MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Senin, 19 Februari 2018 10:17
Ngatiah Dapat Penanganan Khusus dari Baznas
BUTUH PERHATIAN: Ngatiah, di gubuknya saat dikunjungi tim Baznas Tarakan untuk melihat langsung kondisinya. IST

PROKAL.CO, TARAKAN - Kehidupan miris Ngatiah yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat penanganan khusus dari Baznas Tarakan.  

Setelah tim surveyor Baznas Tarakan turun ke lokasi yang letaknya lumayan jauh di belakang areal pekuburan Cina di Gunung Lingkas, Ngatiah diprogramkan untuk mendapat beberapa jenis bantuan antara lain perawatan kesehatan rutin dari UHC (unit home care) Baznas dan paket sembako rutin. Adapun untuk tempat tinggal Ngatiah akan diupayakan oleh Baznas Tarakan agar bisa menempati rumah yang layak huni.

Disampaikan Ketua Tim Lapangan Baznas Tarakan Daud Permadi mengatakan, ada beberapa opsi yang akan dipertimbangkan. Seperti merehab pondoknya yang ada. Namun masih menemui kendala, karena lokasi tersebut bukan tanahnya sendiri dan lokasinya terlalu terpencil dari pemukiman warga.  

Selain itu, bisa juga dibangunkan di lokasi yang lebih mendekati pemukiman warga di tanah yang bisa dipinjam dulu.  “Atau kami kontrakan tempat tinggal saja biar lebih praktis. Sebetulnya kami mau masukkan Ngatiah ini ke panti jompo agar bisa menikmati hari tuanya dengan tenang dan terurus, tapi yang bersangkutan tidak mau dan memilih untuk tetap berusaha sendiri,” urai Daud Permadi kepada awak media ini.

Sementara itu, saat ditanya kesannya, Ngatiah mengaku sangat senang sekali telah dibantu Baznas Tarakan.  “Aku sangat senang sekali sudah dibantu Baznas. Mudah-mudahan sakitku ini cepat sembuh biar bisa kerja terus,” ucap Ngatiah. Sebelumnya, berita tentang kehidupan miris Ngatiah sempat ramai dibincangkan di media sosial. Bahkan sosok lansia yang hidup sebatang kara itu telah menarik simpati beberapa dermawan yang memberikan bantuan langsung kepadanya.

Ngatiah tinggal di gubuk seadanya yang dibuat dari bahan seng bekas, tanpa ventilasi dan WC. Ia tinggal sendiri dan sering sakit-sakitan. Meskipun demikian, Ngatiah tetap berusaha menjual jengkol keliling untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  

Mengetahui informasi tersebut, Baznas Tarakan langsung bertindak cepat melakukan penanganan dengan memberikan berbagai bantuan yang diperlukan.

Ketua Baznas Tarakan, K.H. Zainuddin Dalila saat dihubungi melalui telepon selulernya mengungkapkan pihaknya akan selalu respons untuk semua laporan, informasi maupun temuan petugas lapangan.  

“Kami akan langsung merespons jika ada laporan yang masuk ke Baznas terkait dengan keberadaan mustahik. Begitu pula kalau ada informasi atau temuan tim survei kami di lapangan, pasti akan cepat kami tangani. Untuk itu kami harapkan masyarakat jangan segan-segan menyampaikan informasi kepada Baznas Tarakan,” harapnya. (adv/har)


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .