MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Februari 2018 10:40
Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan, yang diduga penyebab 60 pelajar SMP 2 Tarakan keracunan negatif, namun Polres Tarakan tetap akan menunggu hasil lab resmi.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Taharman yang menjelaskan bahwa seharusnya sebelum mengekspos hasil uji laboratorium itu ke media, BPOM Samarinda atau Dinkes Tarakan harusnya terlebih dulu, berkoordinasi ke penyidik Polres Tarakan.

“Penyidik juga perlu penjelasan dari hasil laboratorium tersebut mana yang merupakan racun, mana yang bukan, mana yang bakteri penyebab racun dan mana yang bukan,” tuturnya.

Dia menuturkan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Dinkes Tarakan bahwa hasil laboratorium dari BPOM Samarinda tersebut ternyata negatif.“Saat ini kami masih menunggu hasil resmi yang katanya sudah diterima,” tuturnya.

Taharman menuturkan memang sebelumnya, penyidik juga memberikan sampel makanan yang dimakan pelajar dan muntahan makanan pelajar ke Dinkes Tarakan untuk diuji laboratorium di BPOM Samarinda.

“Kami mencari yang terdekat saja, kebetulan Dinkes Tarakan siap membantu menfasilitasi untuk pengujian sampel tersebut di BPOM Samarinda, sebelumnya kami berencana membawanya ke Surabaya, tapi karena jauh, kita ambil yang terdekat saja,” bebernya.

Bila pihaknya nanti menerima hasil labaratorium yang menyatakan sampel tersebut negatif, menjadi penyebab keracunan massal pelajar di SMPN 2 Tarakan, maka Polres Tarakan akan menghentikan penyelidikan karena menilai bukti yang ada kurang.

“Kalau melakukan proses pendalaman lagi untuk mencari penyebab lainnya, kemungkinan tidak bisa dilakukan, karena barang-barang yang ada di TKP juga sudah dibersihkan semua, kalau hasil negatif yah kemungkinan besar kami hentikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Tarakan, Subono mengatakan berdasarkan rilis dari BPOM Samarinda yang menyatakan sampel yang dikirim dari Tarakan memang hasilnya negatif.

Sehingga tidak menutup kemungkinan tidak ada masalah dalam makanannya. Terkait hal tersebut, tidak menutup kemungkinan pengelola kantin diizinkan berjualan kembali. Tentunya harus berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Istilahnya kan hasilnya negatif, artinya tidak ada masalah dimakanannya. Ya silakan saja menjual kalau memang ada izinnya,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Namun insiden ini cukup menjadi pembelajaran dan peringatan bagi semua pihak. Sehingga ke depannya harus lebih teliti dan berhati-hati dalam menjajakan makanan sehat. Entah itu dari segi pengelolaan, tempat hingga alat-alat yang digunakan agar lebih higienis.

“Ke depannya harus lebih berhati-hati dalam menjajakan makanan sehat,” jelasnya.

Jika mengulas kembali keracunan massal yang dialami 60 pelajar SMP Negeri 2 ini, sangat lah mengherankan jika tidak ada sumber penyebabnya. Sebab tidak hanya satu orang saja, melainkan puluhan orang. Terkait hal tersebut, Subono mengatakan, sejauh ini ia belum dapat menjelaskan secara rinci. Namun yang jelas, hasil resmi dari sampel yang dikirimkan ke BPOM Samarinda dinyatakan negatif.

 “Apa yang menjadi penyebabnya kenapa bisa, ini kan lebih teknis apakah ada faktor lain saya belum bisa memberikan penjelasan,” terangnya.

Meski demikian, ia terus mengimbau tidak hanya untuk pihak sekolah tetapi untuk seluruh masyarakat dalam mengonsumsi makanan sehat. Sehingga insiden ini tidak terulang lagi. Pihaknya pun tetap melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara periodik.

“Ke depannya kita akan membentuk semacam pembina di empat kecamatan, supaya masyarakat sadar,” ungkapnya. (jnr/*/one/nri)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .