MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Februari 2018 12:55
Jeruk Mandarin Sulit Ditemui
SEMARAK TAHUN BARU: Pernak-pernik Imlek yang dijajakan di salah satu supermarket di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar yang banyak diburu warga Tionghoa. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mendekati Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari mendatang, pernak-pernik Imlek sudah memenuhi beberapa toko di Tarakan.

Seperti yang terlihat disalah satu supermarket yang berada di Jalan Slamet Riyadi ini. Penuh dengan hiasan tangklung berwarna merah dan gold khas pernak pernik Imlek lainnya yang dijajarkan di depan supermarket.

Pengawas Supermarket, Kelly mengatakan, sejauh ini masyarakat Tionghoa terus berburu kebutuhan perayaan Imlek, seperti jeruk Mandarin, kue keranjang, manisan dan alat-alat yang digunakan untuk sembahyang. Sayangnya, semakin mendekati Tahun Baru Imlek jeruk Mandarin justru sulit didapatkan.

Hal ini dikarenakan buah yang didatangkan dari Surabaya sangat terbatas. Kelly tidak mengetahui secara pasti, yang menjadi penyebab terbatasnya stok jeruk ini. “Jeruk Mandarin cepat habis, stoknya sedikit saja. Kami jual Rp 250 ribu per dus,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Padahal jeruk Mandarin ini banyak diburu karena untuk sembahyang. Memang Tahun Baru Imlek ini sangat identik dengan buah, kue dan manisan. “Memang setiap Imlek, jeruk harus ada karena untuk sembahyang kan. Untuk tamu-tamu juga biasa disajikan buah,” lanjut wanita berusia 45 tahun ini.

Jika dibandingkan dengan Imlek 2017, ia merasa 2018 ini semakin sepi. Kemungkinan sebagian warga Tionghoa yang ada di Tarakan merayakan di luar kota. Berbeda pula dengan salah satu supermarket di Jalan Kusuma Bangsa. Pernak pernik Tahun Baru Imlek hampir tak terlihat. Tidak hanya itu, jeruk Mandarin, kue keranjang pun tak tersedia.

Store Manager di Sinar Terang Bersaudara, Hernawan mengaku, Tahun Baru Imlek tahun ini dapat dikatakan sepi. Kemeriahan juga tidak terlalu terlihat. Apalagi Tahun Baru Imlek yang identik dengan jeruk Mandarin, justru sulit ditemukan.

“Sepengetahuan saya, mungkin kebijakan dari pemerintah membatasi buah impor. Tapi imbasnya ke kita juga, karena terbatas menyediakan,” ujar pria yang akrab disapa Iwan.

Senin (12/2), satu kontainer yang berisikan apel, pear dan sunkist langsung habis terjual dalam satu hari sebanyak 643 dus. Karena buah-buahan memang banyak disukai masyarakat, tidak hanya karena berbenturan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

“Harganya normal saja. Nah, kalau untuk jeruk Mandarin masyarakat lainnya juga banyak yang cari. Tidak hanya yang rayakan Imlek saja,” ungkapnya.

Sementara itu, menjelang perayaan Imlek di tahun Anjing Tanah 2018, Klenteng Tao Pek Kong sudah mulai berbenah, di antaranya membersihkan fisik bangunan, dan mengganti lampion sebagai pernak-pernak khas Imlek untuk menyemarakkan penyambutan Imlek pada 16 februari mendatang. Selain itu, Klenteng Tao Pek Khong juga sudah mulai dipenuhi lilin berdiameter sekitar 2 meter yang akan dinyalakan pada malam 15 dan 16 Februari.

“Persiapannya masih seperti tahun lalu, fisik bangunan klenteng dibersihkan yang usang  di cat kembali  lampion yang lama diganti baru, seperti biasa memberi penerangan penyalaan lilin, ada sekitar 50 pasang lilin artinya 100 biji semuanya dinyalakan pada malam penyambutan tanggal 15 Februari,  jam 08.00 Wita sampai jam 23.00 Wita,” ujar Suwarno, Penjaga Klenteng Toa  Pek Kong.

Nantinya mulai Kamis (15/2) pagi, akan dimulai sembahyang perseorangan, sampai keesokan harinya. Selain sembahyang dan melakukan penerangan dengan penyalaan 50 pasang lilin, nantinya juga akan ada kesenian Barongsai.

Suwarno menyebut, kesenian Barongsai memberikan makna tersendiri pada perayaan Imlek. Yakni agar memberikan kelancaran dan keselamatan, serta harapan pada tahun ini agar lebih baik lagi.

“Kalau lilin itu maknanya sendiri sebagai  penyambutan agar memberikan kelancaran dan keselamatan dengan harapan tahun ini akan lebih baik lagi, dan memberikan penerangan agar satu tahun ini lancar rezekinya, serta permohonan kesejahteraanya aman,” ungkap pria dua anak ini.

Sebelumnya Suwarno menambahkan , pada tahun Anjing Tanah kali ini dirinya menyebut ada empat shio yang kurang beruntung, yakni Naga, Anjing, Kambing, dan Kerbau.

“Tiap tahun memang selalu ada shio yang kurang beruntung, jadi memang harus lebih berhati-hati.  Untuk bencana sosial dan ekonomi sendiri masih normal-normal saja, untuk cuaca sedikit lebih baik dari tahun lalu,” tuturnya. (ega/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .