MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 12:10
Dua Sandera Dibebaskan Denjaka di Sebatik
SELAMATKAN SANDERA: Latihan keadaan khusus pasukan Denjaka TNI AL menyelamatkan warga Sebatik yang disandera oleh teroris di terminal penumpang, Pelabuhan Sei Pancang Sebatik Utara, Senin (12/2) dini hari. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Detasemen Jalanmangkara (Denjaka) berhasil menyelamatkan dua warga Sebatik yang disandera teroris di dua tempat. Operasi penyergapan detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut itu, diawali di Kantor UPP Kelas III-B Sebatik, Senin (12/2) sekira pukul 04.00 Wita. Lokasi kedua di terminal penumpang Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara sekira pukul 06.00 Wita. Tokoh masyarakat yang disandera akhirnya dapat diselamatkan dalam operasi berdurasi sekira 10 menit.

Direktur Latihan Keadaan Khusus Denjaka Kolonel Wurjanto mengatakan, itu merupakan rangkaian latihan keadaan khusus Denjaka melalui program kerja Korps Marinir Tahun Anggaran (TA) 2017. “Dalam rangka memelihara kemampuan pasukan khusus, sehingga perlu dilakukan latihan keadaan khusus di pulau terluar seperti di Pulau Sebatik,” kata Wurjanto kemarin saat upacara penutupan latihan.

Selain melaksanakan operasi anti teror, latihan tersebut dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan prajurit Denjaka menangani teroris di Pulau Sebatik yang merupakan titik terdekat dari negara tetangga, Malaysia dan Filipina.

Latihan keadaaan khusus yang dilaksanakan di Sebatik dimulai pada 3 hingga 16 Februari. Latihan yang dilakukan adalah latihan posko dan lapangan. Prajurit TNI AL dilibatkan sebanyak 146 orang termasuk pasukan Denjaka.

Sementara, Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal TNI Mar Bambang Suswantono mengatakan, latihan keadaan khusus secara umum berjalan dengan lancar. “Tujuan pelaksanaan latihan dalam rangka menjaga teror aspek laut khusus di pulau terluar di Indonesia,” kata.

Menurutnya, untuk menjaga teror aspek laut sangat dibutuhkan strategi dan taktis prajurit Denjaka. Selama latihan dilaksanakan tentu ditemukan kekurangan, terutama dari segi sarana prasarana. Ke depan latihan keadaan khusus akan dapat ditingkatkan jika ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya.

Lanjut dia, memperhatikan lingkungan strategis tentunya harus disadari bahwa selalu siap siaga terutama pasukan tempur yang telah disiapkan, khususnya pasukan anti teror. Hal tersebut perlu dilakukan, untuk mengantisipasi ancaman teroris di laut. “Tidak menutup kemungkinan acaman teroris dapat bergeser ke berbagai daerah wilayah NKRI, khususnya di laut termasuk pulau-pulau kecil seperti Sebatik ini,” ujarnya.

Untuk itu, pasukan khusus anti teror dari TNI AL harus selalu menyiapkan diri dari segala kemungkinan yang terjadi di laut. Pesannya kepada prajurit Denjaka yang telah melaksanakan latihan di Sebatik, agar terus menggali ilmu pengetahuan baik taktik maupun teknik. “Hal-hal yang ditemukan selama latihan, agar dapat dijadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan latihan yang akan datang, agar lebih baik dalam menyiapkan pasukan anti teror Denjaka” pesannya.

Tidak menutup kemungkinan ke depannya, Denjaka akan ditempatkan di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bambang menilai, jika kondisi membutuhkan, tentunya pengiriman Denjaka segera dilakukan. “Jika kondisi memungkinkan, pengiriman pasukan Denjaka dilakukan,” ujarnya.

Lanjutnya, sebelum melakukan pengiriman, Satgas Marinir yang ditempatkan di Sebatik lebih dulu melakukan penanggulangan. Jika eskalasi memuncak, pasukan Denjaka dikerahkan. Sebab, Denjaka memang dipersiapkan untuk melaksanakan misi dan menyelesaikan dengan cepat dan tepat. Sehingga, latihan dilakukan guna meningkatkan keterampilan, kemampuan, kesiapsiagaan pada tugas mengatasi terorisme. “Denjaka setiap saat siap. Karena perintah melaksanakan misi tidak diketahui kapan. Bahkan, komandannya juga tidak akan mengetahui kapan akan dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII  Laksamana TNI Sigit Setiyanta berencana menambah personel dari jumlah yang ada sekira 600 personel menjadi seribu. Itu disampiakan usai melakukan kunjungan kerja di Lanal Nunukan. Tekatnya menambah personel hingga ke sejumlah pos perbatasan di Sebatik. “Jumlah personel akan ditingkatkan ke depannya menjadi sekitar 1.000 personel,” sebutnya.

Saat ini, dari pengamatannya di sejumlah pos perbatasan, seluruhnya telah mengalami peningkatan perbaikan. Untuk fasilitas pendukung kapal, persenjataan dan personel, dirinya juga berjanji ke depan secara bertahap melengkapi standar pengamanan. “Lanal Nunukan dan Satgas Marinir telah melasanakan tugas utama seperti patroli pengamanan laut atau Operasi Perisai Amlabat dengan menggerakkan tiga kapal patroli dan dua kapal KJRI, serta satu pesawat inti,” pungkasnya. (nal/akz/lim)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:02

Dua Bulan Tangkapan, 3 Kg Sabu Dilarutkan

NUNUKAN – Hampir 3 kilogram (kg) sabu-sabu dimusnahkan di Kantor Polisi Resor (Polres) Nunukan,…

Jumat, 20 Juli 2018 11:47

Gedung UKM Centre Dipertanyakan

NUNUKAN – Keberadaan gedung UKM Centre di Jalan Bahari, Kelurahan Nunukan Utara, kini mulai menjadi…

Jumat, 20 Juli 2018 11:45

Warga Penderita Gangguan Jiwa Masih Terlantar

NUNUKAN – Sempat berkurang, penderita gangguan jiwa kembali terlihat berkeliaran di tempat umum.…

Jumat, 20 Juli 2018 11:45

PLTMG Mansapa Segera Dibangun

PEMATANGAN lahan telah selesai dikerjakan. Unit-unit bangunan kantor Pembangkit Listrik Tenaga Mesin…

Jumat, 20 Juli 2018 11:34

Tak Lengkap, Parpol Tetap Mengajukan DCS

NUNUKAN - Pengajuan Daftar Calon Sementara (DCS) resmi ditutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan tepat…

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .