MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Februari 2018 12:42
Tak Terealisasi, Musrenbang yang Sia-Sia
PERCUMA: Hanya beberapa Ketua RT yang menghadiri musrenbang tingkat Kelurahan Lingkas Ujung, Selasa (13/2). LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Proyek besar terus digodok pemerintah, sementara usulan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tak kunjung direalisasikan. Seperti yang dikatakan Ketua RT 10, Kelurahan Lingkas Ujung, Andi Darwis. Ia merasa, musrenbang yang diadakan setiap tahun ini hanya sebatas formalitas.

“Kita ini buang waktu, makanya tadi saya langsung pamitan. Kita hadir juga bukan karena musrenbang tapi awalnya ada sosialisasi masalah tanah,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Ia bermaksud jika pemerintah merasa defisit anggaran dan tidak dapat merealisasikan usulan-usulan dari para Ketua RT, maka sebaiknya tidak mengadakan musrenbang. Karena hanya menimbulkan kekecewaan semata.

Bahkan ia menjabat sebagai Ketua RT sejak 2009 silam dan tak ada satu pun item yang diusulkan terealisasi. Karena berdasarkan pemahamannya, jika musrenbang itu diselenggarakan maka diikuti dengan anggaran yang tersedia.

“Itu kan ada aturan undang-undangnya. Musrenbang dijalankan dengan anggaran yang tersedia. Maka anggaran lingkungan itu ke mana? Semua orang tahu anggaran pemerintah defisit, apalagi yang mau dilakukan pemerintah,” jelasnya.

Senada dengan Ketua RT 7, Kelurahan Lingkas Ujung, H. Patahuddin Nasir mengatakan, tidak hanya 18 Ketua RT di Lingkas Ujung yang merasa bosan dengan musrenbang. Tetapi dari 444 Ketua RT yang ada di Tarakan, mengeluhkan hal yang sama.

“Kita usulkan perbaikan jalan tapi yang muncul malah parit. Itu pun bukan usulan dari Ketua RT tapi dari pemerintah,” jelas H. Nasir.

Tak jarang warga menanyakan jalan yang sudah diukur malah tidak direalisasikan. Padahal warga sudah berharap adanya perbaikan-perbaikan di lingkungannya.

“Saya ditanya warga, Pak RT tidak bosan kah jalan diukur terus tapi tidak direalisasikan. Kita malu sendiri, pada umumnya sudah bosan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT), H. M. Rusli Jabba membenarkan hasil musrenbang tidak ada yang direalisasikan. Setiap tahun diundang tanpa direalisasikan hanya sebatas formalitas.

“Memang dapat dikatakan tidak direalisasikan. Ketua RT 13, sudah 25 tahun jadi Ketua RT tidak pernah direalisasikan,” terangnya.

Ia mengatakan defisit anggaran bukan lah menjadi urusan masyarakat. Tetapi bagaimana dari pemerintah bisa mengatur keuangan untuk pembangunan di lingkungan RT.

“Kenapa Malinau, Berau dan Bontang bisa? Tapi Tarakan tidak bisa. Urusan defisit itu tergantung pemerintah kalau bisa mengatur anggaran. Musrenbang itu harus ada yang diterima,” jelasnya.

Ia merasa prihatin jika defisit menjadi alasan minimnya pembangunan di lingkungan RT. Seandainya pemerintah bisa mengalokasikan dana setidaknya Rp 50 hingga Rp 100 juta per RT, maka besar perubahan di lingkungan itu ada.

“Keluhan ini dari dulu, jadi tolong ada perubahan. Untuk 444 Ketua RT, anggap saja Rp 44 miliar itu tidak ada apa-apanya. Itu kalau pemerintah mau,” katanya.

Jika ingin menggerakkan hati masyarakat untuk melakukan swadaya. Setidaknya ada pancingan dari pemerintah dengan mengalokasikan dana.

“Tidak mungkin masyarakat mau bayar semua pembangunan itu. Kecuali kalau ada pancingan dari pemerintah, mungkin masyarakat bisa ikut terlibat,” tutupnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 10:46

Dua Kadis Pamer Simbol Empat

TARAKAN - Di tengah masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan 2018, beredar foto…

Senin, 19 Februari 2018 10:44

Misi Sulit Setiap Sakit

VISI Kementerian Kesehatan yang mengharapkan masyarakat Indonesia sehat mandiri dan berkeadilan faktanya…

Senin, 19 Februari 2018 10:41

Biaya Kuliah Tak Sebanding

BIAYA yang dikeluarkan untuk menjadi dokter sangat besar. Menempuh pendidikan bertahun-tahun, lantas…

Senin, 19 Februari 2018 10:34

18 Jam Jaringan Internet Lumpuh

TARAKAN - Jaringan internet di Bumi Paguntaka kembali mengalami gangguan. Durasi gangguan tersebut sekira…

Senin, 19 Februari 2018 09:57

Empat Jenis Seragam Tinggal Debu

TARAKAN - Hanya sebuah lemari kosong yang dapat diselamatkan santri yang mendiami Asrama Usman milik…

Senin, 19 Februari 2018 09:54

Agrowisata Karoengan dengan Wajah Baru

TARAKAN – Objek wisata di Bumi Paguntaka kian bertambah. Pilihan menghabiskan waktu luang semakin…

Senin, 19 Februari 2018 09:52

PAW Sabar Menunggu SK

TARAKAN– Sabar Santuso dipastikan telah mundur dari kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Senin, 19 Februari 2018 09:50

Dana Bagi Hasil Tak Sesuai Harapan

TARAKAN - Persoalan utang tidak luput dari perhatian  Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia…

Senin, 19 Februari 2018 09:46

Warga Pertanyakan Perbaikan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 5, Kelurahan Lingkas Ujung, Muhammad Arifin mengatakan, sebenarnya Jalan Jembatan…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:23

Pemilik Barang Ilegal DPO

TARAKAN – Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Tarakan akhirnya menetapkan pemilik barang ilegal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .