MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 12:13
Dua Agro Wisata, Diberi Nama Ejaan Tempo Dulu

Objek Wisata Baru di Bumi Paguntaka

Berenang : Para pengunjung mendatangi Agrowisata Karoengan yang secara resmi telah dibuka Minggu (11/2) kemarin. Tampak sejumlah anak-anak asyik berenang di kolam air terjun karoengan. FOTO: JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MENYAMBUT datangnya tiga ribu peserta dari 98 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) di Tarakan 25 Juli 2018 mendatang. Segala fasilitas serta agrowisata di Bumi Paguntaka, terus dilakukan pembenahan dan dikebut. Bahkan, Pemkot Tarakan memberikan dua nama agrowisata unik dengan ejaan khas tempo dulu yakni, Bumi Perkemahan Binalatoeng dan Air Terjun Karoengan.

Rury Jamianto

Pemerintah Kota, melalui Wali Kota Tarakan Sofian Raga akhirnya meresmikan bumi perkemahan (buper) di Kelurahan Pantai Amal, untuk pertama kalinya di Tarakan pada Sabtu (10/2) sekira pukul 11.00 Wita. Tak tanggung-tanggung, area yang disiapkan seluas 38 hektare. Di mana lokasi yang dipilih sangat strategis, di tengah hutan, serta pemandangan yang langsung menuju arah ke pantai.

Uniknya, nama lokasi bumi perkemahan ini diberi nama Binalatoeng. Ejaan khas tempo dulu saat masa penjajahan Belanda. Saat dikonfirmasi akan pemberian nama tersebut, Wali Kota Tarakan Sofian Raga menjelaskan, nama tersebut merupakan ejaan lama yang harus diingat oleh generasi-generasi muda.

“Binalatoeng ini memang sudah nama sungai yang diberi oleh masyarakat setempat. Dan saya tidak mau merubah nama ejaan lamannya. Karena peta Belanda yang ada di Pemkot Tarakan sejak tahun 1936, sudah tertulis seperti itu. Dan sebenarnya ini nama sungai. Dan sungai itu ada di belakang area buper dengan jarak 300 meter ke belakang, sebelah barat,” ungkap Sofian.

“Sedangkan untuk hulu Sungai Binalatoeng ini berada di sekitar kampus STIE, Bulungan,” tambahnya.

Lanjut Sofian, pemberian nama Binalatoeng itu, juga memiliki arti dan makna. Seperti kata Bina, artinya adalah pembinaan, pengurusan, pembelajaran kepada generasi mudah. Sedangkan  La, artinya kaulah yang berarti sekelompok orang muda yang bersemangat untuk menunjukkan identitas dirinya. Sementara Toeng, adalah tangguh dan unggul.

“Jadi, kalau diartikan keseluruhannya itu adalah pembina kaulah tangguh dan unggul,” ucap Sofian, sambil menunjuk baliho besar yang terpampang di area buper.

Dengan diresmikannya buper ini, Sofian bersyukur karena lokasi yang dipilih adalah hutan yang masih asri dengan segala flora-faunanya. Hutan yang belum berubah dan tersentuh oleh tangan manusia. “Di sini ada kantong semar, ada anggrek, kayu yang tidak ada di tempat lain. Dan tentunya ada sejumlah unggas dan binatang melata lainnya,” bebernya.

Selain digunakan untuk buper. Dalam waktu dekat, Pemkot Tarakan juga akan menjamu 98 wali kota dari seluruh Indonesia untuk melakukan penanaman pohon di area buper. Di mana, seluruh wali kota yang datang akan membawa masing-masing pohon dari daerahnya masing-masing.

“Tentunya pohon yang dibawa itu berbeda-beda. Dan kami sangat syukuri itu. Dan sangat berterimakasih atas adanya APEKSI ini,” kata Sofian.

Dengan persiapan tersebut. Lanjut Sofian, pihaknya pun akan terus bekerja dan melakukan perbaikan yang dalam waktu dekat, juga akan memasang tembok setiap area. Agar bagi siapa pun yang masuk ke area buper ataupun saat ada acara perkemahaan, tidak ada yang tersesat.

“Untuk panjangnya saya belum tahu, karena kami juga belum melakukan pengukuran. Namun intinya masih sangat rasional lah. Ini palingan berapa saja, agar anak-anak ini tidak tersesat masuk hutan, dan benar-benar area ini tidak boleh diganggu demi kepentingan anak bangsa. Memang kita pikir untuk hidup sekarang saja,” katanya.

Selain itu, di area buper jug akan dipasangkan tribun. Yang dapat menampung ribuan orang. Jadi area ini akan dibuat sebagus mungkin, dengan membuat area pentas, untuk antraksi seperti tarian dan lainnya. “Para pelajar, wali kota seluruh Indonesia dan peserta APEKSI lainnya nanti akan dapat melihat laut, dapat melihat kapal. Dan untuk selesainya proyek ini, kami harapannya lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.

Bahkan dalam waktu jangka panjang, Sofian pun berencana lokasi ini dapat di gunakan untuk acara Jambore tingkat nasional maupun internasional. “Kalau sudah rampung kami benah ini area, kami berencana akan undang dari Filipina, Malaysia, Brunai Darussalam untuk Jambore di area sini,” harapnya.

Tak cukup sampai di situ, waktu yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba. Minggu (11/12) Sofian, kembali meresmikan salah satu agro wisata Tarakan, bernama Agro Wisata Karoengan, yang merupakan lokasi wisata andalan warga Tarakan ini, yang lokasinya terletak di Kelurahan Mamburungan.

Penamaan Karoengan yang disematkan pada objek wisata ini tidak terlepas dari keberadaannya yang berada di wilayah tersebut. Peta topografi yang dimiliki Belanda dan dikeluarkan pada tahun 1936, menggambarkan di sekitar wilayah ini dilalui oleh Sungai Karoengan, yang hingga saat ini masih dapat dijumpai keberadaannya. Oleh masyarakat sekitar, penamaan kawasan ini lebih dikenal dengan sebutan Karungan mengikuti perkembangan kaidah bahasa Indonesia.

Air terjun dengan ketinggian kurang lebih delapan meter ini, satu-satunya air terjun yang ada di Tarakan. Sehingga, pengerjaannya pun juga dikebut seiring momen datangnya para peserta APEKSI.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, lokasi air terjun ini, benar-benar tampak berubah drastis. Jika dulunya, hanya berupa air terjun dengan hiasan hutan rindang yang membuat area terlihat gelap, serta banyaknya kayu melintang. Kini, pemandangan gelap itu disulap dengan berbagai fasilitas lengkap yang disiapkan oleh pemerintah.

Nah, jika berkunjung ke lokasi ini, agrowisata Karoengan menjadi objek wisata alternatif bagi masyarakat kota Tarakan maupun dari luar daerah yang ingin merasakan tempat reakrasi yang bernuansa alami. Dengan luas sekita enam hektare.

Di area lokasi agrowisata, para wisatawan dapat menjumpai air terjun Karoengan yang sudah didesain sedemikian rupa, serta fasilitas lainnya seperti dua jembatan gantung, gazebo berbagai ukuran, kolam pemancingan. Tak hanya itu, dalam waktu dekat juga, para wisatawan akan dimanjakan dengan fasilitas baru yakni flying fox , kolam renang, kebun sayuran dengan luas tiga hektare yang dapat dipetik sendiri  dari kebun. Bahkan, khusus untuk anak-anak akan disediakan juga lokasi bermain sepeda dan sepatu roda.

Gemercik air terjun yang ada di kolam pemandian dan fasilitas pendukung lainnya seperti kantin, musala, ruang bilas, toilet dan area parkir yang luas sehingga akan membuat pengunjung semakin nyaman berada di lokasi agrowisata in.

Di lokasi ini juga, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan yang asri. Pohon durian yang rindang, cempedak, elai dan pohon mangga yang banyak. Sehinggga sangat mudah ditemukan di lokasi agrowisata. Bahkan, bagi pengunjung pelajar, mahasiswa ataupun seorang peneliti sangat tepat, dijadikan tempat untuk mempelajari flora dan fauna yang ada seperti, kelinci, merpati, dan juga dapat menikmati area perkebunan yang bebas pestisida.

“Kita akan memberikan fasilitas lengkap. Nyaman, sekaligus bagi pelajar yang ingin belajar disini. Dan nantinya kita akan siapkan itu semua,” kata Sofian.

Bahkan, sebelum 25 Juli mendatang. Sofian menegaskan seluruh pengerjaannya akan selesai dilakukan. Karena bagi Sofian, Juli mendatang adalah momen tepat untuk menjual objek wisata ke para peserta APEKSI. “Semoga saat mereka datang dan pulang ada hal yang berkesan dibawa pulang nantinya,” pungkasnya. (***/nri)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .