MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 11:51
Ketua MPR RI Tegaskan LGBT Ditolak

Penguatan Pendidikan Moral Harus Digalakkan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN- Kasus Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang terjadi di Indonesia, menuai penolakan keras dari seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Kepada Radar Tarakan, Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada seluruh partai politik dan fraksi, sebab telah menolak kehadiran LGBT di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pengawalan di DPR RI.

“Pokoknya kami tolak di semua usia masyarakat. Kami menolak dan mengawal ini di DPR RI,” ucap Zulkifli Hasan.

Melalui hal tersebut ini, Zulkifli mengungkapkan bahwa pihak MPR RI sedang melakukan pembahasan khusus terkait LGBT dan rencananya akan dimasukkan dalam pasal 495 KUHP.

“Katanya semua sudah setuju, makanya ini perlu dikawal,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Syamsuddin Arfah mengatakan, meski adanya kesepatakan untuk memasukkan kasus LGBT dalam peraturan UU, tidaklah cukup. Namun, yang harus dilakukan ialah penguatan regulasi peraturan daerah Kota Tarakan, seperti perda mengenai pendidikan danperwali yang memiliki sifatnya berisi imbauan terhadap kasus LGBT.

“Misalnya seperti anak sekolah yang diberi batas sampai jam 8 malam untuk keluar rumah, karena waktunya belajar,” bebernya.

Syamsuddin menyatakan, aturan tersebut juga diberlakukan di Yogyakarta, yang telah melakukan peraturan daerah dan perwali atau perbup yang sifatnya lebih kepada ajakan moral. Sehingga pengokohan keluarga menjadi hal yang utama dan terdepan saat ini.

“Yang disampaikan Pak Zulkifli Hasan itu, jika tidak menjadi regulasi UU saja itu tidak cukup,apalagi kalau menjadi UU. Karena yang seperti ini harus dilawan dengan ajakan moral,” jelasnya.

Melalui hal tersebut, Syamsuddin menyatakan hal utama yang harus dilakukan setiap masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus LGBT ialah lebih kepada penguatan keluarga. (*/shy)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…

Selasa, 13 November 2018 15:34

Detik-Detik Mualim Tugboat Fortunesius 101 Terjebak dalam Kamar

TARAKAN – AR bernafas panjang. Anak buah kapal (ABK) Fortunesius…

Selasa, 13 November 2018 14:23

Mualim Kapal Terjebak dalam Kamar

TARAKAN – Dua awak tugboat atau kapal tunda Fortunesius 101…

Selasa, 13 November 2018 14:22

Diduga Menyeret Pejabat Pemkot

TARAKAN - Hasil perhitungan kerugian negara dugaan korupsi pengadaan lahan…

Selasa, 13 November 2018 14:21

Berharap Campur Tangan Pemerintah

TARAKAN - Persoalan harga udang windu atau udang tiger yang…

Selasa, 13 November 2018 14:18

Nelayan Keluhkan Solar Subsidi Cepat Ludes

NELAYAN kecil mengeluhkan jumlah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.…

Selasa, 13 November 2018 13:52

Pelabuhan Tengkayu II Resmi Diambil Alih Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara resmi mengambil alih aset…

Selasa, 13 November 2018 13:41

Ini Penyebab Tenggelamnya Tugboat Fortunesius 101

TARAKAN - Usai dievakuasi, keenam anak buah kapal (ABK) tugboat…

Selasa, 13 November 2018 11:45

Membacok karena Sakit Hati

TARAKAN – Hasil pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan terhadap korban bernama…

Selasa, 13 November 2018 11:44

PDAM Yakini Masih Terjadi Pencurian Air

TARAKAN – PDAM Tirta Alam meyakini sepanjang tahun 2018 masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .