MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Februari 2018 11:21
Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

Tagihan Lukas Tembus Rp 4 Juta

JUMLAHNYA BIKIN PENING: Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara menunjukkan tagihan airnya yang tidak pernah mencapai jutaan di rumahnya, kemarin (21/2). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika mengetahui tagihan air yang harus dia bayar periode Januari 2018 tembus Rp 4 juta. Kurang lebih dua tahun menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam tagihan Lukas rerata menghampiri Rp 200 ribu setiap bulan.

Ditemui di rumahnya, Lukas yang bekerja sebagai buruh bangunan masih terheran-heran. Lantaran, tagihan air PDAM nya di luar kewajaran. Bahkan, lebih mahal dari tagihan listrik di rumahnya. “Kaget aja, biasanya kalau pergi bayar itu palingan membawa uang Rp 200 ribu. Karena pembayarannya palingan hanya Rp 174 ribu. Karena sebelumnya, Desember 2017 lalu kami hanya membayar Rp 121.500 saja,” ungkap Lukas.

Namun, lanjut Lukas. Ketika hendak membayar pemakaian Januari 2018, tagihan air PDAM tiba-tiba naik drastis. Bahkan, warga sekitar yang mengetahui tersebut juga ikut kaget. “Saya itu menggunakan air PDAM sejak tahun 2016. Tidak ada perubahan yang terjadi. Saya juga menggunakan rumah sendiri, bukan rumah kos-kosan. Kurang lebih dua tahun saya hanya membayar tagihan di bawah Rp 200 ribu. Tapi, kok di Januari ini tinggi. Itu yang kami bingung,” jelasnya.

Awal ia mengetahui tagihan fantastis itu dari istrinya saat pulang dari salah satu loket pembayaran di Jalan Jenderal Sudirman. Sang istri kaget saat diberi tahu petugas besaran tagihan yang harus dia bayar. Namun istri Lukas memilih pulang, karena masih tak percaya tagihannya bisa membengkak sebegitu besar.

Selasa (20/2) sekira pukul 08.00 Wita Lukas pun menyambangi kantor PDAM Tirta Alam yang berada di Jalan Slamet Riady, Tarakan Barat untuk menyampaikan aduan. Kegelisahan makin menjadi-jadi, petugas PDAM pun menyampaikan hal yang sama. Tagihan sebesar Rp 4 juta. “Yah saya enggak bayarlah. Mahal begitu. Saya disuruh tanda tangan untuk mencicil pembayaran itu, saya juga belum sanggup. Jadi, saya langsung pulang,” bebernya.

Hati Lukas bergejolak. Ia tak masih belum bisa menerima, tagihan sedemikian banyak. Padahal tetangganya di sekitar yang juga sama-sama menggunakan air PDAM sejak tahun 2016. Mereka juga tidak mengalami hal serupa dengan dirinya. “Yang lainnya ada yang bayar Rp 50 ribu, ada yang bayar Rp 75 ribu. Saya aja nih yang bayar Rp 4 juta. Apa saya tidak pusing, mau bayar pakai apa. Sementara saya ini penghasilannya tidak tetap, kadang ada pekerjaan rumah, baru saya kerja. Kalau tidak ada, yah tidak dapat uang,” ujarnya.

Selain itu, Lukas juga mengatakan jika selama ini untuk menggunakan air juga tidak begitu intens. Dan untuk menampung air tersebut ia menggunakan bak berukuran 1 x 1,5 meter dengan tinggi 1 meter. “Pernah saya bayar itu kurang lebih Rp 200 ribuanlah. Karena, memang saat itu ada acara. Dan jika tagihan ini misalnya Rp 300-500 ribu, masih masuk akallah kalau ada acara,” katanya lagi.

Lukas pun berharap ada kejelasan. Kenapa bisa tagihan airnya tiba-tiba melonjak, tanpa ia ketahui. Padahal, dalam penggunaan air PDAM, hanya di rumahnya saja, tanpa ada sambungan, apalagi menyambung ke keluarga lain. “Tunggu petugasnya saja ke sini, seperti apa jadinya,” bebernya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Direktur UtamaDirektur Utama (DirutPDAM Said Usman Assegaf mengungkapkan, tingginya tagihan PDAM terhadap pelanggan Lukas dikarenakan terjadi penumpukan pembayaran sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, menurut Usman. Kasus yang dialami Lukas terjadi sejak dirinya belum menjabat sebagai Direktur PDAM Tarakan. “Saat saya menyuruh staf untuk mengecek tagihan itu. Jadi, ternyata ada kesalahan-kesalahan dengan pencatatan manual yang dilakukan petugas saat itu. Hingga terjadilah pembengkakan. Yang seharusnya 50 kubik tercatat hanya 30 kubik,” ungkap Usman.

Dengan kejadian fatal tersebut, lanjut Usman, empat petugas meteran yang melakukan pencatatan manual, kini h dipecat dan tidak lagi bekerja di PDAM. “Di masa jabatan saya sendiri. Saya tegas, pekerjaan tidak beres, saya langsung pecat. Dan baru-baru ini dua petugas meteran langsung saya pecat. Karena pekerjaan tidak becus,” tegasnya.

Saat disinggung, siapa yang harus bertanggung jawab di balik terjadinya kesalahan pencatatan air itu? Usman dengan tegas mengakui telah terjadi kelalaian yang dilakukan petugas PDAM saat itu. Sehingga, saat menggunakan sistem baru, rekam data melalui potret Android, penumpukan itu pun terhitung. “Ia betul ini kesalahan petugas pencatatan manual. Namun, semuanya sudah kami pecat. Karena merugikan semua pihak. Tapi, sebenarnya angka meterannya itu kan tidak berubah, cuma penumpukan saja terjadi. Itu hanya bisa karena air sudah bisa dipakai,” bebernya.

Dengan adanya kelalaian tersebut. Solusi terbaik yang ditawarkan Usman ialah dengan melakukan pencicilan secara bertahap. Namun, jika pelanggan tersebut merasa mampu dapat melakukan pembayaran sekali. “Kalau audit BPK itu menyarankanyah dicicil aja. Dicicil sedikit-sedikit. Misalnya dia bayar Rp 100 ribu per bulan. Yah cicillah tambah Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu sampai selesai. Soalnya, jika itu dihilangkan tentunya akan jadi temuan BPK. Kehilangan air namanya,” katanya.

Selanjutnya apabila pelanggan tersebut tidak membayarkan tagihan, maka sambungan akan diputus. Pelanggan dapat kembali menikmati layanan air PDAM setelah membayar besaran tunggakan ditambah biaya pemasangan baru.

Banyak faktor yang dapat membuat tagihan pelanggan PDAM meningkat. Faktor tersebut mulai dari penggunaan air yang tiba-tiba meningkat, kerusakan pada alat meteran pengukur air sehingga meteran terus berputar, kebocoran pada pipa, kelalaian pelanggan dalam menggunakan air, atau faktor–faktor lainnya.

Misalnya kerusakan pada meteran pengukur air, maka akan dilakukan perbaikan untuk mengetahui berapa hitungan air yang dipergunakan. Ada beberapa contoh yang terjadi selama ini terkait tagihan yang meningkat (melonjak). Salah satunya ada pelanggan yang membayar Rp 600 ribu.  Setelah dilakukan penelusuran ternyata diketahui ada pipa yang bocor. Lalu ada juga pelanggan yang menunggak pembayaran selama 4 bulan, sehingga tagihan terus menumpuk dan ketika akan membayar maka secara otomatis tagihannya menjadi besar. “Banyak faktor penyebabnya,” ujarnya.

“Sampai saat ini PDAM Tarakan belum menaikkan tarif air PDAM. Tarif air saat ini untuk rumah tangga golongan paling rendah masih sebesar Rp 1.100 per meter kubik dan mendapatkan subsidi untuk pemakaian air 10 meter kubik,” tuturnya.

“Saya berharap agar masyarakat selalu mencatat berapa tagihan pemakaian air PDAM setiap bulannya,” sambungnya.

Untuk mempermudah dan melakukan perubahan dalam kinerja PDAM, Usman menjelaskan jika kurang lebih satu tahun ini, pihaknya sudah tidak lagi melakukan pencatatan manual. Namun, menggunakan sistem Android yang bernama Aplikasi Android Catat Baca Meter Sistem (Aurora) atau aplikasi catat meter Android. Yang merupakan aplikasi berbasis Android yang digunakan untuk pembacaan meter air. Yang dinilai efektif dalam melakukan pencatatan.

Lanjutnya, aplikasi ini digunakan untuk petugas lapangan pencatatan meter air PDAM, aplikasi ini bisa digunakan dalam mode offline ataupun Online. Metode pembacaan data pelanggan bisa menggunakan manual dari daftar pelanggan per blok atau menggunakan sistem scan barcode. Di mana, aplikasi ini langsung terintegrasi dengan server. Data stan, koordinat pelanggan dan foto hasil dari catat meter yang sudah dicatat, dikirim dan lantas diproses. “Jadi, saat kami menggunakan sistem Android untuk memfoto. Dari foto itulah baru kami ketahui telah terjadi penumpukan pembayaran. Makanya yang lalu-lalu itu baru kelihatan sekarang. Saat pencatatan itu bisa saja lalai, salah dalam pencatatan manual yang dilakukan petugas,” katanya lagi.

Namun dengan adanya Aurora,  kata Usman, angka tidak bisa bohong, kecuali jika meterannya rusak. Karena putarannya itu tetap. “Kalau rusak baru diganti meterannya. Karena BPK itu ada audit air. Mulai dari berapa air yang diproduksi, berapa air yang dijual dan berapa air yang ditandu,” ujarnya.

Saat ditanya berapa banyak konsumen di Tarakan yang mengalami kasus serupa, Usman tak mengetahui pasti. Namun, setiap ada pelaporan, pihaknya langsung melakukan pengecekan. Karena ada 25 ribu pelanggan seluruh Tarakan. “Nah itu masih ada yang normal. Selain karena kesalahan dalam pencatatan. Kasus yang lain juga ada karena biasanya ada yang bocor di dalam rumah. Tapi kami tetap lihat meterannya. Kalau misalnya meterannya baik saja, berarti benar sudah. Meteran itulah yang menjadi ukurannya kami,” katanya lagi. “PDAM ini produksinya besar, pemasukannya kecil. Saat kadang saat pelanggan ditagih alasannya banyak. Mulai dari ada yang suaminya ke lautlah, belum bisa bayar dan sebagainya, banyak macam,” tambahnya.

Kesulitan lain yang dialami PDAM, saat Tarakan sedang tidak hujan. “Pribadi saya juga tidak bisa tidur hanya mengurus air ini. Kadang kalau tidak hujan saya pusing, embun tidak beres. Kekurangan air kami. Belum lagi kebutuhan penduduk makin melonjak. Belum lagi makian pelanggan yang merasa paling tahu segalanya,” imbuhnya. (eru/*/jhn/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…

Senin, 20 Agustus 2018 17:23

Dilanda Suhu Panas, Jamaah Lebih Banyak di Hotel

SUHU panas di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat celcius membuat para jamaah calon haji diimbau untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 17:21

PAW H. Ruddin Paling Cepat Bulan Depan

NAMA Hj. Haryati disebut-sebut sebagai pengganti H. Ruddin di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .