MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Februari 2018 10:38
Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

Tarakan Dijatah 4.695 Sambungan Jargas

MENYAKSIKAN: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, saat melihat langsung sambungan jaringan gas di salah satu rumah warga di Kelurahan Karang Anyar, Rabu (21/2). FOTO: RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara (PGN). Ternyata, Bumi Paguntaka hanya mendapatkan tambahan Jargas sebesar  4.695 sambungan pada 2018.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, mengungkapkan berkurangnya jumlah jargas tersebut dari yang ditargetkan, karena ketersediaan anggaran yang minim menjadi faktor utama.

“2018 ini hanya ada 4.695 sambungan, kurang lebih,” ungkap Herman, usai menyambangi salah satu rumah warga di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Rabu (21/2).

Meski demikian, Hemran menegaskan jika pihaknya sudah berupaya agar program ini dapat terus dilanjutkan ke tahun berikutnya. Karena, dinilai sangat berpengaruh langsung ke masyarakat. “ Ini tentunya akan menjadi program utama dari Komisi VII DPR RI,” bebernya.

Selain itu, jargas ini juga banyak kelebihannya dibandingkan menggunakan tabung gas 3 kilogram (kg) atau 12 kilogram (kg). Karena dapat digunakan 1 x 24 jam. Selain itu, penggunaannya juga relatif lebih aman, dibandingkan tabung gas. Sebab jika terjadi kebocoran atau pun tidak mengalir, bisa langsung diidentifikasi oleh petugas dengan cara menelepon call center.

“Dulu itu masyarakat muslim kalau sahur, lalu gas elipijinya habis pasti kebingungan. Kalau menggunakan gas selain murah tentunya tidak perlu lagi antre menunggu tabung gas. Itu pun kalau ada,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat Tarakan yang berkecimpung di dunia usaha, baik itu usaha kecil dan sebagainya dapat bisa menghemat anggaran. Karena, tarif gasnya lebih murah dibanding menggunakan gas elpiji. “Masyarakat hanya mengeluarkan biaya selama sebulan itu seperempatnya saja,” katanya.

Menyoal  harga di Tarakan yang lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain, Herman menilai hal itu sangat tergantung pada keberadaan sumber energinya. Namun, dibandingkan penggunaan gas elpiji, tarif jargas lebih murah sehingga masyarakat mestinya tidak perlu khawatir dengan harga saat ini.

“Pemerintah pusat pada tahun ini, berencana menambah sekitar 70 ribu lebih lagi sambungan jargas untuk 16 daerah di seluruh Indonesia. Dana sepenuhnya berasal dari APBN, sehingga ia memastikan masyarakat tidak dibebankan sepeserpun dalam pemasangan jargas ini,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, dr Ary Yusnita, mengaku belum puas dengan kuota tambahan tersebut. Karena, sebelumnya ditargetkan 5.000 sambungan jargas. “Tentunya tahun depan saya harus meminta ada penambahan lagi untuk jargas di Tarakan ini,” jelasnya.

Menurut penilaian politisi asal Partai Nasdem ini, karena yang diberikan tahun ini jauh dari kebutuhan ideal masyarakat Bumi Paguntaka. “Jumlah keseluruhan sambungan yang dibutuhkan itu  40 ribu lebih. Sementara yang saat ini sudah existing maupun yang akan terpasang baru mencapai 24 ribu,” katanya.

Dengan begitu, ia pun berharap kuota tambahan nantinya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk melayani masyarakat yang belum tersambung. “Terutama bagi warga yang berada di daerah pesisir dan di pelosok-pelosok, agar bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” jelasnya.

Terpisah, Seaction Head PGN Tarakan, Bramantya mengatakan adapun penyebab mengapa Tarakan tidak mendapatkan 5.000 sambungan jargas, selian anggaran juga dikarenakan kondisi kontur lingkungan yang menjadi penyebabnya.

“Di tengah kota ini kan padat. Sekali tarikan pipa 100 meter mungkin hanya dapat 30 -40 rumah. Sedangkan di sana rumahnya cuman satu lapis. Jadi ketika tarikan 100 meter  dapatnya hanya 10 rumah. Akhirnya dana yang dianggarkan segitu cukup hanya untuk 4.965 rumah saja,” jelasnya.

Adapun wilayah yang mendapatkan sambungan jargas tersebut di antaranya empat kelurahan yang akan dipasangkan jargas yakni Kelurahan Kampung Empat, Kampung Enam, Mamburungan dan Mamburungan Timur. Sementara di luar itu, belum dimasukkan.

“Kalau berbicara tahun depan tentunya usulannya ada. Namun, kami belum tentu bisa mengatakan apakah ini akan disetujui pusat. Jadi saya belum bisa ngomong itu. Namun yang jelas itu, untuk tahun ini hanya empat kelurahan itu dulum” kata Bramantya.

Di sisi lain, dengan kehadiran jargas ini. Salah seorang warga Karang Anyar, Yuliana (32) mengaku sangat terbantu dalam memasak. Yang biasanya menghabiskan uang Rp 600 ribu setiap bulannya karena menggunakan gas elipiji baik 3 kg maupun 12 kg.

“Tidak perlu repot lagi menyiapkan tabung. Dan bisa menghemat belanja karena harga tarif jargas yang lebih murah dibanding menggunakan tabung elpiji. Apalagi dulunya hanya masih pakai gas 3 kilo, minyak tanah juga,” jelasnya

Menurutnya, ia sudah menggunakan jargas 1 tahun. Selama pemakaian, ia hanya membayar tarif paling banyak mencapai Rp 200 ribu per bulan. Sedangkan selama menggunakan gas elpiji dan minyak tanah, ia bisa mengeluarkan dana mencapai Rp 600 ribu. (eru/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:12

Bawaslu Bilang ODGJ dan Orang Gila Beda, BEDANYA DIMANA YA..??

TARAKAN - Pada Pemilu 2019 mendatang, akan ada tempat pemungutan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .