MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 17 Februari 2018 10:54
Berharap Tanpa Gangguan Kriminal

Doa Warga di Perayaan Imlek

PANJATKAN DOA: Sejumlah warga Tionghoa ketika memanjatkan doa di malam Tahun Baru Imlek 2569, sekitar pukul 00.00 Wita, dini hari kemarin. RIKO ADTIYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ratusan lampion serta belasan lilin raksasa kembali mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Kelenteng Tri Dharma San Sen Kong, Jalan Pembangunan, Kelurahan Nunukan Barat, Jumat (16/2). Sejumlah warga Tionghoa pun berkumpul guna menyambut malam pergantian Tahun Baru Imlek. Tak lupa mereka melakukan prosesi sembahyang serta memanjatkan doa. Tak berbeda dengan keadaan perayaan Imlek tahun lalu, tahun ini warga Tionghoa juga masih banyak yang bepergian ke luar daerah. “Ya, tahun ini masih sepi seperti tahun lalu. Karena banyak yang merayakan Imlek di luar daerah. Tapi kebersamaan tetap terasa malam ini, setelah sembahyang kami berdoa dan bermaaf-maafan,” ujar Pembina Kelenteng Tri Dharma San Sen Kong Nunukan Nganga kepada wartawan ini, kemarin malam.

Nganga mengatakan, sudah menjadi tradisi sejumlah lampion serta lilin raksasa menjadi penghias malam Tahun Baru Imlek. Keduanya akan terus dipasang hingga 15 hari ke depan, mulai hari pertama pergantian hingga 15 hari saat penutupan Tahun Baru Imlek. “Jadi lampion akan terus dipasang kemudian lilin besar apinya juga terus dinyalakan hingga Cap Go Mehatau disebut dengan penutupan Tahun Baru Imlek,” ungkap Nganga.

Dirinya pun berharap dalam perayaan Imlek tahun ini, banyak harapan pribadi, keluarga, leluhur, hingga bangsa Indonesia yang dapat terwujud. “Harapan kami, semoga seluruh umat, baik Tionghoa dan manusia secara umum, diberi keselamatan dan kesuksesan,” harap Nganga.

Dalam peringatan Tahun Baru Imlek, biasanya ada ratusan umat Tri Dharma yang akan melakukan perenungan atas dosa selama setahun terakhir dan berharap keberkahan serta kebaikan di tahun mendatang.

Setelah berdoa, tradisinya adalah dengan berkunjung ke rumah saudara untuk saling meminta maaf. Dirinya pun berharap agar perayaan Imlek tahun ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan kriminal dan teror. “Semoga tahun ini bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Saya rasa harapan kami semua sama demikian. Gong xi fa cai,” ujar Nganga. (raw/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:19

Sekolah di Perbatasan Butuh Perhatian

NUNUKAN – Salah satu sekolah di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:17

Pesta Demokrasi Berlangsung ‘Ricuh’

NUNUKAN – Sejumlah kericuhan terjadi dalam pesta demokrasi hingga penanganan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Satgas Siap Bersihkan Pengecer Ilegal

NUNUKAN – Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg)…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:17

Penyelundupan Produk Malaysia Masih Terjadi

NUNUKAN – Pasca penangkapan tiga perahu yang diamankan Polda Kalimantan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*