MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Februari 2018 10:40
Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan, yang diduga penyebab 60 pelajar SMP 2 Tarakan keracunan negatif, namun Polres Tarakan tetap akan menunggu hasil lab resmi.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Taharman yang menjelaskan bahwa seharusnya sebelum mengekspos hasil uji laboratorium itu ke media, BPOM Samarinda atau Dinkes Tarakan harusnya terlebih dulu, berkoordinasi ke penyidik Polres Tarakan.

“Penyidik juga perlu penjelasan dari hasil laboratorium tersebut mana yang merupakan racun, mana yang bukan, mana yang bakteri penyebab racun dan mana yang bukan,” tuturnya.

Dia menuturkan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Dinkes Tarakan bahwa hasil laboratorium dari BPOM Samarinda tersebut ternyata negatif.“Saat ini kami masih menunggu hasil resmi yang katanya sudah diterima,” tuturnya.

Taharman menuturkan memang sebelumnya, penyidik juga memberikan sampel makanan yang dimakan pelajar dan muntahan makanan pelajar ke Dinkes Tarakan untuk diuji laboratorium di BPOM Samarinda.

“Kami mencari yang terdekat saja, kebetulan Dinkes Tarakan siap membantu menfasilitasi untuk pengujian sampel tersebut di BPOM Samarinda, sebelumnya kami berencana membawanya ke Surabaya, tapi karena jauh, kita ambil yang terdekat saja,” bebernya.

Bila pihaknya nanti menerima hasil labaratorium yang menyatakan sampel tersebut negatif, menjadi penyebab keracunan massal pelajar di SMPN 2 Tarakan, maka Polres Tarakan akan menghentikan penyelidikan karena menilai bukti yang ada kurang.

“Kalau melakukan proses pendalaman lagi untuk mencari penyebab lainnya, kemungkinan tidak bisa dilakukan, karena barang-barang yang ada di TKP juga sudah dibersihkan semua, kalau hasil negatif yah kemungkinan besar kami hentikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Tarakan, Subono mengatakan berdasarkan rilis dari BPOM Samarinda yang menyatakan sampel yang dikirim dari Tarakan memang hasilnya negatif.

Sehingga tidak menutup kemungkinan tidak ada masalah dalam makanannya. Terkait hal tersebut, tidak menutup kemungkinan pengelola kantin diizinkan berjualan kembali. Tentunya harus berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Istilahnya kan hasilnya negatif, artinya tidak ada masalah dimakanannya. Ya silakan saja menjual kalau memang ada izinnya,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Namun insiden ini cukup menjadi pembelajaran dan peringatan bagi semua pihak. Sehingga ke depannya harus lebih teliti dan berhati-hati dalam menjajakan makanan sehat. Entah itu dari segi pengelolaan, tempat hingga alat-alat yang digunakan agar lebih higienis.

“Ke depannya harus lebih berhati-hati dalam menjajakan makanan sehat,” jelasnya.

Jika mengulas kembali keracunan massal yang dialami 60 pelajar SMP Negeri 2 ini, sangat lah mengherankan jika tidak ada sumber penyebabnya. Sebab tidak hanya satu orang saja, melainkan puluhan orang. Terkait hal tersebut, Subono mengatakan, sejauh ini ia belum dapat menjelaskan secara rinci. Namun yang jelas, hasil resmi dari sampel yang dikirimkan ke BPOM Samarinda dinyatakan negatif.

 “Apa yang menjadi penyebabnya kenapa bisa, ini kan lebih teknis apakah ada faktor lain saya belum bisa memberikan penjelasan,” terangnya.

Meski demikian, ia terus mengimbau tidak hanya untuk pihak sekolah tetapi untuk seluruh masyarakat dalam mengonsumsi makanan sehat. Sehingga insiden ini tidak terulang lagi. Pihaknya pun tetap melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara periodik.

“Ke depannya kita akan membentuk semacam pembina di empat kecamatan, supaya masyarakat sadar,” ungkapnya. (jnr/*/one/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:05

Cara Para Calon Pilwali Tarakan Meyakinkan Pemilih

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:03

Begini Angan-Angan Para Paslon Mewujudkan Tujuan Pembangunan di Tarakan

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:58
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Ternyata Pertanyaan Undian Dalam Debat Seperti Ini

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:53
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Di Mata Panelis, Ada Masalah Anggaran dan Birokrasi

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Diingat Yah! Janji Paslon Dalam Visi Misinya

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50

Begini Yel-Yel Para Paslon Dalam Debat Tadi Malam

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 12:04

Serang Warga, ‘Cupping’ Biasa Diberi Makan

NUNUKAN - Seorang warga Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Syamsuddin alias…

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Digelar Sabtu hingga Tak Ada Buras dan Ketupat

Hampir seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat id serentak pada Jumat (15/6). Namun berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .