MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Februari 2018 11:03
Komisi VII Minta Solusi Jangka Pendek

Biarpet, PLN Sebut Gangguan Alam dan Eksternal

LISTRIK KALTARA: Anggota Komisi VII DPR RI saat melakukan pertemuan di kantor PLTU Gunung Seriang, Tanjung Selor, Selasa (20/2). IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Persoalan listrik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus dikeluhkan masyarakat. Bahkan tidak hanya di daerah yang belum dibangun jaringan listrik, tapi juga di wilayah perkotaan.

Padahal, ketersediaan listrik di Kaltara sudah terbilang cukup. Sebab, pada tahun 2017, daya mampu yang tersedia mencapai 87,79 megawatt (MW), sementara beban puncak hanya 70,06 MW. Artinya masih ada cadangan sebanyak 17,71 MW. (selengkapnya di grafis)

Menyikapi hal itu, anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita meminta perhatian dari PT PLN untuk mencari solusi jangka pendek terkait penanganan persoalan listrik di provinsi termuda di Indonesia ini.

“Listrik ini merupakan program utama di Kaltara. Saya sangat setuju dengan rencana jangka panjang untuk membangun PLTA Sungai Kayan di Peso. Tapi, sekarang ini solusi jangka pendeknya dulu yang dipikirkan,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui, Selasa (20/2).

Seperti di Tarakan, misalnya. Untuk mengatasi persoalan listrik, PT PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Gunung Belah. Sehingga muncul pertanyaan gasnya nanti diambil dari mana?

Sebab, kondisi gas di Tarakan saat ini masih naik turun sehingga sering terjadi biarpet. Tapi, alasan dari PT PLN, itu disebabkan oleh beberapa persoalan, utamanya gangguan pohon, gangguna eksternal dan gangguan hewan.

“Ke depannya saya akan terus mengontrol di sana (Tarakan) terkait dengan pembangunan PLTMG itu. Pastinya, yang harus dipikirkan Kaltara ini jangka pendeknya dulu,” sebut Ari.

Selain itu, Andi Jamaro Dulung yang juga merupakan anggota Komisi VII DPR RI mengatakan, pihaknya datang ke Kaltara untuk mengevaluasi kinerja dari PT PLN. Salah satunya mengenai pembangunan PLTMG dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Gunung Seriang, Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara.

“Dengan keberadaan proyek PLN di Kaltara ini, sebenarnya kebutuhan listrik itu sudah aman,” katanya.

Hanya saja, ada dua kendala yang terlihat. Pertama, PT PLN belum mampu membangun transmisi jaringan ke seluruh permukiman penduduk. Dan yang kedua adanya gangguan alam dan teknis yang menyebabkan dilakukannya pemadaman.

Adapun lanjut dia, hasil pembahasan yang dilakukan itu akan ditindaklanjuti dengan memanggil seluruh pekerja proyek yang ada di Kaltara ke Komisi VII DPR RI bersama dengan PT PLN dan Dirjen Kelistrikan.

“Di sana nanti kami akan membicarakan langkah konkrit untuk mengatasi persoalan listrik di Kaltara ini,” jelasnya.

Bahkan dirinya merencanakan, paling lambat dua minggu terhitung sejak kunjungan tersebut, pihaknya sudah melayangkan undangan untuk menjadwalkan pertemuan agar dapat duduk bersama membicarakan percepatan penyelesaian pembangunan listrik di Kaltara.

Menurutnya, pembangunan dua proyek yang berdekatan, yakni PLTMG dan PLTU di Gunung Seriang itu sudah tepat. Tapi, dalam pelaksanaannya tentu tetap akan ada evaluasi yang di dalamnya pasti ada positif dan negatif.

“Pastinya kita optimis Kaltara dapat bangkit dengan energi yang berlimpah. Apalagi PLTA Sungai Kayan di Kecamatan Peso itu yang sangat luar biasa itu sudah terealisasi,” tuturnya.

Manager UPP II Berau, Sondang mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pengerjaan beberapa kegiatan, termasuk PLTMG dan PLTU di Gunung Seriang. Untuk yang PLTMG dikatakannya akan selesai Oktober 2018. Sementara yang PLTU Juni 2019.

“Kalau untuk uji coba pembangkit listrik itu, untuk komisioning biasanya 2 bulan sebelum selesai,” katanya lagi.

Sementara untuk persoalan jaringan, saat ini masih ada yang sementara dibangun. Pembebasan lahan sudah dilakukan. Sementara ini masih masuk sistem jaringan tengah menengah (JTM), selanjutnya baru dibangun gardu.

“Sekarang sudah bangun konstruksi jaringan dari Berau, Tanjung Selor lalu ke Malinau. Tapi untuk yang ke Tanjung Selor akhir tahun ini sudah dapat selesai,” tuturnya.

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Sekprov Kaltara, Syaiful Herman mengatakan, terkait masalah listrik ini PLN ditargetkan paling lambat tahun 2020, seluruh daerah di Kaltara sudah teraliri listrik melalui pembangkit listrik yaang sekarang sedang dibangun.

“Tidak hanya untuk masyarakat. Ketersediaan listrik ini juga tentu dibutuhkan investor saat ingin masuk ke daerah kita. Pasti yang pertama ditanya itu masalah listriknya apakan siap atau seperti apa,” katanya.

Dengaan begitu, kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltara ini, ke depannya Kaltara akan bebas dari biarpet. Jika pun ada tentu tidak banyak daerah yang mengalami hal itu. (iwk/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:04

Beda Persepsi, Persetujuan Ditunda

TANJUNG SELOR – Deadline persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:02

Pembangunan Lanudal Butuh Lahan Enam Hektare

TANJUNG SELOR - Pembangunan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) di…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:01

Sempat Molor, DPTHP-II Nasional Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Meski sempat molor, penetapan jadwal Daftar Pemilih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:59

Mau Bangun Ini, Pertamina Beri Catatan Khusus

TANJUNG SELOR – Setelah melakukan survei ke Bandara Kolonel RA…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:58

2.107 Warga Binaan Miliki Hak Pilih

TANJUNG SELOR – Hak pilih narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:56

Harga TBS Anjlok, Ini Dampak yang Paling Terasa

TANJUNG SELOR - Turunnya harga crude palm oil (CPO) dunia…

Jumat, 14 Desember 2018 14:50

Diupah RM 5.000, Nelayan Bawa Sabu 10 Kg

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…

Jumat, 14 Desember 2018 14:48

Infrastruktur dan Bantuan Keuangan Jadi Perhatian

TANJUNG SELOR ­– Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Rp 9 Miliar untuk Relokasi Pipa

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:44

Bawaslu Pertanyakan Hak Suara di Lapas

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .