MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 15 Februari 2018 10:47
178 Guru Non PNS Ikut Uji Kompetensi
UJIAN ONLINE: Pelaksanaan uji kompetensi guru non PNS sistem online yang dipusatkan di SMAN 1 Malinau dan SMAN 3 Malinau, Rabu (14/2) siang kemarin. WIDAYAT/RADARTARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Sebanyak 597 guru non PNS tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kalimantan Utara mengikuti Tes Uji Kompetensi (TUK) dengan menggunakan sistem online, Rabu (14/2) kemarin. Untuk guru non PNS dari wilayah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tanah Tidung (KTT), uji kompetensi dilaksanakan di SMAN 1 dan SMAN 3 Malinau. Dari 597 guru tersebut, ada 178 tenaga guru non PNS asal Kabupaten Malinau yang ikut tes tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara Ahmad Muthohar M.Simengungkapkan, dalam pelaksanaan uji kompetensi ini terbagi di 5 zona. Zona ini dibagi dan ditetapkan berdasarkan kabupaten/kota dan lokasi terdekat. Yakni untuk wilayah Bulungan di SMAN 1 Tanjung Selor, untuk wilayah Malinau dan KTT dipusatkan di SMAN 1 Malinau, di Nunukan dipusatkan di SMKN 1 Nunukan, di Tarakan dipusatkan di SMKN 2 Tarakan. Sedangkan untuk wilayah Krayan dipusatkan di SMAN 1 Krayan. “Jumlah total peserta uji kompetensi ini ada 597 guru non PNS, berasal dari 40 SMA, 17 SMK, dan 3 SLB,” sebutnya.

Dijelaskan Ahmad Muthohar, kegiatan ini sebagai sistem monitoring dan evaluasi Disdikbud Kaltara terhadap peta kebutuhan guru. Terutama dalam efektivitas upaya pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Sebagai diakui Ahmad Muthohar, persebaran guru sekarang ini masih belum merata. Karena itu, melalui TUK ini guru non PNS pada SMA, SMK, SLB se-Kalimantan Utara ini tidak lain adalah untuk menjadikan hasil TUK sebagai bahan pemetaan kebutuhan guru non PNS baik alokasi, distribusi, dan penentuan jumlah sebagaimana ketentuan di setiap sekolah.

Kemudian menjadikan hasil pemetaan kebutuhan dan alokasi guru non PNS sebagai pijakan program peningkatan kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi guru Disdikbud Kaltara. Uji kompetensi ini sesuai dengan PP nomor 19 tahun 2017 tentang Perubahan atas PP nomor 74 tahun 2008 tentang Guru sebagaimana tertuang dalam Pasal 2. Disitu ditegaskan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

“Namun tes uji kompetensi ini hanyalah sebagian saja dari kriteria ditetapkan. Masih ada kriteria lain yang digunakan antara lain data dapodik, kualifikasi S1, distribusi, dan rombongan belajar pada sekolah,” ungkapnya.

Namun demikian, sambung Ahmad Muthohar, terkait berapa jumlah kebutuhan guru ini masih belum diketahui karena belum dihitung hasil mapping atau pemetaannya. Namun semua itu akan dipenuhi dalam waktu dekat sambil menunggu hasil tes uji kompetensi ini. Dalam hal ini, untuk mengetahui jumlah tenaga guru yang tersedia sesuai dengan kompetensi guru sebagaimana yang tercantum dalam peraturan pemerintah tentang guru. “Jadi, nanti akan dihitung, akan ketemu berapa yang ada saat ini, kelebihannya berapa, kekurangannya berapa, ada di mana saja. Nah, itulah  yang akan kita ambil langkah-langkah untuk penempatan guru sesuai dengan ketentuan yang ada,” tukas Ahmad Muthohar.(ida/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .