MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 12:14
Nomor Satu Paling Diincar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – KPU Tarakan memastikan empat bakal calon (balon) yang sudah mendaftar pada 8-10 Januari lalu, dinyatakan memenuhi syarat dan bisa mengikuti rangkaian kampanye hingga 27 Juni. Hari ini, keempat pasangan calon (paslon) bersiap untuk mengikuti tahapan pengundian nomor urut.

Keempat paslon di antaranya Sofian Raga-Sabar Santuso (Sobat), dr. Khairul-Effendhi Djuprianto (Oke), Badrun-Ince A.Rifai (Bais) dan dari jalur perseorangan Hj.Umi Suhartini-Mahruddin Mado.

Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengatakan sebelum dinyatakan memenuhi syarat, pihaknya sudah melakukan verifikasi berkas. Saat verifikasi KPU memeriksa dukungan parpol, berkas pribadi para calon, ijazah, hasil kesehatan dan sebagainya yang telah dinyatakan komprehensif. Dari tahapan itu beberapa berkas harus terlebih dulu diperbaiki. Setelah diperbaiki, KPU langsung mengadakan pleno penetapan.

“Kalau ada yang diragukan, kami akan konfirmasi. Tapi proses verifikasinya sudah selesai,” beber Teguh saat melakukan rapat pleno penetapan paslon terbuka kemarin (12/2).

Lebih lanjut lulusan ITB ini menjelaskan, tahapan akan dilanjutkan dengan pengambilan nomor. Hari ini para paslon dipersilakan oleh KPU Tarakan untuk membawa para pendukung, dengan catatan tidak lebih dari 30 orang. Yang nantinya diperbolehkan masuk ke dalam gedung Graha Pemuda di Jalan Sei Sesayap Kampung Empat.

“Di luar dari 30 orang itu, hanya boleh berada di luar ruangan. Nanti kami akan siapkan layar untuk tetap bisa menyaksikan proses pengambilan nomor urut,” jelas Teguh.

Tak hanya itu, massa pendukung paslon juga diperbolehkan oleh KPU membawa atribut dukungan untuk meramaikan. Yang menjadi catatan ialah, setiap paslon diwajibkan hadir saat melaksanakan pengambilan nomor urut. Namun, jika tidak sempat hadir, maka harus memberikan keterangan tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tapi perlu diingat, besok (hari ini) itu bukan kampanye yang ada adu yel-yel ya,” tegasnya.

Terpisah, Calon Wali Kota Tarakan, dr. Khairul menyatakan, saat pengambilan nomor urut hari ini, ia menginginkan nomor urut 1. Sebab menurutnya angka tunggal adalah angka yang baik.

“Tapi, nomor berapa pun saya pikir sama saja. Namun, kalau nomor yang lain, saya pikir agak sulit menyesuaikan dengan simbol yang selama ini kami perkenalkan,” tutur dr. Khairul, Minggu (11/2).

Tim paslon Oke sudah menyiapkan simbol-simbol yang pas untuk kampanye dengan semua kemungkinan nomor yang didapatkan. Sebab bagi Khairul, nomor berapapun akan sama saja baginya, dan keberuntungan sudah digariskan kepada setiap manusia. Sehingga ia tak percaya kepada hal-hal yang bersifat ramalan.

Sama halnya, dengan Calon Wali Kota Tarakan H. Badrun menyatakan nomor berapapun yang dia dapatkan, asalkan membawa keberuntungan. “Memangnya ada nomor baik atau tidak baik? Kalau saya lebih suka nomor ganjil, karena nomor ganjil itu pasti ada solusi. Itu adalah nomor yang berorientasi pada solusi,” bebernya.

Saat dihubungi Radar Tarakan, Calon Wakil Wali Kota Tarakan dari pasangan Sobat, Sabar Santuso mengatakan dia beserta pasangannya, menyerahkan nomor undian kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Itu terserah Allah lah. Nanti kalau saya sebutkan takut kecewa kalau tidak sesuai fakta,” singkatnya saat dihubungi media ini.

Sementara itu, Calon Wali Kota Tarakan Hj. Umi Suhartini mengatakan bahwa dirinya menginginkan nomor satu. Sebab nomor satu merupakan nomor yang ia idam-idamkan untuk maju menjadi calon wali kota. "Kami ingin nomor satu, memang sudah suka nomor itu," singkat ibu lima anak ini.

Di sisi lain, semua pasti mengidamkan nomor urut 1, yang dipercaya sebagai nomor keberuntungan. Namun, dalam dunia psikologi nomor urut dinilai tidak berpengaruh besar dalam meningkatkan semangat dan optimisme bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Psikolog Klinis Arief  Wahyu, S.Psi, CHt, menyebutkan jika semangat dan optimistis untuk memenangkan pilkada itu, tergantung pada masing-masing semangat dari para paslon.

"Secara singkat kalau bicara soal nomor urut secara psikologis tidak berpengaruh. Tergantung bagaimana mempresepsikan nomor tersebut," tutur Arief sapaan akrabnya.

Namun, Arief menyebut tidak menutup kemungkinan dari sudut pandang  keilmuan yang lain terdapat pemaknaan tersendiri terhadap nomor urut tersebut. “Dalam dunia psikologi selama ini saya belum pernah tahu, tapi dari sudut pandang lain mungkin ada," singkat Arief.

BELUM TEMUKAN PELANGGARAN

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan, selama pelaksanaan tahapan pilwali dilaksanakan, dia belum menemukan kecurangan-kecurangan. Untuk itu, Panwaslu akan tetap melakukan pengawalan secara ketat, seperti pengiriman rekomendasi terhadap verifikasi yang harus difaktualkan, dan sebagainya.

Menyoal terkait syarat pencalonan seperti ijazah, kata Sulaiman, merupakan sebuah hal yang substansi sehingga pihaknya harus mengetahui dua hal, seperti pelanggaran administrasi dan pidana.

“Makanya kami mengimbau kepada KPU untuk melakukan verifikasi secara faktual terkait pemeriksaan ijazah itu,” bebernya.

Namun hingga kini, ia mengakui ijazah yang dimiliki setiap paslon ialah asli. Sebab, pihaknya memiliki bukti keterangan yang diberikan langsung oleh setiap sekolah maupun universitas. (*/shy/nri/ddq)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 10:44

Misi Sulit Setiap Sakit

VISI Kementerian Kesehatan yang mengharapkan masyarakat Indonesia sehat mandiri dan berkeadilan faktanya…

Senin, 19 Februari 2018 10:41

Biaya Kuliah Tak Sebanding

BIAYA yang dikeluarkan untuk menjadi dokter sangat besar. Menempuh pendidikan bertahun-tahun, lantas…

Senin, 19 Februari 2018 10:34

18 Jam Jaringan Internet Lumpuh

TARAKAN - Jaringan internet di Bumi Paguntaka kembali mengalami gangguan. Durasi gangguan tersebut sekira…

Senin, 19 Februari 2018 10:32

Menanti Realisasi Janji

TARAKAN – Ketua RT 7, Kelurahan Juata Laut, Muhammad Jaini mengatakan, sejak 2014 silam tak ada…

Senin, 19 Februari 2018 09:57

Empat Jenis Seragam Tinggal Debu

TARAKAN - Hanya sebuah lemari kosong yang dapat diselamatkan santri yang mendiami Asrama Usman milik…

Senin, 19 Februari 2018 09:54

Agrowisata Karoengan dengan Wajah Baru

TARAKAN – Objek wisata di Bumi Paguntaka kian bertambah. Pilihan menghabiskan waktu luang semakin…

Senin, 19 Februari 2018 09:50

Dana Bagi Hasil Tak Sesuai Harapan

TARAKAN - Persoalan utang tidak luput dari perhatian  Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia…

Senin, 19 Februari 2018 09:46

Warga Pertanyakan Perbaikan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 5, Kelurahan Lingkas Ujung, Muhammad Arifin mengatakan, sebenarnya Jalan Jembatan…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:23

Pemilik Barang Ilegal DPO

TARAKAN – Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Tarakan akhirnya menetapkan pemilik barang ilegal…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:22

Sarat Makna, di Balik Tradisi Unik

TARAKAN – Tahun Baru Imlek menjadi momen paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat keturunan Tionghoa.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .