MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Februari 2018 11:03
Komisi VII Minta Solusi Jangka Pendek

Biarpet, PLN Sebut Gangguan Alam dan Eksternal

LISTRIK KALTARA: Anggota Komisi VII DPR RI saat melakukan pertemuan di kantor PLTU Gunung Seriang, Tanjung Selor, Selasa (20/2). IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Persoalan listrik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus dikeluhkan masyarakat. Bahkan tidak hanya di daerah yang belum dibangun jaringan listrik, tapi juga di wilayah perkotaan.

Padahal, ketersediaan listrik di Kaltara sudah terbilang cukup. Sebab, pada tahun 2017, daya mampu yang tersedia mencapai 87,79 megawatt (MW), sementara beban puncak hanya 70,06 MW. Artinya masih ada cadangan sebanyak 17,71 MW. (selengkapnya di grafis)

Menyikapi hal itu, anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita meminta perhatian dari PT PLN untuk mencari solusi jangka pendek terkait penanganan persoalan listrik di provinsi termuda di Indonesia ini.

“Listrik ini merupakan program utama di Kaltara. Saya sangat setuju dengan rencana jangka panjang untuk membangun PLTA Sungai Kayan di Peso. Tapi, sekarang ini solusi jangka pendeknya dulu yang dipikirkan,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui, Selasa (20/2).

Seperti di Tarakan, misalnya. Untuk mengatasi persoalan listrik, PT PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Gunung Belah. Sehingga muncul pertanyaan gasnya nanti diambil dari mana?

Sebab, kondisi gas di Tarakan saat ini masih naik turun sehingga sering terjadi biarpet. Tapi, alasan dari PT PLN, itu disebabkan oleh beberapa persoalan, utamanya gangguan pohon, gangguna eksternal dan gangguan hewan.

“Ke depannya saya akan terus mengontrol di sana (Tarakan) terkait dengan pembangunan PLTMG itu. Pastinya, yang harus dipikirkan Kaltara ini jangka pendeknya dulu,” sebut Ari.

Selain itu, Andi Jamaro Dulung yang juga merupakan anggota Komisi VII DPR RI mengatakan, pihaknya datang ke Kaltara untuk mengevaluasi kinerja dari PT PLN. Salah satunya mengenai pembangunan PLTMG dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Gunung Seriang, Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara.

“Dengan keberadaan proyek PLN di Kaltara ini, sebenarnya kebutuhan listrik itu sudah aman,” katanya.

Hanya saja, ada dua kendala yang terlihat. Pertama, PT PLN belum mampu membangun transmisi jaringan ke seluruh permukiman penduduk. Dan yang kedua adanya gangguan alam dan teknis yang menyebabkan dilakukannya pemadaman.

Adapun lanjut dia, hasil pembahasan yang dilakukan itu akan ditindaklanjuti dengan memanggil seluruh pekerja proyek yang ada di Kaltara ke Komisi VII DPR RI bersama dengan PT PLN dan Dirjen Kelistrikan.

“Di sana nanti kami akan membicarakan langkah konkrit untuk mengatasi persoalan listrik di Kaltara ini,” jelasnya.

Bahkan dirinya merencanakan, paling lambat dua minggu terhitung sejak kunjungan tersebut, pihaknya sudah melayangkan undangan untuk menjadwalkan pertemuan agar dapat duduk bersama membicarakan percepatan penyelesaian pembangunan listrik di Kaltara.

Menurutnya, pembangunan dua proyek yang berdekatan, yakni PLTMG dan PLTU di Gunung Seriang itu sudah tepat. Tapi, dalam pelaksanaannya tentu tetap akan ada evaluasi yang di dalamnya pasti ada positif dan negatif.

“Pastinya kita optimis Kaltara dapat bangkit dengan energi yang berlimpah. Apalagi PLTA Sungai Kayan di Kecamatan Peso itu yang sangat luar biasa itu sudah terealisasi,” tuturnya.

Manager UPP II Berau, Sondang mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pengerjaan beberapa kegiatan, termasuk PLTMG dan PLTU di Gunung Seriang. Untuk yang PLTMG dikatakannya akan selesai Oktober 2018. Sementara yang PLTU Juni 2019.

“Kalau untuk uji coba pembangkit listrik itu, untuk komisioning biasanya 2 bulan sebelum selesai,” katanya lagi.

Sementara untuk persoalan jaringan, saat ini masih ada yang sementara dibangun. Pembebasan lahan sudah dilakukan. Sementara ini masih masuk sistem jaringan tengah menengah (JTM), selanjutnya baru dibangun gardu.

“Sekarang sudah bangun konstruksi jaringan dari Berau, Tanjung Selor lalu ke Malinau. Tapi untuk yang ke Tanjung Selor akhir tahun ini sudah dapat selesai,” tuturnya.

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Sekprov Kaltara, Syaiful Herman mengatakan, terkait masalah listrik ini PLN ditargetkan paling lambat tahun 2020, seluruh daerah di Kaltara sudah teraliri listrik melalui pembangkit listrik yaang sekarang sedang dibangun.

“Tidak hanya untuk masyarakat. Ketersediaan listrik ini juga tentu dibutuhkan investor saat ingin masuk ke daerah kita. Pasti yang pertama ditanya itu masalah listriknya apakan siap atau seperti apa,” katanya.

Dengaan begitu, kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltara ini, ke depannya Kaltara akan bebas dari biarpet. Jika pun ada tentu tidak banyak daerah yang mengalami hal itu. (iwk/zia)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…

Kamis, 20 September 2018 12:32

Dapati Bacaleg Curi Start Kampanye

TANJUNG SELOR – Setelah beberapa kali sempat terindikasi adanya beberapa bakal calon legislatif…

Rabu, 19 September 2018 21:27

Anggaran Disetujui, Jembatan Bulan Dikaji Lagi

TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum,…

Rabu, 19 September 2018 21:24

BKD Tegaskan Tidak Terima Berkas Titipan

TANJUNG SELOR – Meski pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018  ditunda hingga…

Rabu, 19 September 2018 11:27

Terlambat Serahkan LADK, Caleg Dicoret

TANJUNG SELOR – Penyerahan laporan awal dana kampanye (LADK) dan rekening khusus dana kampanye…

Rabu, 19 September 2018 11:25

Pemerintah Tak Tanggung Biaya Pemulangan Pelacur

TANJUNG SELOR - Pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari praktik prostitusi pada tahun 2019 mendatang.…

Rabu, 19 September 2018 11:24

Menyanggupi Pengembangan Hutan Kota

TANJUNG SELOR – Pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor bukan hanya sekedar wacana.Terbaru,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .