MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Februari 2018 12:36
Korban Biasa Meninggalkan Rumah Berhari-hari
MASIH DISELIDIKI: Petugas menunjukkan mayat PA yang mengapung di perairan Sungai Kayan, Desa Long Beluah sebelum dilakukan evakuasi pada Senin (12/2). POLSEK TANJUNG PALAS BARAT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bulungan belum dapat memastikan penyebab tenggelamnya PA (38), warga Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat yang ditemukan mengapung di perairan Sungai Kayan, Senin (12/2) lalu. Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengungkap penyelidikan guna membuat terang apa yang dialami korban PA.

“Saat ini masih diselidiki, memang dari hasil yang ada, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Akan tetapi, kami dari pihak kepolisian juga wajib mengetahui penyebabnya, untuk itu masih dilakukan penyelidikan,” ucapnya saat ditemui, Selasa (13/2).

Penyelidikan yang dilakukan, kata dia, seperti mencari keterangan dari pihak-pihak korban, baik dari teman maupun keluarga. Dengan keterangan yang diberikan, tentu membantu pihaknya dalam menarik kesimpulan. “Jadi saat ini masih berproses, anggota kami juga sudah ke sana (Tanjung Palas Barat),” singkatnya.

Sebelumnya, penemuan mayat PA di sebuah dermaga apung berjenis batang kayu membuat geger masyarakat sekitar. Pasalnya ketika ditemukan mengapung sekira pukul 07.00 Wita pada Senin (12/2), mayat berjenis kelamin lelaki tersebut dalam kondisi membengkak, sehingga sulit diidentifikasi. “Namun karena ada tanda di tubuh korban, akhirnya bisa dikenali dan memang merupakan warga RT 05 Desa Long Beluah,” ucap Rahmad, Camat Tanjung Palas Barat saat dikonfirmasi.

Berdasarkan keterangan keluarga dan teman-temannya, korban sempat hilang selama dua hari. Namun pihak keluarga tidak merasa khawatir, sebab korban kerap bepergian. “Karena sering bersama teman-temannya, makanya keluarga juga tidak mencari, terlebih lagi orang tuanya sudah berumur dan sakit-sakitan,” jelasnya.

Dugaan sementara, korban terjatuh pada saat hendak memancing atau mencari ikan dengan cara merawai. “Sebab korban tersangkut tali rawai, kalau memang itu jatuh karena yang lain, pasti dia sudah jauh ke hilir, tapi belum bisa dipastikan penyebabnya, sebab tidak ada yang melihat,” imbuhnya.(sny/lim)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 20:51

HE Terancam Dicoret dari DCT

TANJUNG SELOR – HE calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 17 Februari 2019 20:49

Perusda Berdikari Mati Suri

TANJUNG SELOR -  Perusahaan Daerah (Perusda) Berdikari milik Pemerintah Kabupaten…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:31

SOA Belum Lelang, Pesawat Kecil Terbatas

TANJUNG SELOR - Hingga kini subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:21

Mobil Tangki BBM ‘Kencing’ di Jalan

TANJUNG SELOR – Satu mobil distribusi bahan bakar minyak (BBM)…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:19

ALAMAK..!! Gara-Gara Masak Air, Lahan 1 Hektare Terbakar

TANJUNG SELOR – Musibah terbakarnya lahan di Ibu Kota Kaltara,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:17

Dipercaya Tolak Bala dan Datangkan Keberkahan

Menjadi agenda rutin setiap tahunnya pada perayaan Imlek. Warga etnis…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:15

Kemenag Tunggu Keppres soal BPIH

TANJUNG SELOR - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulungan,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:14

Audit Banpol, BPK Kumpulkan Parpol

TANJUNG SELOR – Proses pemeriksaan atau audit yang dilakukan Badan…

Jumat, 15 Februari 2019 21:15

Menteri ESDM Dukung Hilirisasi Batu Bara

TANJUNG SELOR - Didampingi langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara),…

Jumat, 15 Februari 2019 21:13

Banyak Pengetap, Premium Terancam Disetop

TANJUNG SELOR – Menyikapi maraknya aksi pengetap di Stasiun Pengisian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*