MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Februari 2018 12:55
Jeruk Mandarin Sulit Ditemui
SEMARAK TAHUN BARU: Pernak-pernik Imlek yang dijajakan di salah satu supermarket di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar yang banyak diburu warga Tionghoa. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mendekati Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari mendatang, pernak-pernik Imlek sudah memenuhi beberapa toko di Tarakan.

Seperti yang terlihat disalah satu supermarket yang berada di Jalan Slamet Riyadi ini. Penuh dengan hiasan tangklung berwarna merah dan gold khas pernak pernik Imlek lainnya yang dijajarkan di depan supermarket.

Pengawas Supermarket, Kelly mengatakan, sejauh ini masyarakat Tionghoa terus berburu kebutuhan perayaan Imlek, seperti jeruk Mandarin, kue keranjang, manisan dan alat-alat yang digunakan untuk sembahyang. Sayangnya, semakin mendekati Tahun Baru Imlek jeruk Mandarin justru sulit didapatkan.

Hal ini dikarenakan buah yang didatangkan dari Surabaya sangat terbatas. Kelly tidak mengetahui secara pasti, yang menjadi penyebab terbatasnya stok jeruk ini. “Jeruk Mandarin cepat habis, stoknya sedikit saja. Kami jual Rp 250 ribu per dus,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Padahal jeruk Mandarin ini banyak diburu karena untuk sembahyang. Memang Tahun Baru Imlek ini sangat identik dengan buah, kue dan manisan. “Memang setiap Imlek, jeruk harus ada karena untuk sembahyang kan. Untuk tamu-tamu juga biasa disajikan buah,” lanjut wanita berusia 45 tahun ini.

Jika dibandingkan dengan Imlek 2017, ia merasa 2018 ini semakin sepi. Kemungkinan sebagian warga Tionghoa yang ada di Tarakan merayakan di luar kota. Berbeda pula dengan salah satu supermarket di Jalan Kusuma Bangsa. Pernak pernik Tahun Baru Imlek hampir tak terlihat. Tidak hanya itu, jeruk Mandarin, kue keranjang pun tak tersedia.

Store Manager di Sinar Terang Bersaudara, Hernawan mengaku, Tahun Baru Imlek tahun ini dapat dikatakan sepi. Kemeriahan juga tidak terlalu terlihat. Apalagi Tahun Baru Imlek yang identik dengan jeruk Mandarin, justru sulit ditemukan.

“Sepengetahuan saya, mungkin kebijakan dari pemerintah membatasi buah impor. Tapi imbasnya ke kita juga, karena terbatas menyediakan,” ujar pria yang akrab disapa Iwan.

Senin (12/2), satu kontainer yang berisikan apel, pear dan sunkist langsung habis terjual dalam satu hari sebanyak 643 dus. Karena buah-buahan memang banyak disukai masyarakat, tidak hanya karena berbenturan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

“Harganya normal saja. Nah, kalau untuk jeruk Mandarin masyarakat lainnya juga banyak yang cari. Tidak hanya yang rayakan Imlek saja,” ungkapnya.

Sementara itu, menjelang perayaan Imlek di tahun Anjing Tanah 2018, Klenteng Tao Pek Kong sudah mulai berbenah, di antaranya membersihkan fisik bangunan, dan mengganti lampion sebagai pernak-pernak khas Imlek untuk menyemarakkan penyambutan Imlek pada 16 februari mendatang. Selain itu, Klenteng Tao Pek Khong juga sudah mulai dipenuhi lilin berdiameter sekitar 2 meter yang akan dinyalakan pada malam 15 dan 16 Februari.

“Persiapannya masih seperti tahun lalu, fisik bangunan klenteng dibersihkan yang usang  di cat kembali  lampion yang lama diganti baru, seperti biasa memberi penerangan penyalaan lilin, ada sekitar 50 pasang lilin artinya 100 biji semuanya dinyalakan pada malam penyambutan tanggal 15 Februari,  jam 08.00 Wita sampai jam 23.00 Wita,” ujar Suwarno, Penjaga Klenteng Toa  Pek Kong.

Nantinya mulai Kamis (15/2) pagi, akan dimulai sembahyang perseorangan, sampai keesokan harinya. Selain sembahyang dan melakukan penerangan dengan penyalaan 50 pasang lilin, nantinya juga akan ada kesenian Barongsai.

Suwarno menyebut, kesenian Barongsai memberikan makna tersendiri pada perayaan Imlek. Yakni agar memberikan kelancaran dan keselamatan, serta harapan pada tahun ini agar lebih baik lagi.

“Kalau lilin itu maknanya sendiri sebagai  penyambutan agar memberikan kelancaran dan keselamatan dengan harapan tahun ini akan lebih baik lagi, dan memberikan penerangan agar satu tahun ini lancar rezekinya, serta permohonan kesejahteraanya aman,” ungkap pria dua anak ini.

Sebelumnya Suwarno menambahkan , pada tahun Anjing Tanah kali ini dirinya menyebut ada empat shio yang kurang beruntung, yakni Naga, Anjing, Kambing, dan Kerbau.

“Tiap tahun memang selalu ada shio yang kurang beruntung, jadi memang harus lebih berhati-hati.  Untuk bencana sosial dan ekonomi sendiri masih normal-normal saja, untuk cuaca sedikit lebih baik dari tahun lalu,” tuturnya. (ega/nri)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 10:46

Dua Kadis Pamer Simbol Empat

TARAKAN - Di tengah masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan 2018, beredar foto…

Senin, 19 Februari 2018 10:44

Misi Sulit Setiap Sakit

VISI Kementerian Kesehatan yang mengharapkan masyarakat Indonesia sehat mandiri dan berkeadilan faktanya…

Senin, 19 Februari 2018 10:41

Biaya Kuliah Tak Sebanding

BIAYA yang dikeluarkan untuk menjadi dokter sangat besar. Menempuh pendidikan bertahun-tahun, lantas…

Senin, 19 Februari 2018 10:34

18 Jam Jaringan Internet Lumpuh

TARAKAN - Jaringan internet di Bumi Paguntaka kembali mengalami gangguan. Durasi gangguan tersebut sekira…

Senin, 19 Februari 2018 10:32

Menanti Realisasi Janji

TARAKAN – Ketua RT 7, Kelurahan Juata Laut, Muhammad Jaini mengatakan, sejak 2014 silam tak ada…

Senin, 19 Februari 2018 09:57

Empat Jenis Seragam Tinggal Debu

TARAKAN - Hanya sebuah lemari kosong yang dapat diselamatkan santri yang mendiami Asrama Usman milik…

Senin, 19 Februari 2018 09:54

Agrowisata Karoengan dengan Wajah Baru

TARAKAN – Objek wisata di Bumi Paguntaka kian bertambah. Pilihan menghabiskan waktu luang semakin…

Senin, 19 Februari 2018 09:52

PAW Sabar Menunggu SK

TARAKAN– Sabar Santuso dipastikan telah mundur dari kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Senin, 19 Februari 2018 09:50

Dana Bagi Hasil Tak Sesuai Harapan

TARAKAN - Persoalan utang tidak luput dari perhatian  Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia…

Senin, 19 Februari 2018 09:46

Warga Pertanyakan Perbaikan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 5, Kelurahan Lingkas Ujung, Muhammad Arifin mengatakan, sebenarnya Jalan Jembatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .