MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:16
Kaus Rp 25 Ribu, Dapat di Mana?
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Selain mengatur ketentuan dari alat peraga kampanye (algaka), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan juga mengatur ketentuan dari bahan kampanye. Tidak hanya ukuran saja, namun harga dari bahan juga diatur KPU. Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo membenarkan, apabila ada pembatasan harga kaus kampanye sebesar Rp 25 ribu. “Sama seperti bahan kampanye lainnya seperti stiker, pamflet, gantungan kunci dan lainnya itu dibatasi besaran harganya berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 4 tahun 2017,”ujarnya.

Batasan harga bahan kampanye ini disesuaikan pula dengan kondisi di masing-masing wilayah. Sehingga untuk di Kota Tarakan diatur agar besaran harga bahan kampanye tidak boleh lebih Rp 25 ribu. Pembatasan harga ini diatur agar masing-masing paslon tidak berlomba-lomba menghamburkan uang untuk memberikan suvenir atau bahan kampanye ini. “Jadi tidak terkesan pula yang punya banyak duit akan lebih mengungguli dalam hal ini. Selain itu jika paslon mengeluarkan uang terlalu banyak maka akan berimbas saat ia terpilih nanti,” tambahnya.

Menurutnya, pembatasan harga bahan kampanye ini tidak mempersulit paslon. Pasalnya ia mengatakan tidak sulit untuk mencari baju kampanye yang seharga Rp 25 ribu saat ini. “Selain itu, untuk ketentuan jumlah bahan kampanye pun tidak diatur di dalam PKPU dan masing-masing paslon juga diperbolehkan membeli dari luar daerah,” bebernya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulaiman mengatakan, pemberian suvenir atau bahan kampanye ini akan disesuaikan dengan nilai kewajaran atau tidak boleh melewati ketetapan yang berlaku. Apabila ada paslon atau parpol dalam kampanye yang membagikan suvenir yang mahal atau melebihi nominal yang ditetapkan, maka hal ini termasuk dalam pelanggaran. “Nah sama halnya seperti pemberian baju-baju ketika kampanye itu, hal tersebut bukanlah pelanggaran apabila harga dari baju itu tidak melebihi nominal Rp 25 ribu rupiah,” ujarnya.

Dari penelusuran di lapangan, sangat sulit menemukan kaus dengan harga tidak lebih Rp 25 ribu. Di salah satu toko terkenal di Gusher misalnya, harga kaus termurah dibanderol Rp 50 ribu. Jenis kaus lengan pendek. Harga sedikit lebih mahal untuk kaus jenis lengan panjang.

Beberapa pencarian di pasar online, juga demikian. Salah satu kaus di Jalan Syarifuddin Yoes, Kompleks Ruko Pelangi, Balikpapan misalnya. Di laman web-nya, harga kaus termurah di angka Rp 26 ribu. Harga kaus termahal di kisaran Rp 58 ribu untuk ukuran XXXL, atau ukuran paling besar. Itu belum termasuk ongkos cetak jika konsumen menginginkan kaus bergambar.

 

PETAHANA DILARANG GUNAKAN FASILITAS NEGARA

Jadwal cuti bagi sang petahana, Sofian Raga dalam kontestasi Pilwali Tarakan 2018 mulai berjalan. Selain cuti dari kedinasan sebagai Wali Kota Tarakan, ia juga tidak diperkenankan menggunakan fasilitas Negara. Apalagi berkenaan dengan pelaksanaan kampanye.

Kepada media ini, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Kaltim-Kaltara Hetifah Sjaifuddin mengatakan dalam UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, secara tegas disebutkan bahwa aturan cuti sang petahana, berada di luar tanggungan negara. Untuk itu, petahana diperintahkan untuk tidak menggunakan fasilitas negara.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa pasangan calon dilarang untuk melibatkan pejabat badan usaha milik daerah (BUMD), Polri, aparatur sipil negara (ASN), kepala desa dan lurah, hingga perangkat desa. Sebab, jika dilanggar, pasangan calon tersebut akan dikenakan sanksi pidana hukuman penjara.

Terkait lokasi pelaksanaan kampanye, politisi Golkar tersebut menjelaskan bahwa adanya tempat yang dilarang untuk dijadikan tempat kampanye, seperti tempat ibadah dan sekolah. Selain itu, dalam kampanye juga dilarang pawai dengan berjalan kaki atau berkendaraan. "UU Pilkada sudah mengatur kalau ada paslon yang kampanye menggunakan tempat ibadah dan sekolah, serta melakukan pawai, penyelenggara Pemilu bersama aparat kepolisian, bisa menegur bahkan menghentikan kampanye tersebut," tegasnya.

Melalui hal tersebut, ia meminta agar setiap pasangan calon berkampanye secara sehat, tidak saling fitnah atau mengadu domba antar kelompok.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Sofian Raga menegaskan bahwa dirinya sudah mengetahui jelas aturan tentang Pilkada. Sehingga ia memahami bahwa posisinya saat ini dalam masa cuti, hingga pelaksanaan kampanye berakhir. "Iya, saya kan cuti. Jadi sudah tidak boleh memakai fasilitas negara," ucapnya.

Nah, karena hal tersebut, ia menyerahkan penuh tugas Wali Kota selanjutnya kepada Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat. Sofian juga menyampaikan, bahwa Arief tentu sudah mengetahui jelas hal-hal apa saja yang harus diselesaikan atau dilakukan Arief selama menjabat sebagai Plt Wali Kota Tarakan. "Ya dilanjutkan sama Pak Arief-lah. Siapa lagi? Saya pikir beliau sudah tahu tugas dan fungsinya nanti, kan kami dari awal sudah sama-sama juga," singkatnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:05

Cara Para Calon Pilwali Tarakan Meyakinkan Pemilih

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:03

Begini Angan-Angan Para Paslon Mewujudkan Tujuan Pembangunan di Tarakan

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:58
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Ternyata Pertanyaan Undian Dalam Debat Seperti Ini

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:53
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Di Mata Panelis, Ada Masalah Anggaran dan Birokrasi

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Diingat Yah! Janji Paslon Dalam Visi Misinya

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50

Begini Yel-Yel Para Paslon Dalam Debat Tadi Malam

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 12:04

Serang Warga, ‘Cupping’ Biasa Diberi Makan

NUNUKAN - Seorang warga Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Syamsuddin alias…

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Digelar Sabtu hingga Tak Ada Buras dan Ketupat

Hampir seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat id serentak pada Jumat (15/6). Namun berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .