MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 12:07
Guest House Lebih Mirip Monumen
TERBIAR: Guest house Pemkab Nunukan tak pernah lagi dimanfaatkan. Bangunan ini lebih mirip monumen. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Sejak dibongkar pada masa kepemimpinan Bupati Nunukan Drs. H. Basri, rumah jabatan (rumjab) di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan tak juga kunjung ditempati. Bahkan pergantian kepemimpinan Bupati pun, bangunan nan megah itu semakin terabaikan dan tak jelas kapan digunakan.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pun diketahui lebih rela menempati rumah dinas (rumdis) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jalan Ujang Dewa. Sejak resmi menjadi kepala daerah, Hj. Asmin Laura Hafid sudah pernah mengunjungi rumjab yang kini masih berupa puing-puing tersebut. Karena adanya guest house, putri mantan Bupati Nunukan H. Abdul Hafid Achmad itu berkeinginan untuk tinggal di bangunan tersebut. Hanya saja, beberapa pihak menganggap jika bangunan itu belum layak ditempati.

Guest house senilai Rp 1 miliar yang berada di area rumjab belum layak digunakan. Sebab hingga saat ini, bangunan yang rencananya digunakan untuk tamu daerah saat berkunjung ke Nunukan itu belum dilengkapi mebeler. Kini, bangunan itu menjadi tanggung jawab Bagian Umum Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan. Semua yang menyangkut sarana dan prasarana di dalamnya sudah menjadi kewajiban untuk dipenuhi. Termasuk perawatannya. “Kalau soal perawatannya, tetap kami rawat. Khususnya kondisi bangunan dan kebersihannya,” tegas Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Sirajuddin kepada media ini.

Ia mengatakan, jika melihat kondisi bangunan guest house itu, memang dapat dimanfaatkan sebagai rumjab Bupati. Hanya sampai saat ini meubelernya memang belum ada. Untuk membelinya tampaknya sulit dilakukan. Karena, pemerintah saat ini sedang berhemat. “Kalau mau dibelikan itu tidak lari Rp 3-4 miliar lagi. Daripada dananya habis ke sana, Bupati meminta kami agar dananya difokuskan yang lebih bermanfaat lagi,” ungkap Sirajuddin menyampaikan pesan Bupati Laura dalam sebuah pertemuan.

Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad, dalam arahannya pada kegiatan penyampaian hasil kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (7/2) lalu sempat menyinggung sejumlah bangunan milik Pemkab Nunukan yang tak kunjung dimanfaatkan. Ia mengatakan, bangunan-bangunan yang terus dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini banyak yang mirip monumen saja. Artinya, terbangun tapi bangunan tidak dimanfaatkan. Padahal, monumen juga sebenarnya itu bermanfaat. “Olehnya itu, sebagai kepala dinas, harus pintar dalam menentukan kebijakan untuk pembangunan juga. Jangan sampai bangunan yang jadi ternyata tidak bermanfaat. Malah jadi monumen. Kan, banyak bangunan seperti itu di Nunukan,” ungkapnya tanpa menyebutkan bangunan yang dimaksud.

Keberadaan guest house ini sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Bahkan, di awal kepemimpinan Hj. Asmin Laura Hafid, Aliansi Masyarakat Nunukan Peduli Penegakan Hukum (AMNPPH) melakukan aksi unjuk rasa soal rumjab. Mereka menuntut agar Kejaksaan Negeri Nunukan mengusut tuntas kasus dimaksud.

Aksi yang dimulai dengan orasi di seputaran Jalan Alun-Alun kemudian bergerak menuju kantor Kejaksaan di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan, Senin (11/1). Dalam aksi ada ratusan masyarakat yang ikut meneriakkan tuntutan mereka sepanjang perjalanan dari Alun-Alun menuju Kejaksaan. Koordinator Aksi, Kadir dalam orasinya menyampaikan dua tuntutan yang dibawa oleh masyarakat di mana, mereka meminta kepada Kejaksaan Nunukan untuk kembali memeriksa dan mendalami kasus pembongkaran rumjab Bupati Nunukan yang hingga kini tak kunjung dihuni. Mantan Bupati Nunukan Drs. H. Basri selama memimpin tak pernah menempati istananya tersebut.

Kepada pengunjuk rasa, Kepala Kejari Nunukan, I Made Sudiatmika mengatakan, akan menyelesaikan dan mengusut kembali dua kasus yang menjadi tuntutan masyarakat tersebut. Hanya pihaknya tidak dapat memberikan kepastian pengusutan dimaksud. Karena, lanjut Sudiatmika, sapaan akrabnya, akan kembali mempelajari kasus yang sempat dinyatakan tuntas oleh mantan Kajari Nunukan, Azwar. “Kami akan kembali mempelajari dua kasus ini, dan tentunya kami akan menyelesaikan secepatnya. Karena lebih cepat, lebih bagus,” ujar Sudiatmika waktu itu. (oya/lim)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 12:47

Puluhan Algaka Ditertibkan

NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan lakukan penertiban Alat…

Rabu, 12 Desember 2018 12:46

Pemerintah Buru Wajib Pajak Restoran

NUNUKAN – Pemerintah kini getol memburu pelaku wajib pajak yang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:43

Operasi Kembali, Mengutang Kantong Darah

NUNUKAN – Setelah sempat terhenti, pelayanan donor darah di Palang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:36

Pelaku dan Barang Bukti Penyelundup Kayu Dilimpahkan ke Polres

NUNUKAN – Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan melimpahkan berkas perkara…

Selasa, 11 Desember 2018 15:25

Sertifikasi Profesi Berpengaruh Tinggi

NUNUKAN – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) calon Pegawai Negeri…

Selasa, 11 Desember 2018 15:23

Setelah Mangkir Dua Kali, ZK Diperiksa Satu Jam

NUNUKAN – Meski sempat mangkir dua kali dari panggilan Badan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:20

Honorer Dipertahan hingga 5 Tahun

NUNUKAN – Pengangkatan pegawai honorer di 2019 dipastikan sudah tidak…

Selasa, 11 Desember 2018 15:03

Kasus Kecelakaan Meninggal Dunia Meningkat

NUNUKAN – Kasus kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan pengendara meninggal…

Senin, 10 Desember 2018 13:06

ASTAGA..!! Rumah Sakit Pratama di Sebuku Ditutup..!! Kenapa Ya..?

NUNUKAN – Rumah Sakit (RS) Pratama di Kecamatan Sebuku diketahui…

Senin, 10 Desember 2018 13:04

Warga Sebatik Akhirnya Nikmati Air Bersih

NUNUKAN – Penantian lama  warga Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .