MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Februari 2018 11:51
Ketua MPR RI Tegaskan LGBT Ditolak

Penguatan Pendidikan Moral Harus Digalakkan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN- Kasus Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang terjadi di Indonesia, menuai penolakan keras dari seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Kepada Radar Tarakan, Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada seluruh partai politik dan fraksi, sebab telah menolak kehadiran LGBT di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pengawalan di DPR RI.

“Pokoknya kami tolak di semua usia masyarakat. Kami menolak dan mengawal ini di DPR RI,” ucap Zulkifli Hasan.

Melalui hal tersebut ini, Zulkifli mengungkapkan bahwa pihak MPR RI sedang melakukan pembahasan khusus terkait LGBT dan rencananya akan dimasukkan dalam pasal 495 KUHP.

“Katanya semua sudah setuju, makanya ini perlu dikawal,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Syamsuddin Arfah mengatakan, meski adanya kesepatakan untuk memasukkan kasus LGBT dalam peraturan UU, tidaklah cukup. Namun, yang harus dilakukan ialah penguatan regulasi peraturan daerah Kota Tarakan, seperti perda mengenai pendidikan danperwali yang memiliki sifatnya berisi imbauan terhadap kasus LGBT.

“Misalnya seperti anak sekolah yang diberi batas sampai jam 8 malam untuk keluar rumah, karena waktunya belajar,” bebernya.

Syamsuddin menyatakan, aturan tersebut juga diberlakukan di Yogyakarta, yang telah melakukan peraturan daerah dan perwali atau perbup yang sifatnya lebih kepada ajakan moral. Sehingga pengokohan keluarga menjadi hal yang utama dan terdepan saat ini.

“Yang disampaikan Pak Zulkifli Hasan itu, jika tidak menjadi regulasi UU saja itu tidak cukup,apalagi kalau menjadi UU. Karena yang seperti ini harus dilawan dengan ajakan moral,” jelasnya.

Melalui hal tersebut, Syamsuddin menyatakan hal utama yang harus dilakukan setiap masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus LGBT ialah lebih kepada penguatan keluarga. (*/shy)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 11:02

BPN Bagikan 150 Sertifikat PTSL, Ada Biaya Tambahan

TARAKAN - Wajah H. Hania (60) semringah. Warga RT 14…

Jumat, 22 Februari 2019 11:00

Rangsang Minat Baca dengan Mengangkat Kearifan Lokal

Menjadi seorang penulis merupakan impian Iqbal Ardianto sejak dulu. Motivasi…

Jumat, 22 Februari 2019 10:58

DILARANG..!! Tapi Request ‘Tetangga’ Dominan Kepiting Bertelur

TARAKAN – Pada pembukaan pengiriman kepiting atau open season yang…

Jumat, 22 Februari 2019 09:56

Sidang Ditunda, Pledoi Terduga Agus Salim Sudah Siap

TARAKAN – Sidang terduga terorisme yang melibatkan Agus Salim dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:52

Turbo Terbakar, Pasokan Listrik Tak Pengaruh

TARAKAN — Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 22 Februari 2019 09:50

JEMBATAN HOROR..!! Lihat Nih, Layak Ngga Dilewati?

TARAKAN – Jembatan kayu di wilayah RT 7, Kelurahan Pantai…

Jumat, 22 Februari 2019 09:49

Siswa Patra Dharma Wakili Kaltara di OSN

TARAKAN - Untuk sekian lama, akhirnya Kota Tarakan bisa kembali…

Jumat, 22 Februari 2019 00:53

Kepedulian terhadap Pesisir Masih Rendah

TARAKAN – Ada yang berbeda di Pantai Amal, Kamis (21/2).…

Kamis, 21 Februari 2019 13:59

Metode Sainte Lague di Pemilu 2019

TARAKAN - Ada yang beda dari proses perhitungan kursi suara…

Kamis, 21 Februari 2019 13:58

Persentase Masyarakat Miskin Turun

TARAKAN – Kriteria kemiskinan di Tarakan saat ini hanya menggunakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*