MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:15
10 Bulan, 503 Orang Didenda

Pelanggaran Buang Sampah Sembarang

MENGGANGGU ESTETIKA: Meningkatnya volume sampah di pesisir Tarakan tak terlepas dari kesadaran akan kebersihan lingkungan masyarakat yang masih kurang. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan mengungkap jika 60 persen wilayah pesisir sebagai penghasil sampah terbesar. Berdasarkan data 2015 hingga 2017, volume sampah terus terjadi peningkatan yang signifikan hingga mencapai 120 ton per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun B3 pada DLH Tarakan Yonsep mengatakan, jika dikalkulasi, satu orang warga Tarakan bisa menghasilkan sampah 80 gram setiap hari. Berarti, jika dihitung keseluruhan, produksi sampah warga sekitar 220 ton setiap hari.

Sementara, sarana dan prasarana penunjang DLH juga masih kurang. Ditambah tenaga kebersihan hanya 396 orang. dan jika ditambahkan dengan pengangkut sampah yang ada di setiap kelurahan itu kurang lebih jumlah keseluruhannya ada 533 orang. “Tugas kami saat ini baru mencapai berkisar 113-120 ton per hari. Peningkatannya dari 75-85 persen dan dari 95-100 persen dan sekarang sudah mencapai dari 100-120 ton per hari,” ungkap Yonsep.

Selain persoalan sampah, lanjut Yonsep. Pihaknya juga telah menghimpun data berapa banyak warga Tarakan yang telah melanggar waktu pembuangan sampah. Berdasarkan laporan terakhir sejak Januari-Oktober 2017, DLH menghimpun data untuk teguran tertulis maupun sanksi denda sudah mencapai 503 orang. “Untuk jumlah berapa uang denda yang terkumpulkan saya belum dapat sebutkan berapa angka pastinya. Karena berbicara soal angka. Namun, sanksi tegas terus kami jalankan dengan  berkoordinasi dengan Satpol PP yang juga memiliki intel dalam hal ini,” ungkap Yonsen, saat temu media dalam program Tiga Bulan Bersih Tanpa Sampah, di gedung Kominfo pada Pemkot Tarakan.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan program baru bernama Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS), yang merupakan program langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan harapan, sampah secara perlahan dapat berkurang. Yonsep juga berharap, dengan kenaikan sampah yang setiap harinya mencapai 100-120 ton, 30 persen dapat didaur ulang. Sehingga tidak semua sampah dibawa ke lokasi tempat pembuangan akhir (TPA).  “Kami sudah punya surat keputusan (SK) dari Wali Kota Tarakan terkait tim pengendalian ketertiban dan pengawasan yang kebetulan pelaksanaan lapangan dari Satpol PP. Dan jika siapa saja yang mengetahui ada yang membuang sampah di di luar waktu yang telah ditetapkan, maka segera laporkan atau foto. Sehingga kami bisa memberikan teguran tertulis, pengarahan hingga sanksi tegas,” ucapnya.

Akibatnya, tentunya sangat berdampak pada perilaku manusia. Yang biasanya kerap membuang sampah sembarang, seperti puntung rokok atau bekas minuman, kini secara perlahan-lahan tidak lagi. “Untuk sampai sekarang ini sudah berkurang. Dari data November-Desember 2017 sudah tidak ada lagi laporan. Karena eksekusinya langsung dari Satpol PP,” bebernya.

“Kami juga monitor, yang biasanya membuang sampah di lajur tengah  yang biasanya ditemui penuh sampah rokok. Sekarang itu berkurang, berarti itu membuktikan sanksi kepada pelanggaran itu sudah berjalan. Itu bukan hanya patuh pada aturan akan tetapi sudah  sadar akan membuang sampah,” jelasnya.

Namun, diakui Yonsep. Meski kepatuhan itu belum sepenuhnya berjalan, setidaknya seiring berjalannya waktu warga Tarakan mau berubah yang lebih baik. Untuk mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan itu tidaklah mudah,” jelasnya lagi. (eru/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .