MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 20 Februari 2018 10:29
Bukti Sudah Disiapkan

Laporkan Pembayaran Sertifikat di Luar Aturan

SERTIFIKAT TANAH: Masyarakat yang belum memiliki sertifikat lahan khusus perumahaan dapat mengkuti program PTSL. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Pulau Sebatik, menuai protes dari masyarakat, akibat pembayaran yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan masyarakat membentuk tim untuk mengusut terkait pembayaran sertifikat tersebut.

Tim Pemerhati Masyarakat Sebatik, Sahabuddin mengatakan, persoalan pembayaran PTSL yang diminta tiap desa berbeda-beda, sehingga perlu ada penjelasan terkait hal tersebut. Karena yang diketahui hanya Rp 250 yang wajib dibayar oleh pemohon.

“Seperti di Desa Aji Kuning hanya diminta Rp 350 per sertifikat, sedangkan di desa lain ada yang sampai Rp 1 juta,” kata Sahabuddin kepada media ini kemarin.

Menurutnya, langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. Karena telah memungut biaya di luar dari yang ditentukan. Karena jika hanya dibiarkan, tentu akan terus berlanjut. Karena PTSL ini  masih berjalan hingga akhir 2018.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bukti dan saksi semua telah ada, bahwa pembayaran dilakukan melebihi dari Rp 250 ribu. Jika pembayaran dilakukan hingga Rp 1 juta tentu melampaui batas dan ada unsur kesengajaan yang dilakukan untuk melanggar aturan yang telah ditentukan.

“Bukti kami telah siapkan, selanjutnya akan segera melaporkan ke pihak berwajib bahwa ada pelanggaran terkait PTSL di Sebatik,” ujarnya.

Keputusan bersama Menteria Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Nomor 25/SKB/V/2017, nomor 590-3167A/2017, nomor 34/2017, tentang pembiayaan persiapan pendaftaran tanah sistematis.

Jenis kegiatan yang harus mengeluarkan biaya adalah, kegiatan penyiapan dokumen, pengadaan patok, materai dan operasional petugas kelurahan/desa. Untuk Kabupaten Nunukan, masuk dalam kategori ketiga Kalimantan Timur yang dikenakan biaya sebesar Rp 250 ribu.

Sementara itu, Ketua PTSL BPN Nunukan, Heriawan Burhani mengatakan, untuk pembiayaan melebihi dari aturan tak dilakukan oleh BPN Nunukan. Karena telah dipesankan kepada tim yang melakukan pengukuran di lapangan. Agar tidak meminta biaya tambahan di luar dari aturan yang telah ditentukan.

“Ini sangat bahaya karena pekerjaan ini dikawal oleh aparat kepolisian, untuk memungut biaya tambahan telah saya larang,” kata Heriawan Burhani.

Menurutnya, untuk PTSL di 2017 lalu ada sebanyak 2.500 sertifikat yang disebarkan kepada masyarakat di seluruhan Kabupaten Nunukan. Dari 2.500 bidang tersebut semua telah selesai dibagikan kepada masyarakat. Walaupun ada yang tidak sesuai dengan waktu.

“Memang ada belum terbagi, karena sertifikatnya masuk dalam tahap akhir pada Oktober 2017 lalu. Sehingga akhir Desember baru dapat diselesaikan semua,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan kondisi geografis daerah yang memiliki jarak tempuh yang jauh tentu dengan biaya Rp 250 ribu per sertifikat, tetap akan diupayakan agar dapat diselesaikan. Walaupun harus butuh kerja keras dengan menyelesaikan target yang telah ditentukan.

Biaya Rp 250 ribu masuk dalam kategori ketiga untuk di Kabupaten Nunukan, kurang tepat. Karena untuk menjangkau beberapa daerah membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Misalnya, ingin melakukan pengukuran di Kecamatan Krayan atau Lumbis Ogong, tentu biaya Rp 250 ribu tidak mencukupi.

“Kalau di Sebatik mungkin dengan biaya Rp 250 masih dapat dimaklumi, namun untuk daerah lain yang cukup jauh pasti akan sulit,” tuturnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 11:54

Perdagangan Perbatasan Harus Dilegalkan

NUNUKAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nunukan kembali mengusulkan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:52

Jelang Nataru, Pelni Tidak Tambah Armada

NUNUKAN – Menghadapi arus mudik penumpang tujuan Balikpapan, Parepare, Makassar…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:50

Sebulan, Polisi Ungkap 28 Kasus Pencurian

NUNUKAN – Selama bulan November-Desember, Polres Nunukan berhasil mengungkap 28…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:49

Perketat Pengawasan Miras di Tahun Baru

PERAYAAN tahun baru 2019 sisa dua pekan. Berbagai kegiatan akan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:37

Data Beasiswa Sering Dipalsukan

NUNUKAN – Beasiswa Nunukan Cerdas untuk 2018 telah disalurkan. Namun…

Jumat, 14 Desember 2018 14:35

LPG 3 Kg Langka, Beralih ke Gas Malaysia

NUNUKAN – Jelang Natal dan Tahun Baru, Liquefied Petroleum Gas…

Jumat, 14 Desember 2018 14:33

Pengoperasian Paras Perbatasan Molor

NUNUKAN - Wacana pemerintah meresmikan paras perbatasan di Jalan Lingkar,…

Jumat, 14 Desember 2018 14:32

Sudah Putusan, Masih Berpolemik

NUNUKAN – Permasalahan lahan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik Semakin…

Jumat, 14 Desember 2018 14:23

Barang Ilegal Dimusnahkan

NUNUKAN – Pemusnahan barang milik negara hasil sitaan telah dilakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 12:16

Pengoperasian RS Pratama Tertunda

NUNUKAN – Rencana pemerintah untuk meresmikan Rumah Sakit Pratama Sebatik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .