MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Februari 2018 11:01
Oknum Penjual Abate Masih Berkeliaran
BERPOTENSI: Penampungan air dibiarkan dalam kondisi terbuka bisa menjadi tempat tinggal jentik nyamuk seperti Aedes aegypti yang bisa menularkan penyakit demam berdarah (DBD) dan kaki gajah. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Abate, salah satu obat yang berfungsi mematikan jentik atau larva dari nyamuk Aedes aegypti  penyebab demam berdarah (DBD) masih diperjualbelikan oleh oknum masyarakat.

Padahal oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, abate ditegaskan dibagikan secara gratis yang diperuntukkan masyarakat Bulungan. Parahnya lagi menurut kesaksian beberapa warga, pelaku bahkan  terkesan memaksa agar abate bisa segera terjual.

Seperti diungkapkan Lia, salah seorang warga yang mengaku pernah didatangi oleh oknum penjual abate, Minggu (19/2).  Awalnya, kata Lia, oknum tersebut mendatangi kediamannnya dan menjelaskan manfaat serta cara menggunakan  bubuk abate. Lalu di akhir penjelasan, pelaku menyuruhnya untuk membeli abate tersebut.

“Setelah dijelaskan dia (pelaku) saya disuruh bayar abate itu dan dia tawarkan seperti memaksa gitu,” ujar Lia kepada Radar Kaltara, Selasa (20/2).

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai bubuk abate dan fungsinya, Lia  diharuskan membeli 8 bungkus abate dengan harga Rp 5 ribu per bungkusnya. “Disuruh ambil 8, tapi saya cuma ambil 2 bungkus,” sebut Lia yang beralamat di Jalan Duku tersebut.

Sebelumnya, dirinya sebenarnya sudah menolak untuk membeli bubuk abate tersebut karena memang tidak mempunyai bak penampungan air, tapi karena oknum tersebut memang  terkesan memaksa sehingga dirinya mau tak mau terpaksa membeli.

“Jengkel juga saya, sudah saya bilang tidak ada bak tetap juga dipaksa ambil, yang jual itu ibu-ibu tinggi kurus dan berjilbab,” ungkapnya.

Pengalaman yang sama dialami Cherry. Ia mengatakan penjual abate yang mendatangi kediamannya di Jalan Sengkawit, Sabtu (18/2) lalu. Parahnya lagi, oknum penjual abate tersebut  tanpa permisi langsung masuk ke rumah miliknya. Tanpa bersalah, pelaku langsung menerangkan cara penggunaan obat itu kepada pihak Cherry. Cara menjualnya pun beragam. Di akhir penjelasan, ia meminta biaya pengganti dari abate tersebut.

“Setelah saya paham, dia bilang ini diganti biayanya Rp 5 ribu per bungkus. Karena ada 6 bungkus sehingga harganya Rp 30 ribu,” urai Cherry mengulang kutipan yang dijelaskan pelaku.

Dirinya sempat mengira, bahwa penjual itu merupakan petugas yang membagikan abate secara gratis. Namun belakangan pelaku baru menjelaskan meminta sejumlah bayaran untuk benda yang diketahui berguna untuk mematikan nyamuk penyebab penyakit kaki gajah tersebut.  “Saya kira gratis, ternyata bayar. Sabtu kemarin dia tawarin,” ujarnya.

 

Dirinya juga mau mengikuti saran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan yang menyarankan agar oknum tersebut dilaporkan kepada pihak berwajib tapi sudah tidak ingat dengan wajah oknum tersebut.

“Gimana mau dilaporkan, tidak kenal sama ibunya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Kabupaten Bulungan, Imam Sujono menegaskan bahwa pihaknya  tidak pernah memerjualbelikan obat-obatan seperti abate.

“Kalau ada yang memaksa, lapor polisi saja. Apalagi sampai mengatasnamakan Dinkes Bulungan,” ucapnya.

Diakuinya juga, kasus ini sudah dari dulu dan terus terulang. Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat, jika ada oknum yang menjual abate itu agar segera dilaporkan kepada pihak berwajib. 

“Abate itukan untuk racunnya jentik, gratis semuanya termasuk obat kaki gajah yang diberikan beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Untuk stok abate ini juga masih banyak baik di Dinkes maupun di Puskesmas daerah masing-masing. Dan terkadang juga pihaknya men-drop ke sekolah dan RT.

“Kami tegaskan semua difasilitasi secara gratis,” pungkasnya. (lee/zia)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:29

Caleg Tak Boleh Lamar CPNS

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, menegaskan masyarakat yang sudah terdaftar…

Jumat, 21 September 2018 11:24

Oknum PNS Terlibat Judi Togel

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resort (Polres) Bulungan melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)…

Jumat, 21 September 2018 11:21

Informasi Teknis CPNS Harus Valid

PEMPROV Kalimantan Utara (Kaltara) diingatkan secepatnya mematangkan persiapan rekrutmen calon pegawai…

Jumat, 21 September 2018 11:16

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Jumat, 21 September 2018 11:12

Tiga Parpol Bersengketa Lolos ke DCT

TANJUNG SELOR  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengumumkan daftar…

Jumat, 21 September 2018 11:04

DPRD Harus Tahu Peruntukkan Anggaran

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2018…

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .