MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Februari 2018 10:37
Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI
TIDAK SESUAI ATURAN: Masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan sertifikat melalui PTSL dikenakan pembayaran di luar ketentuan. FOTO: INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti dugaan pungutan liar (pungli) pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Nunukan dan Sebatik. Itu setelah sejumlah warga mengaku dimintai pembayaran di luar ketentuan yang berlaku. Kepala ORI Kaltara Ibramsyah Amiruddin mengaku akan menindaklanjuti pembayaran PTSL di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan. “Segera kami tindaklanjuti dan meminta klarifikasi kepada BPN Nunukan, terkait permohonan sertifikat tanah melalui PTSL,” kata Ibramsyah.

Untuk memastikan, kebenaran terkait pembayaran yang dibebankan masyarakat tidak sesuai aturan, ORI Kaltara akan memeriksa langsung ke lapangan. Di Nunukan dan Sebatik masyarakat dibebankan pembayaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per sertifikat tanah.

Padahal keputusan bersama Menteria Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 25/SKB/V/2017, nomor 590-3167A/2017, nomor 34/2017 tentang pembiayaan persiapan pendaftaran tanah sistematis,  Kabupaten Nunukan masuk dalam kategori ketiga Kalimantan Timur yang dikenakan biaya sebesar Rp 250 ribu.

Lanjut dia, untuk menindaklanjuti hal tersebut dua asisten ORI Kaltara ditugaskan ke Nunukan untuk menelusuri persoalan tersebut. Program PTSL pada 2017 lalu, ada 2.500 sertifikat yang telah diterbitkan BPN Nunukan. “Akan saya tugaskan dua anggota saya ke Nunukan minggu ini,” ujarnya.

Permasalahan pembayaran program PTSL ini muncul di publik bermula dari Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara. Sertifikat yang telah jadi batal diserahkan kepada pemohon. Karena harus menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut harus membayar Rp 500 ribu. Padahal awalnya disampaikan tidak perlu membayar atau gratis. “Pertamanya diminta Rp 100 ribu untuk pengurusan berkas, seperti membeli materai dan lainnya,” kata perempuan yang beralamat di RT 03 Desa Lapri yang menolak namanya dikorankan.

Saat sertifikat akan dibagikan, kembali diminta Rp 400 ribu. Jadi total yang harus dibayar Rp 500 ribu. Permintaan pembayaran tersebut diminta oleh aparat Desa Lapri. Sebelumnya telah terjadi keributan, sehingga sertifikat batal dibagikan. Lanjut dia, telah disampaikan bahwa pembayaran Rp 400 tersebut untuk akomodasi, transportasi dan biaya operasional lainnya untuk yang melakukan pengukuran tanah dari BPN Nunukan. Termasuk biaya makan, bahkan uang rokok. “Ini kami takut juga, karena jika tidak bayar segera bisa hangus sertifikat tersebut. Kami mau minta tolong dengan siapa lagi jika begini,” ujarnya. (nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:52

Pengelola Arang Kayu Sempat Diperiksa Polisi

NUNUKAN – PT Palem Segar Lestari yang melakukan pengelolaan arang kayu di Kecamatan Sembakung,…

Jumat, 22 Juni 2018 11:43

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Jumat, 22 Juni 2018 11:30

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .