MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Februari 2018 11:01
Oknum Penjual Abate Masih Berkeliaran
BERPOTENSI: Penampungan air dibiarkan dalam kondisi terbuka bisa menjadi tempat tinggal jentik nyamuk seperti Aedes aegypti yang bisa menularkan penyakit demam berdarah (DBD) dan kaki gajah. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Abate, salah satu obat yang berfungsi mematikan jentik atau larva dari nyamuk Aedes aegypti  penyebab demam berdarah (DBD) masih diperjualbelikan oleh oknum masyarakat.

Padahal oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, abate ditegaskan dibagikan secara gratis yang diperuntukkan masyarakat Bulungan. Parahnya lagi menurut kesaksian beberapa warga, pelaku bahkan  terkesan memaksa agar abate bisa segera terjual.

Seperti diungkapkan Lia, salah seorang warga yang mengaku pernah didatangi oleh oknum penjual abate, Minggu (19/2).  Awalnya, kata Lia, oknum tersebut mendatangi kediamannnya dan menjelaskan manfaat serta cara menggunakan  bubuk abate. Lalu di akhir penjelasan, pelaku menyuruhnya untuk membeli abate tersebut.

“Setelah dijelaskan dia (pelaku) saya disuruh bayar abate itu dan dia tawarkan seperti memaksa gitu,” ujar Lia kepada Radar Kaltara, Selasa (20/2).

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai bubuk abate dan fungsinya, Lia  diharuskan membeli 8 bungkus abate dengan harga Rp 5 ribu per bungkusnya. “Disuruh ambil 8, tapi saya cuma ambil 2 bungkus,” sebut Lia yang beralamat di Jalan Duku tersebut.

Sebelumnya, dirinya sebenarnya sudah menolak untuk membeli bubuk abate tersebut karena memang tidak mempunyai bak penampungan air, tapi karena oknum tersebut memang  terkesan memaksa sehingga dirinya mau tak mau terpaksa membeli.

“Jengkel juga saya, sudah saya bilang tidak ada bak tetap juga dipaksa ambil, yang jual itu ibu-ibu tinggi kurus dan berjilbab,” ungkapnya.

Pengalaman yang sama dialami Cherry. Ia mengatakan penjual abate yang mendatangi kediamannya di Jalan Sengkawit, Sabtu (18/2) lalu. Parahnya lagi, oknum penjual abate tersebut  tanpa permisi langsung masuk ke rumah miliknya. Tanpa bersalah, pelaku langsung menerangkan cara penggunaan obat itu kepada pihak Cherry. Cara menjualnya pun beragam. Di akhir penjelasan, ia meminta biaya pengganti dari abate tersebut.

“Setelah saya paham, dia bilang ini diganti biayanya Rp 5 ribu per bungkus. Karena ada 6 bungkus sehingga harganya Rp 30 ribu,” urai Cherry mengulang kutipan yang dijelaskan pelaku.

Dirinya sempat mengira, bahwa penjual itu merupakan petugas yang membagikan abate secara gratis. Namun belakangan pelaku baru menjelaskan meminta sejumlah bayaran untuk benda yang diketahui berguna untuk mematikan nyamuk penyebab penyakit kaki gajah tersebut.  “Saya kira gratis, ternyata bayar. Sabtu kemarin dia tawarin,” ujarnya.

 

Dirinya juga mau mengikuti saran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan yang menyarankan agar oknum tersebut dilaporkan kepada pihak berwajib tapi sudah tidak ingat dengan wajah oknum tersebut.

“Gimana mau dilaporkan, tidak kenal sama ibunya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Kabupaten Bulungan, Imam Sujono menegaskan bahwa pihaknya  tidak pernah memerjualbelikan obat-obatan seperti abate.

“Kalau ada yang memaksa, lapor polisi saja. Apalagi sampai mengatasnamakan Dinkes Bulungan,” ucapnya.

Diakuinya juga, kasus ini sudah dari dulu dan terus terulang. Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat, jika ada oknum yang menjual abate itu agar segera dilaporkan kepada pihak berwajib. 

“Abate itukan untuk racunnya jentik, gratis semuanya termasuk obat kaki gajah yang diberikan beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Untuk stok abate ini juga masih banyak baik di Dinkes maupun di Puskesmas daerah masing-masing. Dan terkadang juga pihaknya men-drop ke sekolah dan RT.

“Kami tegaskan semua difasilitasi secara gratis,” pungkasnya. (lee/zia)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:21

APBN 2019 untuk Pembangunan SDM

TANJUNG SELOR – Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diperuntukan bagi…

Selasa, 18 Desember 2018 14:18

Abu Sayyaf Jadi Ancaman di Perairan

TANJUNG SELOR – Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di…

Selasa, 18 Desember 2018 14:15

Setahun, 88,16 Kg Sabu Diamankan

TANJUNG SELOR – Meski termasuk dalam Polda baru, Polda Kaltara kian…

Selasa, 18 Desember 2018 14:14

Kelangkaan Akibat Masih Ada Pengetap

TANJUNG SELOR - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…

Selasa, 18 Desember 2018 14:13

Belum S1, Insentif Guru Dihapus

TANJUNG SELOR - Sebagian pegawai negeri sipil (PNS) terpaksa gigit…

Selasa, 18 Desember 2018 12:26

Nonstop Lakukan Penyelidikan

TANJUNG SELOR - Penyeludupan narkoba jenis sabu ke Indonesia melalui…

Senin, 17 Desember 2018 12:53

Sembilan Tahun Jadi Daerah Istimewa

TANJUNG SELOR – Sebelum ditetapkan sebagai daerah tingkat II, Bulungan…

Senin, 17 Desember 2018 12:52

Inpres KBM Cetuskan Sejarah

TANJUNG SELOR – Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2018…

Senin, 17 Desember 2018 12:49

Stabilitas Harga Sembako Jadi Atensi Polda

TANJUNG SELOR – Menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal dan…

Senin, 17 Desember 2018 12:48

Validasi SKD dan SKB Masil Dilakukan

TANJUNG SELOR – Pengumuman hasil seleki Calon Pegawai Negeri Sipil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .