MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Februari 2018 12:42
Tak Terealisasi, Musrenbang yang Sia-Sia
PERCUMA: Hanya beberapa Ketua RT yang menghadiri musrenbang tingkat Kelurahan Lingkas Ujung, Selasa (13/2). LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Proyek besar terus digodok pemerintah, sementara usulan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tak kunjung direalisasikan. Seperti yang dikatakan Ketua RT 10, Kelurahan Lingkas Ujung, Andi Darwis. Ia merasa, musrenbang yang diadakan setiap tahun ini hanya sebatas formalitas.

“Kita ini buang waktu, makanya tadi saya langsung pamitan. Kita hadir juga bukan karena musrenbang tapi awalnya ada sosialisasi masalah tanah,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Ia bermaksud jika pemerintah merasa defisit anggaran dan tidak dapat merealisasikan usulan-usulan dari para Ketua RT, maka sebaiknya tidak mengadakan musrenbang. Karena hanya menimbulkan kekecewaan semata.

Bahkan ia menjabat sebagai Ketua RT sejak 2009 silam dan tak ada satu pun item yang diusulkan terealisasi. Karena berdasarkan pemahamannya, jika musrenbang itu diselenggarakan maka diikuti dengan anggaran yang tersedia.

“Itu kan ada aturan undang-undangnya. Musrenbang dijalankan dengan anggaran yang tersedia. Maka anggaran lingkungan itu ke mana? Semua orang tahu anggaran pemerintah defisit, apalagi yang mau dilakukan pemerintah,” jelasnya.

Senada dengan Ketua RT 7, Kelurahan Lingkas Ujung, H. Patahuddin Nasir mengatakan, tidak hanya 18 Ketua RT di Lingkas Ujung yang merasa bosan dengan musrenbang. Tetapi dari 444 Ketua RT yang ada di Tarakan, mengeluhkan hal yang sama.

“Kita usulkan perbaikan jalan tapi yang muncul malah parit. Itu pun bukan usulan dari Ketua RT tapi dari pemerintah,” jelas H. Nasir.

Tak jarang warga menanyakan jalan yang sudah diukur malah tidak direalisasikan. Padahal warga sudah berharap adanya perbaikan-perbaikan di lingkungannya.

“Saya ditanya warga, Pak RT tidak bosan kah jalan diukur terus tapi tidak direalisasikan. Kita malu sendiri, pada umumnya sudah bosan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT), H. M. Rusli Jabba membenarkan hasil musrenbang tidak ada yang direalisasikan. Setiap tahun diundang tanpa direalisasikan hanya sebatas formalitas.

“Memang dapat dikatakan tidak direalisasikan. Ketua RT 13, sudah 25 tahun jadi Ketua RT tidak pernah direalisasikan,” terangnya.

Ia mengatakan defisit anggaran bukan lah menjadi urusan masyarakat. Tetapi bagaimana dari pemerintah bisa mengatur keuangan untuk pembangunan di lingkungan RT.

“Kenapa Malinau, Berau dan Bontang bisa? Tapi Tarakan tidak bisa. Urusan defisit itu tergantung pemerintah kalau bisa mengatur anggaran. Musrenbang itu harus ada yang diterima,” jelasnya.

Ia merasa prihatin jika defisit menjadi alasan minimnya pembangunan di lingkungan RT. Seandainya pemerintah bisa mengalokasikan dana setidaknya Rp 50 hingga Rp 100 juta per RT, maka besar perubahan di lingkungan itu ada.

“Keluhan ini dari dulu, jadi tolong ada perubahan. Untuk 444 Ketua RT, anggap saja Rp 44 miliar itu tidak ada apa-apanya. Itu kalau pemerintah mau,” katanya.

Jika ingin menggerakkan hati masyarakat untuk melakukan swadaya. Setidaknya ada pancingan dari pemerintah dengan mengalokasikan dana.

“Tidak mungkin masyarakat mau bayar semua pembangunan itu. Kecuali kalau ada pancingan dari pemerintah, mungkin masyarakat bisa ikut terlibat,” tutupnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .