MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Februari 2018 10:41
Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

Hasil Uji Laboratorium Nasi Uduk, Negatif

DOK.

PROKAL.CO, TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil uji negatif terhadap sampel makanan yang diduga menyebabkan 60 pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tarakan keracunan. Kepala BBPOM Samarinda, Fanani Mahmud mengungkapkan hingga saat ini penyebab siswa-siswi keracunan menimbulkan misteri.

Lantas apa yang membuat 60 pelajar itu muntah-muntah? Hasil uji laboratorium terhadap nasi uduk milik pengelola kantin Santi Gunawati (48) dinyatakan negatif. Sebab, sejumlah zat yang terkandung dalam sampel makanan tersebut, seperti tembaga, seng, dan beberapa zat lainnya, kadar bakterinya masih di bawah ambang batas. “Kami menguji yang biasanya bisa terkontaminasi dan menyebabkan diare. Sehingga kami melihat tesnya itu mulai dari logamnya, seperti tembaga (Zu) dan sebagainya, semuanya negatif. Kemudian bakterinya kami tes, yang Bacillus cereus negatif, yang lainnya positif tapi masih di bawah ambang, seharusnya ratusan ribu atau 10 pangkat 5, tapi ini masih 10 pangkat 3 atau ribuan,” ungkap Farnani.

Kepala Dinas Kesehatan Tarakan Subono Samsudi mengatakan, hasil uji laboratorium dari BPOM Samarinda yang diterima Rabu (21/2) membuat pertanyaan besar bagi pihaknya. Sebab, jumlah siswa yang merasakan gejala mencapai puluhan orang dan semua mengaku berasal dari makanan yang ada di kantin sekolah. 

Subono mengaku telah membentuk tim khusus di internal Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi guna mencari penyebabnya. “Dengan data itu, kami memperkirakan kemungkinan kasus ini tidak bisa diproses secara hukum. Karena dari bukti tertulisnya memang negatif,” tuturnya.

Meski demikian, penanganan secara hukum ia tetap menyerahkan kepada kepolisian. Apakah bisa dilanjut atau tidak. Yang jelas hasil uji laboratorium itu sudah final.  Subono mengaku akan mengumpulkan lagi para guru di SMPN 2, sekaligus menekankan kembali pentingnya kebersihan sekolah, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.  “Kami tetap akan mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi penyebab anak-anak ini keracunan,” jelasnya.

Di sisi lain. Subono juga mengaku jika ada keterlambatan dalam pengirim sample karena suatu hal. Namun, secara teknis lanjut Subono. Semuanya bisa teratasi dengan baik. “Waktu kami mengirim sampel itu menggunakan freezer dengan es batu. Yang tentunya bakterinya masih terjaga. Namun, hasil yang keluar ialah negatif,” bebernya.

 

SANTI PENGIN PERJANJIAN

AWAL DIBERLAKUKAN

Santi Gunawati (48) pengelola kantin SMPN 2 Tarakan, asal makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan mengaku bersyukur setelah mengetahui hasil uji laboratorium terhadap nasi uduk miliknya negatif. “Alhamdulillah, saya bersyukur jika hasilnya ternyata negatif. Allah tidak tidur, bagi yang benar pasti dibukakan jalan,” ujarnya kepada Radar Tarakan pada Rabu (21/2).

Akan tetapi, hingga kini ia belum menerima kabar apapun, baik dari kepolisian maupun Dinas Kesehatan. Sebelumnya ia diminta kepolisian untuk bersabar dan menantikan hasil laporan. “Tunggu hasil lab dan pihak kepolisian tentang hasilnya seperti apa. Saya saja baru tahu dari Anda (pewarta Radar Tarakan) saja,” bebernya.

Melalui hal tersebut, ia menjelaskan bahwa dirinya akan memberikan informasi tambahan jika telah ada keputusan dari kepolisian maupun Dinkes Tarakan. Santi menginginkan adanya mediasi bersama Kepala SMPN 2 Tarakan, Dewan Guru, koperasi dan Komite Sekolah. Ia ingin mengajukan beberapa hal, salah satunya mengembalikan perjanjian awal agar tidak adanya campur tangan dari pihak lain. “Bukan lebih hati-hati. Tapi kalau diberikan kesempatan saya ingin mengembalikan kepada perjanjian awal agar tidak ada campur tangan pihak lain,” pintanya.

Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Taharman mengatakan, hingga saat ini kepolisian belum menerima hasil uji laboratorium terkait kasus keracunan massal pelajar SMPN 2 beberapa waktu lalu. “Dari penyidik menyampaikan belum menerima hasil laporan labaratorium, mungkin laporannya belum sampai ke mereka,” singkatnya.

Sebelumnya Dinkes mengambil beberapa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan siswa-siswi ini. Dua makanan yang dicurigai nasi uduk dan bubur.

Dinkes saat kejadian Rabu 7 Februari lalu mengerahkan lima ambulans untuk mengevakuasi para korban ke pusat pelayanan kesehatan yang ada.  Mobil ambulans di antaranya dari Puskesmas Gunung Lingkas dan Puskesmas Sebengkok. Sementara tenaga medis seperti dokter, berkonsentrasi di Puskesmas Karang Rejo. Lokasi di mana para korban diberi pertolongan pertama.

Kejadian di SMPN 2 menimbulkan kepanikan di tengah jam sekolah. Baru saja lonceng tanda istirahat berbunyi, puluhan pelajar tiba-tiba mengalami pusing dan muntah-muntah. Beberapa di antaranya mengerang sakit di bagian perut. Para guru pun panik.

Muhammad Zulfan (14), salah seorang siswa kelas VIII, mengungkapkan sekira pukul 10.00 Wita, ia dan teman-temannya ke kantin untuk makan. Kebetulan ia memesan nasi uduk, sementara teman lainnya pesan soto ayam. Namun sekira pukul 11.00 Wita, saat jam pelajaran berlangsung, ia merasa mulas. Zulfan pun sempat muntah-muntah dan akhirnya dilarikan ke Puskesmas Karang Rejo. “Di sini dari kelas 7 sampai kelas 9. Tadi makan sama teman, tapi beda menu. Saya makan nasi uduk, yang muntah-muntah. Temanku makan soto tapi tidak apa-apa,” tutur pria berkulit putih ini.

Nur Fitra, siswi kelas VII mengatakan ketika jam pelajaran berlangsung, tepatnya pukul 11.30 Wita ia merasa  pusing dan mual. Di kelasnya sebanyak enam orang mengeluhkan hal yang serupa.

Perasaannya mulai membaik setelah diperiksa dokter dan diberi obat. Orang tua murid, Bada (60) yang merupakan warga Karang Anyar, mengatakan ia terkejut ketika menerima telepon dari anaknya yang bernama Fitra. Ia bergegas naik taksi menuju Puskesmas Karang Rejo. Pikirannya tak karuan dalam perjalanan. “Dia telepon, katanya tadi makan nasi uduk. Saya itu berpikiran yang buruk, karena di sini tidak hanya anak saja tapi ada cucu juga, namanya Andini,” bebernya.

Orang tua murid pun satu per satu memenuhi ruang tindakan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Karang Rejo. Ada juga orang tua yang bergegas mencari air kelapa untuk anaknya di sekitaran puskesmas. “Sudah saya kasih minum air kelapa tadi, jadi sudah agak mendingan,” tutur Yasni.

Pemeriksaan terus dilakukan tim medis Puskesmas Karang Rejo. Pukul 12.54 Wita, seorang siswi bernama Natalia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan karena terus muntah-muntah. Kemudian disusul oleh Putri, Meta, Audi, Riski dan Risnawati.

Dijelaskan Kepala Puskesmas Karang Rejo, dr. Jumiati, secara fisik enam pelajar yang dibawa ke RSUD mulai drop, denyut nadi berdetak kencang, keluhan sakit di perut tidak berkurang. Akhirnya puskesmas memutuskan untuk merujuk ke RSUD Tarakan mendapatkan penanganan yang lebih intens. Total ada enam korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Risky Juliardi (15) yang dibawa ke RSUD mengatakan bahwa, awalnya ia hanya merasa pusing hingga mual. “Bukan cuma saya, tapi lima orang teman saya juga. Semuanya kami ada 6 orang,” tuturnya kepada Radar Tarakan usai kejadian hari itu (eru/*/shy/jnr)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…

Senin, 20 Agustus 2018 17:23

Dilanda Suhu Panas, Jamaah Lebih Banyak di Hotel

SUHU panas di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat celcius membuat para jamaah calon haji diimbau untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 17:21

PAW H. Ruddin Paling Cepat Bulan Depan

NAMA Hj. Haryati disebut-sebut sebagai pengganti H. Ruddin di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .