MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:16
Kaus Rp 25 Ribu, Dapat di Mana?
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Selain mengatur ketentuan dari alat peraga kampanye (algaka), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan juga mengatur ketentuan dari bahan kampanye. Tidak hanya ukuran saja, namun harga dari bahan juga diatur KPU. Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo membenarkan, apabila ada pembatasan harga kaus kampanye sebesar Rp 25 ribu. “Sama seperti bahan kampanye lainnya seperti stiker, pamflet, gantungan kunci dan lainnya itu dibatasi besaran harganya berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 4 tahun 2017,”ujarnya.

Batasan harga bahan kampanye ini disesuaikan pula dengan kondisi di masing-masing wilayah. Sehingga untuk di Kota Tarakan diatur agar besaran harga bahan kampanye tidak boleh lebih Rp 25 ribu. Pembatasan harga ini diatur agar masing-masing paslon tidak berlomba-lomba menghamburkan uang untuk memberikan suvenir atau bahan kampanye ini. “Jadi tidak terkesan pula yang punya banyak duit akan lebih mengungguli dalam hal ini. Selain itu jika paslon mengeluarkan uang terlalu banyak maka akan berimbas saat ia terpilih nanti,” tambahnya.

Menurutnya, pembatasan harga bahan kampanye ini tidak mempersulit paslon. Pasalnya ia mengatakan tidak sulit untuk mencari baju kampanye yang seharga Rp 25 ribu saat ini. “Selain itu, untuk ketentuan jumlah bahan kampanye pun tidak diatur di dalam PKPU dan masing-masing paslon juga diperbolehkan membeli dari luar daerah,” bebernya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulaiman mengatakan, pemberian suvenir atau bahan kampanye ini akan disesuaikan dengan nilai kewajaran atau tidak boleh melewati ketetapan yang berlaku. Apabila ada paslon atau parpol dalam kampanye yang membagikan suvenir yang mahal atau melebihi nominal yang ditetapkan, maka hal ini termasuk dalam pelanggaran. “Nah sama halnya seperti pemberian baju-baju ketika kampanye itu, hal tersebut bukanlah pelanggaran apabila harga dari baju itu tidak melebihi nominal Rp 25 ribu rupiah,” ujarnya.

Dari penelusuran di lapangan, sangat sulit menemukan kaus dengan harga tidak lebih Rp 25 ribu. Di salah satu toko terkenal di Gusher misalnya, harga kaus termurah dibanderol Rp 50 ribu. Jenis kaus lengan pendek. Harga sedikit lebih mahal untuk kaus jenis lengan panjang.

Beberapa pencarian di pasar online, juga demikian. Salah satu kaus di Jalan Syarifuddin Yoes, Kompleks Ruko Pelangi, Balikpapan misalnya. Di laman web-nya, harga kaus termurah di angka Rp 26 ribu. Harga kaus termahal di kisaran Rp 58 ribu untuk ukuran XXXL, atau ukuran paling besar. Itu belum termasuk ongkos cetak jika konsumen menginginkan kaus bergambar.

 

PETAHANA DILARANG GUNAKAN FASILITAS NEGARA

Jadwal cuti bagi sang petahana, Sofian Raga dalam kontestasi Pilwali Tarakan 2018 mulai berjalan. Selain cuti dari kedinasan sebagai Wali Kota Tarakan, ia juga tidak diperkenankan menggunakan fasilitas Negara. Apalagi berkenaan dengan pelaksanaan kampanye.

Kepada media ini, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Kaltim-Kaltara Hetifah Sjaifuddin mengatakan dalam UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, secara tegas disebutkan bahwa aturan cuti sang petahana, berada di luar tanggungan negara. Untuk itu, petahana diperintahkan untuk tidak menggunakan fasilitas negara.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa pasangan calon dilarang untuk melibatkan pejabat badan usaha milik daerah (BUMD), Polri, aparatur sipil negara (ASN), kepala desa dan lurah, hingga perangkat desa. Sebab, jika dilanggar, pasangan calon tersebut akan dikenakan sanksi pidana hukuman penjara.

Terkait lokasi pelaksanaan kampanye, politisi Golkar tersebut menjelaskan bahwa adanya tempat yang dilarang untuk dijadikan tempat kampanye, seperti tempat ibadah dan sekolah. Selain itu, dalam kampanye juga dilarang pawai dengan berjalan kaki atau berkendaraan. "UU Pilkada sudah mengatur kalau ada paslon yang kampanye menggunakan tempat ibadah dan sekolah, serta melakukan pawai, penyelenggara Pemilu bersama aparat kepolisian, bisa menegur bahkan menghentikan kampanye tersebut," tegasnya.

Melalui hal tersebut, ia meminta agar setiap pasangan calon berkampanye secara sehat, tidak saling fitnah atau mengadu domba antar kelompok.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Sofian Raga menegaskan bahwa dirinya sudah mengetahui jelas aturan tentang Pilkada. Sehingga ia memahami bahwa posisinya saat ini dalam masa cuti, hingga pelaksanaan kampanye berakhir. "Iya, saya kan cuti. Jadi sudah tidak boleh memakai fasilitas negara," ucapnya.

Nah, karena hal tersebut, ia menyerahkan penuh tugas Wali Kota selanjutnya kepada Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat. Sofian juga menyampaikan, bahwa Arief tentu sudah mengetahui jelas hal-hal apa saja yang harus diselesaikan atau dilakukan Arief selama menjabat sebagai Plt Wali Kota Tarakan. "Ya dilanjutkan sama Pak Arief-lah. Siapa lagi? Saya pikir beliau sudah tahu tugas dan fungsinya nanti, kan kami dari awal sudah sama-sama juga," singkatnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .