MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43
Pura-Pura Antar Teman

Oknum Avsec Loloskan Sabu Sekilo

TERCIDUK DI BALIKPAPAN: Rekonstruksi kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 1 kg di Bandara Juwata Tarakan, kemarin (21/2). Tersangka Abdul Rajak yang merupakan oknum Avsec memeragakan adegan bagaimana ia meloloskan barang haram itu. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos dari pemeriksaan screening check point (SCP) 1 dan SCP 2. Membawa sabu-sabu seberat 1 kg, AR memanfaatkan kelengahan dan kelalaian rekannya sesama petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan. Menurut Direktur Reskoba Polda Kaltim Kombes Pol Drs. Akhmad Shaury petugas Avsec tidak menjalankan tugas pemeriksaan sesuai standard operating procedure (SOP).

“Dia (Abdul Rajak) saat membawa sabu tersebut tidak melalui pemeriksaan sesuai SOP pada umumnya seperti masyarakat biasa. Seharusnya kalau sesuai SOP dia diperiksa menyeluruh, seperti jaket dilepas, ikat pinggang, jam tangan dilepas dan barang-barang lain yang harus dilepas ketika akan memasuki SCP, tapi nyatanya dari hasil rekonstruksi dia menjalani pemeriksaan seperti itu,” bebernya.

Dirinya tidak bisa memastikan apa penyebab petugas Avsec yang bertugas saat itu tidak melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan SOP. “Saat ini masih dilakukan pendalaman apa penyebab petugas saat itu tidak melakukan pemeriksaan sesuai SOP, apakah karena Abdul ini lebih senior daripada Avsec lain atau Abdul ini merupakan teman mereka sehingga tidak dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Pria dengan melati tiga di pundaknya ini menuturkan bahwa saat tersangka memasuki SCP 1 maupun SCP 2, sabu seberat 1 kg tersebut disimpan di balik jaket yang dikenakannya. “Dia simpan di dalam kantong jaketnya, terus digulung-gulung agar tidak ketahuan,” bebernya.

Terkait kasus ini, pihaknya sudah memanggil 4 orang saksi yang merupakan petugas Avsec yang bertugas saat Abdul berhasil membawa masuk sabu seberat 1 kg ke dalam pesawat tujuan Balikpapan. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan siapa penerima barang haram tersebut di Kota Balikpapan,” ucapnya.

Terpisah Plh Kepala Bandara Juwata Tarakan M. Auriyadin mengakui kelalaian petugas Avsec dalam kasus Abdul Rajak. “Iya, dari hasil rekonstruksi memang dikarenakan kelengahan dan kelalaian petugas Avsec kami,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa Abdul Rajak sudah memanfaatkan pengetahuannya sebagai pegawai bandara, sehingga dengan mudah mengecoh petugas Avsec. “Setelah melewati SCP 1, Abdul lantas tidak check-in di depan, tapi berjalan di belakang tujuannya tidak lain agar tidak terpantau CCTV,” ucapnya.

Setelah itu Abdul menuju SCP 2, diketahui saat memasuki SCP 2 Abdul tidak melewati walkthrough metal detector. “Dia masuk lewat samping sambil menyapa petugas Avsec yang bertugas saat itu, saat menyapa itulah dia mengambil kesempatan masuk ke dalam ruang tunggu penerbangan, dia sempat menceritakan bahwa sedang mengantar temannya,” ujarnya.

Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan ini menuturkan, seandainya Abdul diketahui akan berangkat, pasti petugas Avsec melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP. “Posisinya petugas Avsec saat itu tidak tahu kalau dia akan berangkat, sehingga dia berhasil membawa sabu tersebut,” ucapnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Ditreskoba Polda Kaltim soal kemungkinan keterlibatan petugas Avsec lainnya. “Bila memang mereka memiliki peranan sehingga sabu tersebut bisa lolos, pasti akan kami berikan sanksi,” ujarnya.

Petugas Avsec selama ini mengandalkan kemampuan passenger profilingmengantisipasi barang-barang terlarang turut dalam penerbangan.“Sudah saya tekankan, siapapun itu petugas Avsec harus melakukan passenger profiling, mau pejabat, senior, junior, rekan kerja, teman, keluarga semuanya harus menjalani pemeriksaan sesuai SOP,”  tuturnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:12

Bawaslu Bilang ODGJ dan Orang Gila Beda, BEDANYA DIMANA YA..??

TARAKAN - Pada Pemilu 2019 mendatang, akan ada tempat pemungutan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .