MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 12:07
Guest House Lebih Mirip Monumen
TERBIAR: Guest house Pemkab Nunukan tak pernah lagi dimanfaatkan. Bangunan ini lebih mirip monumen. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Sejak dibongkar pada masa kepemimpinan Bupati Nunukan Drs. H. Basri, rumah jabatan (rumjab) di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan tak juga kunjung ditempati. Bahkan pergantian kepemimpinan Bupati pun, bangunan nan megah itu semakin terabaikan dan tak jelas kapan digunakan.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pun diketahui lebih rela menempati rumah dinas (rumdis) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jalan Ujang Dewa. Sejak resmi menjadi kepala daerah, Hj. Asmin Laura Hafid sudah pernah mengunjungi rumjab yang kini masih berupa puing-puing tersebut. Karena adanya guest house, putri mantan Bupati Nunukan H. Abdul Hafid Achmad itu berkeinginan untuk tinggal di bangunan tersebut. Hanya saja, beberapa pihak menganggap jika bangunan itu belum layak ditempati.

Guest house senilai Rp 1 miliar yang berada di area rumjab belum layak digunakan. Sebab hingga saat ini, bangunan yang rencananya digunakan untuk tamu daerah saat berkunjung ke Nunukan itu belum dilengkapi mebeler. Kini, bangunan itu menjadi tanggung jawab Bagian Umum Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan. Semua yang menyangkut sarana dan prasarana di dalamnya sudah menjadi kewajiban untuk dipenuhi. Termasuk perawatannya. “Kalau soal perawatannya, tetap kami rawat. Khususnya kondisi bangunan dan kebersihannya,” tegas Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Sirajuddin kepada media ini.

Ia mengatakan, jika melihat kondisi bangunan guest house itu, memang dapat dimanfaatkan sebagai rumjab Bupati. Hanya sampai saat ini meubelernya memang belum ada. Untuk membelinya tampaknya sulit dilakukan. Karena, pemerintah saat ini sedang berhemat. “Kalau mau dibelikan itu tidak lari Rp 3-4 miliar lagi. Daripada dananya habis ke sana, Bupati meminta kami agar dananya difokuskan yang lebih bermanfaat lagi,” ungkap Sirajuddin menyampaikan pesan Bupati Laura dalam sebuah pertemuan.

Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad, dalam arahannya pada kegiatan penyampaian hasil kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (7/2) lalu sempat menyinggung sejumlah bangunan milik Pemkab Nunukan yang tak kunjung dimanfaatkan. Ia mengatakan, bangunan-bangunan yang terus dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini banyak yang mirip monumen saja. Artinya, terbangun tapi bangunan tidak dimanfaatkan. Padahal, monumen juga sebenarnya itu bermanfaat. “Olehnya itu, sebagai kepala dinas, harus pintar dalam menentukan kebijakan untuk pembangunan juga. Jangan sampai bangunan yang jadi ternyata tidak bermanfaat. Malah jadi monumen. Kan, banyak bangunan seperti itu di Nunukan,” ungkapnya tanpa menyebutkan bangunan yang dimaksud.

Keberadaan guest house ini sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Bahkan, di awal kepemimpinan Hj. Asmin Laura Hafid, Aliansi Masyarakat Nunukan Peduli Penegakan Hukum (AMNPPH) melakukan aksi unjuk rasa soal rumjab. Mereka menuntut agar Kejaksaan Negeri Nunukan mengusut tuntas kasus dimaksud.

Aksi yang dimulai dengan orasi di seputaran Jalan Alun-Alun kemudian bergerak menuju kantor Kejaksaan di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan, Senin (11/1). Dalam aksi ada ratusan masyarakat yang ikut meneriakkan tuntutan mereka sepanjang perjalanan dari Alun-Alun menuju Kejaksaan. Koordinator Aksi, Kadir dalam orasinya menyampaikan dua tuntutan yang dibawa oleh masyarakat di mana, mereka meminta kepada Kejaksaan Nunukan untuk kembali memeriksa dan mendalami kasus pembongkaran rumjab Bupati Nunukan yang hingga kini tak kunjung dihuni. Mantan Bupati Nunukan Drs. H. Basri selama memimpin tak pernah menempati istananya tersebut.

Kepada pengunjuk rasa, Kepala Kejari Nunukan, I Made Sudiatmika mengatakan, akan menyelesaikan dan mengusut kembali dua kasus yang menjadi tuntutan masyarakat tersebut. Hanya pihaknya tidak dapat memberikan kepastian pengusutan dimaksud. Karena, lanjut Sudiatmika, sapaan akrabnya, akan kembali mempelajari kasus yang sempat dinyatakan tuntas oleh mantan Kajari Nunukan, Azwar. “Kami akan kembali mempelajari dua kasus ini, dan tentunya kami akan menyelesaikan secepatnya. Karena lebih cepat, lebih bagus,” ujar Sudiatmika waktu itu. (oya/lim)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 13:50

Unggas Masih Dilarang Masuk

NUNUKAN – Flu burung yang menyerang ribuan unggas di Sabah, Malaysia membuat Balai Karantina Pertanian…

Senin, 24 September 2018 13:43

Penjemput Jemaah Haji Padati PLBL Liem Hie Djung

NUNUKAN – Tak berbeda jauh dengan tahun lalu, jemaah haji yang baru tiba di Pelabuhan Lintas Batas…

Senin, 24 September 2018 13:39

Gangguan Jaringan Internet Hal yang Wajar

NUNUKAN – Gangguan jaringan internet yang sering bermasalah, dianggap hal yang wajar terjadi di…

Senin, 24 September 2018 13:37

Data Pemilih yang Masih Bermasalah Segera Diselesaikan

Dengan berubahnya Data Pemilih Tetap (DPT) pasca dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Senin, 24 September 2018 13:27

Dipergoki Orang Tua, RL Langsung Dibui

AKSI bejat RL (inisial), pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur harus berakhir di jeruji besi.…

Senin, 24 September 2018 13:19

Aksi Jambret Terekam CCTV

NUNUKAN – Aksi penjambretan terjadi di depan Rumah Makan (RM) Arema, Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan…

Senin, 24 September 2018 12:16

Surga Tersembunyi, Air Terjun Urbol Alung

AKHIR pekan telah tiba! Sudah saatnya nih Anda bersantai ria bersama kerabat atau teman dekat. Nah,…

Senin, 24 September 2018 10:42

KUA-PPAS APBD-P Segera Ditetapkan

NUNUKAN – Penentapan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafom anggaran sementara (PPAS)…

Senin, 24 September 2018 10:40

Nasib Korban Penculikan Belum Diketahui

NUNUKAN – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban peculikan di perairan Pulau Gaya…

Senin, 24 September 2018 09:57

Lokasi Pemasangan APK Disepakati

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan penempatan alat peraga kampanye (APK) untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .