada pihak kepolisian, sebab saat itu MS tidak kunjung pulang ke rumah.

“Ro awalnya izin kepada orang tua MS hanya dua hari menemani tidur di kos. Namun, setelah dua hari MS pun tak kunjung dipulangkan,” sebut Gede.

Tak butuh waktu lama, kata Gede, untuk mencari keberadaan Ro, Selasa 22 Agustus 2017, pihaknya berhasil meringkus Ro saat berada di salah satu kamar hotel yang ada di Tanjung Selor. “Berdasarkan penyidikan saat itu, MS mengaku dijual oleh Ro dengan cara korban disuruh menemani pria-pria hidung belang di tempat hiburan malam, tarif untuk sekali kencan Rp 300 ribu. Ro mengambil Rp 250 ribu yang sebagian dipakai membayar kamar hotel sebesar Rp 150 ribu, sedangkan MS hanya mendapat Rp 50 ribu saja,” jelasnya.

MS terpaksa menuruti kemauan Ro karena kerap diancam, sehingga MS pun takut untuk kembali ke rumahnya dan mengikuti kemauan Ro hingga beberapa kali. (sny/eza)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:07

Bahas RAPBD Alot, Tak Usah Risau

TANJUNG SELOR – Rapat Paripurna ke-26 Masa Sidang III 2018…

Rabu, 12 Desember 2018 12:57

Oknum Pejabat Dishub Jadi Tersangka

TANJUNG SELOR – Okum pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten…

Rabu, 12 Desember 2018 12:56

WAH NGGA ASIK..!! Layanan Wifi Gratis Dikurangi

TANJUNG SELOR - Kondisi APBD Bulungan yang terus merosot sejak…

Rabu, 12 Desember 2018 12:54

Pimping Jadi Percontohan Kampung KB di Kaltara

TANJUNG SELOR – Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara ditunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 12:53

PTT Kesehatan Bakal Jadi CPNS

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara…

Rabu, 12 Desember 2018 12:51

Perda Pengakuan Masyarakat Adat Jalan di Tempat

TANJUNG SELOR - Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulungan nomor 12…

Rabu, 12 Desember 2018 12:50

Semua Daerah Rawan Kamtibmas

POLDA Kaltara menegaskan situasi Kaltara harus tetap kondusif jelang hingga…

Selasa, 11 Desember 2018 15:37

Puluhan Karung Daging Ilegal Diamankan

TANJUNG SELOR - Tim gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Bulungan,…

Selasa, 11 Desember 2018 15:36

Ditargetkan 2020, Seluruh Kaltara Dijangkau Internet

TANJUNG SELOR – Dewasa ini, masyarakat Indonesia sudah sangat ketergantungan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:34

Tak Berbeda dengan Anak Normal, Mampu Hasilkan Karya

Keterbatasan bukan penghalang bagi anak penyandang disabilitas. Bahkan, mereka mampu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .