MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 20 Februari 2018 10:29
Bukti Sudah Disiapkan

Laporkan Pembayaran Sertifikat di Luar Aturan

SERTIFIKAT TANAH: Masyarakat yang belum memiliki sertifikat lahan khusus perumahaan dapat mengkuti program PTSL. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Pulau Sebatik, menuai protes dari masyarakat, akibat pembayaran yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan masyarakat membentuk tim untuk mengusut terkait pembayaran sertifikat tersebut.

Tim Pemerhati Masyarakat Sebatik, Sahabuddin mengatakan, persoalan pembayaran PTSL yang diminta tiap desa berbeda-beda, sehingga perlu ada penjelasan terkait hal tersebut. Karena yang diketahui hanya Rp 250 yang wajib dibayar oleh pemohon.

“Seperti di Desa Aji Kuning hanya diminta Rp 350 per sertifikat, sedangkan di desa lain ada yang sampai Rp 1 juta,” kata Sahabuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. Karena telah memungut biaya di luar dari yang ditentukan. Karena jika hanya dibiarkan, tentu akan terus berlanjut. Karena PTSL ini  masih berjalan hingga akhir 2018.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bukti dan saksi semua telah ada, bahwa pembayaran dilakukan melebihi dari Rp 250 ribu. Jika pembayaran dilakukan hingga Rp 1 juta tentu melampaui batas dan ada unsur kesengajaan yang dilakukan untuk melanggar aturan yang telah ditentukan.

“Bukti kami telah siapkan, selanjutnya akan segera melaporkan ke pihak berwajib bahwa ada pelanggaran terkait PTSL di Sebatik,” ujarnya.

Keputusan bersama Menteria Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Nomor 25/SKB/V/2017, nomor 590-3167A/2017, nomor 34/2017, tentang pembiayaan persiapan pendaftaran tanah sistematis.

Jenis kegiatan yang harus mengeluarkan biaya adalah, kegiatan penyiapan dokumen, pengadaan patok, materai dan operasional petugas kelurahan/desa. Untuk Kabupaten Nunukan, masuk dalam kategori ketiga Kalimantan Timur yang dikenakan biaya sebesar Rp 250 ribu.

Sementara itu, Ketua PTSL BPN Nunukan, Heriawan Burhani mengatakan, untuk pembiayaan melebihi dari aturan tak dilakukan oleh BPN Nunukan. Karena telah dipesankan kepada tim yang melakukan pengukuran di lapangan. Agar tidak meminta biaya tambahan di luar dari aturan yang telah ditentukan.

“Ini sangat bahaya karena pekerjaan ini dikawal oleh aparat kepolisian, untuk memungut biaya tambahan telah saya larang,” kata Heriawan Burhani.

Menurutnya, untuk PTSL di 2017 lalu ada sebanyak 2.500 sertifikat yang disebarkan kepada masyarakat di seluruhan Kabupaten Nunukan. Dari 2.500 bidang tersebut semua telah selesai dibagikan kepada masyarakat. Walaupun ada yang tidak sesuai dengan waktu.

“Memang ada belum terbagi, karena sertifikatnya masuk dalam tahap akhir pada Oktober 2017 lalu. Sehingga akhir Desember baru dapat diselesaikan semua,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan kondisi geografis daerah yang memiliki jarak tempuh yang jauh tentu dengan biaya Rp 250 ribu per sertifikat, tetap akan diupayakan agar dapat diselesaikan. Walaupun harus butuh kerja keras dengan menyelesaikan target yang telah ditentukan.

Biaya Rp 250 ribu masuk dalam kategori ketiga untuk di Kabupaten Nunukan, kurang tepat. Karena untuk menjangkau beberapa daerah membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Misalnya, ingin melakukan pengukuran di Kecamatan Krayan atau Lumbis Ogong, tentu biaya Rp 250 ribu tidak mencukupi.

“Kalau di Sebatik mungkin dengan biaya Rp 250 masih dapat dimaklumi, namun untuk daerah lain yang cukup jauh pasti akan sulit,” tuturnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:52

Pengelola Arang Kayu Sempat Diperiksa Polisi

NUNUKAN – PT Palem Segar Lestari yang melakukan pengelolaan arang kayu di Kecamatan Sembakung,…

Jumat, 22 Juni 2018 11:43

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Jumat, 22 Juni 2018 11:30

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .