MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Februari 2018 10:38
Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

Tarakan Dijatah 4.695 Sambungan Jargas

MENYAKSIKAN: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, saat melihat langsung sambungan jaringan gas di salah satu rumah warga di Kelurahan Karang Anyar, Rabu (21/2). FOTO: RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara (PGN). Ternyata, Bumi Paguntaka hanya mendapatkan tambahan Jargas sebesar  4.695 sambungan pada 2018.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, mengungkapkan berkurangnya jumlah jargas tersebut dari yang ditargetkan, karena ketersediaan anggaran yang minim menjadi faktor utama.

“2018 ini hanya ada 4.695 sambungan, kurang lebih,” ungkap Herman, usai menyambangi salah satu rumah warga di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Rabu (21/2).

Meski demikian, Hemran menegaskan jika pihaknya sudah berupaya agar program ini dapat terus dilanjutkan ke tahun berikutnya. Karena, dinilai sangat berpengaruh langsung ke masyarakat. “ Ini tentunya akan menjadi program utama dari Komisi VII DPR RI,” bebernya.

Selain itu, jargas ini juga banyak kelebihannya dibandingkan menggunakan tabung gas 3 kilogram (kg) atau 12 kilogram (kg). Karena dapat digunakan 1 x 24 jam. Selain itu, penggunaannya juga relatif lebih aman, dibandingkan tabung gas. Sebab jika terjadi kebocoran atau pun tidak mengalir, bisa langsung diidentifikasi oleh petugas dengan cara menelepon call center.

“Dulu itu masyarakat muslim kalau sahur, lalu gas elipijinya habis pasti kebingungan. Kalau menggunakan gas selain murah tentunya tidak perlu lagi antre menunggu tabung gas. Itu pun kalau ada,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat Tarakan yang berkecimpung di dunia usaha, baik itu usaha kecil dan sebagainya dapat bisa menghemat anggaran. Karena, tarif gasnya lebih murah dibanding menggunakan gas elpiji. “Masyarakat hanya mengeluarkan biaya selama sebulan itu seperempatnya saja,” katanya.

Menyoal  harga di Tarakan yang lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain, Herman menilai hal itu sangat tergantung pada keberadaan sumber energinya. Namun, dibandingkan penggunaan gas elpiji, tarif jargas lebih murah sehingga masyarakat mestinya tidak perlu khawatir dengan harga saat ini.

“Pemerintah pusat pada tahun ini, berencana menambah sekitar 70 ribu lebih lagi sambungan jargas untuk 16 daerah di seluruh Indonesia. Dana sepenuhnya berasal dari APBN, sehingga ia memastikan masyarakat tidak dibebankan sepeserpun dalam pemasangan jargas ini,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, dr Ary Yusnita, mengaku belum puas dengan kuota tambahan tersebut. Karena, sebelumnya ditargetkan 5.000 sambungan jargas. “Tentunya tahun depan saya harus meminta ada penambahan lagi untuk jargas di Tarakan ini,” jelasnya.

Menurut penilaian politisi asal Partai Nasdem ini, karena yang diberikan tahun ini jauh dari kebutuhan ideal masyarakat Bumi Paguntaka. “Jumlah keseluruhan sambungan yang dibutuhkan itu  40 ribu lebih. Sementara yang saat ini sudah existing maupun yang akan terpasang baru mencapai 24 ribu,” katanya.

Dengan begitu, ia pun berharap kuota tambahan nantinya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk melayani masyarakat yang belum tersambung. “Terutama bagi warga yang berada di daerah pesisir dan di pelosok-pelosok, agar bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” jelasnya.

Terpisah, Seaction Head PGN Tarakan, Bramantya mengatakan adapun penyebab mengapa Tarakan tidak mendapatkan 5.000 sambungan jargas, selian anggaran juga dikarenakan kondisi kontur lingkungan yang menjadi penyebabnya.

“Di tengah kota ini kan padat. Sekali tarikan pipa 100 meter mungkin hanya dapat 30 -40 rumah. Sedangkan di sana rumahnya cuman satu lapis. Jadi ketika tarikan 100 meter  dapatnya hanya 10 rumah. Akhirnya dana yang dianggarkan segitu cukup hanya untuk 4.965 rumah saja,” jelasnya.

Adapun wilayah yang mendapatkan sambungan jargas tersebut di antaranya empat kelurahan yang akan dipasangkan jargas yakni Kelurahan Kampung Empat, Kampung Enam, Mamburungan dan Mamburungan Timur. Sementara di luar itu, belum dimasukkan.

“Kalau berbicara tahun depan tentunya usulannya ada. Namun, kami belum tentu bisa mengatakan apakah ini akan disetujui pusat. Jadi saya belum bisa ngomong itu. Namun yang jelas itu, untuk tahun ini hanya empat kelurahan itu dulum” kata Bramantya.

Di sisi lain, dengan kehadiran jargas ini. Salah seorang warga Karang Anyar, Yuliana (32) mengaku sangat terbantu dalam memasak. Yang biasanya menghabiskan uang Rp 600 ribu setiap bulannya karena menggunakan gas elipiji baik 3 kg maupun 12 kg.

“Tidak perlu repot lagi menyiapkan tabung. Dan bisa menghemat belanja karena harga tarif jargas yang lebih murah dibanding menggunakan tabung elpiji. Apalagi dulunya hanya masih pakai gas 3 kilo, minyak tanah juga,” jelasnya

Menurutnya, ia sudah menggunakan jargas 1 tahun. Selama pemakaian, ia hanya membayar tarif paling banyak mencapai Rp 200 ribu per bulan. Sedangkan selama menggunakan gas elpiji dan minyak tanah, ia bisa mengeluarkan dana mencapai Rp 600 ribu. (eru/nri)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .