MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Februari 2018 10:43
Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Bincang Santai Bersama Sofian Raga-Sabar Santuso

DISKUSI: Manajemen Radar Tarakan Grup berdiskusi dengan paslon Pilwali Tarakan Sofian dan Sabar Santuso di posko pemenangan, kemarin. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan manajemen Radar Tarakan. Pasangan Sofian Raga-Sabar Santuso (Sobat) menerima hangat rombongan di kediaman pribadi Sofian, di RT 18 Jalan Hasanuddin I, Mulawarman Kelurahan Karang Anyar Pantai, kemarin.

YUSTINA LUMBAA

Terik matahari menyambut Radar Tarakan dan rombongan saat bersilaturahmi ke paslon yang akrab disapa Sobat ini. Kegiatan bertajuk bincang santai itu, didahului sambutan Direktur Utama Radar Tarakan Anny Susilowati. Sekaligus memperkenalkan jajarannya juga menyampaikan maksud kedatangan.

Sofian sebagai tuan rumah, merasa senang dengan kunjungan Radar Tarakan. Menurutnya media yang tahun ini berumur 17 tahun, menjadi partner pemerintah dan masyarakat dalam memberikan informasi ke seluruh warga Tarakan.

Mengawali ceritanya, Sofian menceritakan masa kecilnya yang masih tak bisa dilupakannya. Sofian memang menghabiskan waktunya hingga saat ini di Bumi Paguntaka tepatnya di Karang Balik, tepat di belakang bioskop Juwita saat itu. Lelaki kelahiran Tarakan 10 Januari 1962 ini, tahu persis perkembangan Bumi Paguntaka sejak dulu hingga dia diberi kesempatan menjabat sebagai orang nomor satu sejak 2013 lalu.

“Di situ rumah orang tua saya dulu, saya juga sekolah di Karang Balik di SDN 016 Tarakan, yang sekarang sudah menjadi kantor Bank Mandiri,” kata Sofian.

Diakuinya situasi saat dulu jauh berbeda dengan sekarang. Saat ini Tarakan sudah dipenuhi gedung-gedung tinggi dan bangunan-bangunan rumah yang bagus-bagus. Sofian masih ingat, dia termasuk murid yang jarang menggunakan alas kaki. Dia lebih memilih berjalan tanpa alas kaki atau ‘kaki ayam’. Masa kecilnya pun sama seperti anak-anak kebanyakan. Bermain di tanah, lumpur, main kelereng, laying-layang, bermain di sungai bahkan di pantai sampai berkotor-kotoran. Karena dulunya, sepanjang Jalan Yos Sudarso semua dipenuhi hutan mangrove.

“Jadi kami mandi-mandi di sana, mencari burung. Seperti kebanyakan anak lainnya waktu itu. Jadi mainannya mainan alam semua memang, yah senanglah  saat masih kecil,” kenangnya, sembari tertawa kecil.

Hal yang juga diingatnya hingga kini, saat pulang ke rumah sehabis bermain tentunya akan dimarahi oleh sang Ibu. Karena setelah pulang sekolah, pasti tidak langsung pulang, dia sering kali singgah bermain terlebih dahulu. Bahkan pulang ke rumah bisa sampai sore hari, dalam keadaan yang kotor.

“Yah dimarahin juga hari-hari, tetapi tidak kapok. Memang begitulah anak-anak pada umumnya,” tuturnya.

Setelah lulus SD di tahun 1975, Sofian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Filial di Karang Balik, yang saat ini sudah menjadi SMPN 2 Tarakan. Dulu suasananya juga tidak seperti sekarang, masih sekolah lama di mana dahulu orang mengatakan sebagai sekolah Tionghoa. Di sekolah itu, Sofian pun lulus di tahun 1979.

“Dulu kami masih menulis dengan menggunakan batu karena belum ada buku ataupun pensil. Itu saya alami selama SD maupun SMP,” ujarnya.

Setelah itu, melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Tarakan atau biasa disebut STM, yang dahulu sekolahnya berada di Gunung Belah yang sekarang menjadi SMPN 7 Tarakan. Sofian sempat mengambil  jurusan mesin, tetapi hanya sampai 1 tahun saja, karena keinginannya mengambil jurusan bangunan gedung lebih kuat.

Setelah itu pindah mencari jurusan gedung, di STM Negeri Samarinda sampai lulus di tahun 1982. Setelah itu melanjutkan studi ke Universitas Merdeka Malang di tahun 1982 dengan jurusan teknik sipil dan selesai di tahun 1988.

“Setelah itu kembali ke Tarakan sebagai honorer di Dinas Pekerjaan Umum (PU) kotif selama 4 tahun,” tambahnya.

Setelah itu di tahun 1992 menjadi PNS di PU, dan menjelajah jabatan di beberapa dinas yang ada di Tarakan. Sofian sendiri memang hanya menjabat di Tarakan saja, dari awal menjadi PNS hingga sampai saat ini.

“Saya memang hanya di Tarakan, jadi saya tahu betul seluk beluknya dan sejarah di Tarakan. Semenjak saya menjadi PNS pun hanya dua kali mengajukan cuti. Saat Pilwali 2014 dan tahun ini,” pungkasnya.

Sementara, pasangannya Sabar Santuso lahir di Berau Kaltim. Namun sejak umur lima tahun hingga saat ini, Sabar tumbuh di Tarakan. Sehingga dia juga sudah menjadi bagian dari Bumi Paguntaka, yang kini berkesempatan untuk bisa mengabdi di masyarakat bersama pasangannya Sofian Raga. (***/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .