MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43
Pura-Pura Antar Teman

Oknum Avsec Loloskan Sabu Sekilo

TERCIDUK DI BALIKPAPAN: Rekonstruksi kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 1 kg di Bandara Juwata Tarakan, kemarin (21/2). Tersangka Abdul Rajak yang merupakan oknum Avsec memeragakan adegan bagaimana ia meloloskan barang haram itu. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos dari pemeriksaan screening check point (SCP) 1 dan SCP 2. Membawa sabu-sabu seberat 1 kg, AR memanfaatkan kelengahan dan kelalaian rekannya sesama petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan. Menurut Direktur Reskoba Polda Kaltim Kombes Pol Drs. Akhmad Shaury petugas Avsec tidak menjalankan tugas pemeriksaan sesuai standard operating procedure (SOP).

“Dia (Abdul Rajak) saat membawa sabu tersebut tidak melalui pemeriksaan sesuai SOP pada umumnya seperti masyarakat biasa. Seharusnya kalau sesuai SOP dia diperiksa menyeluruh, seperti jaket dilepas, ikat pinggang, jam tangan dilepas dan barang-barang lain yang harus dilepas ketika akan memasuki SCP, tapi nyatanya dari hasil rekonstruksi dia menjalani pemeriksaan seperti itu,” bebernya.

Dirinya tidak bisa memastikan apa penyebab petugas Avsec yang bertugas saat itu tidak melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan SOP. “Saat ini masih dilakukan pendalaman apa penyebab petugas saat itu tidak melakukan pemeriksaan sesuai SOP, apakah karena Abdul ini lebih senior daripada Avsec lain atau Abdul ini merupakan teman mereka sehingga tidak dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Pria dengan melati tiga di pundaknya ini menuturkan bahwa saat tersangka memasuki SCP 1 maupun SCP 2, sabu seberat 1 kg tersebut disimpan di balik jaket yang dikenakannya. “Dia simpan di dalam kantong jaketnya, terus digulung-gulung agar tidak ketahuan,” bebernya.

Terkait kasus ini, pihaknya sudah memanggil 4 orang saksi yang merupakan petugas Avsec yang bertugas saat Abdul berhasil membawa masuk sabu seberat 1 kg ke dalam pesawat tujuan Balikpapan. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan siapa penerima barang haram tersebut di Kota Balikpapan,” ucapnya.

Terpisah Plh Kepala Bandara Juwata Tarakan M. Auriyadin mengakui kelalaian petugas Avsec dalam kasus Abdul Rajak. “Iya, dari hasil rekonstruksi memang dikarenakan kelengahan dan kelalaian petugas Avsec kami,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa Abdul Rajak sudah memanfaatkan pengetahuannya sebagai pegawai bandara, sehingga dengan mudah mengecoh petugas Avsec. “Setelah melewati SCP 1, Abdul lantas tidak check-in di depan, tapi berjalan di belakang tujuannya tidak lain agar tidak terpantau CCTV,” ucapnya.

Setelah itu Abdul menuju SCP 2, diketahui saat memasuki SCP 2 Abdul tidak melewati walkthrough metal detector. “Dia masuk lewat samping sambil menyapa petugas Avsec yang bertugas saat itu, saat menyapa itulah dia mengambil kesempatan masuk ke dalam ruang tunggu penerbangan, dia sempat menceritakan bahwa sedang mengantar temannya,” ujarnya.

Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan ini menuturkan, seandainya Abdul diketahui akan berangkat, pasti petugas Avsec melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP. “Posisinya petugas Avsec saat itu tidak tahu kalau dia akan berangkat, sehingga dia berhasil membawa sabu tersebut,” ucapnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Ditreskoba Polda Kaltim soal kemungkinan keterlibatan petugas Avsec lainnya. “Bila memang mereka memiliki peranan sehingga sabu tersebut bisa lolos, pasti akan kami berikan sanksi,” ujarnya.

Petugas Avsec selama ini mengandalkan kemampuan passenger profilingmengantisipasi barang-barang terlarang turut dalam penerbangan.“Sudah saya tekankan, siapapun itu petugas Avsec harus melakukan passenger profiling, mau pejabat, senior, junior, rekan kerja, teman, keluarga semuanya harus menjalani pemeriksaan sesuai SOP,”  tuturnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…

Rabu, 19 September 2018 22:02

Tolak Rekomendasi, Bisa Dipidanakan

TARAKAN – KPU Tarakan dinilai lalai, karena tidak melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari Bawaslu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .